saya memperhatikan bahwa Wikiepdia Bahasa Indonesia memiliki kecenderungan untuk mendukung pendapat Salafi,mungkin memang banyak diantara para kontributor Wikipedia yang memiliki latar belakangan keislaman salafi , salah satunya adalah soal cadar.
cadar lebih banyak didakwahkan oleh Salafi di Indonesia ketimbang kelompok dakwah yang lain, meksipun para ulama Yaman terutama dari Tarim juga menganjurkan Cadar
artikel Wikipedia Bahasa Indonesia membuat kesan bahwa Orang Asia Tenggara seperti Indonesia itu bercadar karena bermazhab Syafi'i 🥴, padahal nyatanya tidak, sepertinya artikel itu dibuat seperti itu agar orang Indonesia yang membuka wikipedia Bahasa Indonesia akan mengikuti paham cadar karena pasti Wikipedia akan muncul di urutan teratas hasil pencarian di google.
memang benar cadar dianjurkan dalam mazhab Syafi'i tapi kita tidak harus terikat pada satu mazhab saja, salafi berusaha menggunakan fatwa mazhab Syafi'i yang cocok dengan mereka untuk mengubah opini orang Indonesia , padahal mereka tidak mengaku terikat pada salah satu mazhab, tentu saja cara itu tidak berhasil karena meskipun orang Indonesia mengaku bermazhab Syafi'i 🥴 tapi sebenarnya juga tidak selalu terikat pada mazhab Syafi'i, dan dalam mazhab Syafi'i juga ada banyak pendapat, meskipun pendapat soal cadar itu mustahab tapi itu tidak harus diikuti
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar