Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya tidsk mrnghujat orang yang sudah meninggal, namun mrngingatksn orwng yang masih hidup agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,mungkin jika mereka bisa memberitahu orang yang masih hidup mereka akan menasehati orsng yang seperti mereka, saya menduga pola pikir seperti itu masih ada dan disebarkan karena saya pernah tahu ada orang yang mengatakan belajar matematika itu tidak penting karena tidak ditanyai oleh Malaikat di alam kubur, ada juga yang menganggap terbantainya Daulah Abbasiyah di tangan Mongol adalah akibat dari , terlalu berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi namun lupa mengembangkan militer. padahal kemenangan pasukan Mongol di Asia Tengah, Persia dan Baghdad itu dikarenakan mereka memiliki senjata yang lebih maju hasil teknologi Tiongkok, benteng-benteng di Asia Tengah, seperti Benteng Samarkand, Bukhara, Merv(Marwa), Khujand, Ghazni,dan Herat serta benteng syiah Assasin di Alamut, dan benteng Baghdad sendiri tidak bisa menahan proyektil senjata-senjata berat buatan Insinyur Tiongkok. sepertinya Baghdad kalah dari Mongol bukan karena tidak mengembangkan militer. Memang ada keterangan militer Bani Abbasiyah dikurangi oleh seorsng menteri Syiah , dan banyak orang yang mengstakan bahwa sebab kekalahan Abbasiyah adalah akibat pengkhianatan Syiah, hal itu tidak salah karena memang menteri Syiah itu berkhianat dan memberikan saran yang salah , namun di Persia Mongol juga berperang melawan,Syiah Ismailiyah di alamaut dan benteng-benteng assasin yang lain. kembali lagi pada zaman kekhalifahan Ustmaniyah, saya pernah menemukan tulisan yang mengatakan bahwa kekalahan Turki Ustmani pada perang di laut, saya lupa nama perangnya, pada masa Sultan Salim II adalah akibat dari terlalu mengandalkan Teknologi , sebuah pola pikir yang salah kaprah sehingga seolah-olah ada dikotomi antara teknologi dan keimanan. Muhammad Al Fatih saja menaklukan Konstantinopel dengan membuat senjata-senjata Mutakhir pada zamannya, termasuk meriam Orban, meriam buatan insinyur Hongaria, saya yakin ada pembaca yang meyakini bahwa kemenangan itu dari Allah bukan dari teknologi, seperti halnya para pejuang Islam yang berhasil mengalahkan penjajah dengan peralatan seadanya. tentu saja saya juga meyakini iman dan amal sebagai awal dari kemenangan. kita juga tidak bisa berbuat banyak jika mental sudah runtuh akibat kurang iman, namun sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam dengan seorsng pemilik unta kita harus berusaha lebih dahulu sebelum bertawakal , dalam sebuah hadis yang saya lupan, silahkan cari sendiri , seorsmg pemilik unta bertanya kepada Rasulullah Shallallahu apakah ia harus mengikat untanya atau bertawakal, orang tersebut membedakan antara usaha (ikhtiar) dengan tawakal, Rasulullah pun menjawab bahwa ia harus mengikat untanya dahulu (agar tidak lari) baru kemudian bertawakal, ilmu pengetahuan dan teknologi sama seperti tali pengikst unta supaya tidak lepas, pelajaran tentang pentingnya ilmu pengetahuan juga dapat kita jumpai di hadis, yang sekali lagi mohon maaf saya lupa, yang isinya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bertanya kepada sekelompok pemilik pohon kurma, atau petani kurma , mengapa pohon kuram itu diserbukkan oleh para petani, saya perlu jelaskan bahwa pohon kurma itu sama seperti pohon kelengkeng, ada kurma jantan dan ada kurma betina, pohon kurma bisa mengalami penyerbukan secara alami karena pengaruh angin atau penyerbukan oleh hewan, namun hasilnya tidak akan sebanyak jika diserbukkan oleh manusia, alias petani kurma membawa serbuk jantan pohon kurma jantan ke kurma betina dengan sengaja, di hadis tersebut, para petani kurma itu salah tangkap pada pertanyaan Nabi Muhammad, apakah kurma tidak akan bebruah jika tidak diserbukkan,mereka mengira mereka dilarang melakukan penyerbukkan tanaman kurma, ketika musim panen tiba. panen mereka tidak sebanyak biasanya, mereka pun komplain kepada Rasulullah, Nabi Muhammad menjawab komplain tersebut dengan jawaban, bahwa beliau diutus untuk urusan akhirat, untuk urusan dunia para petani itulah yang lebih paham, karena itu untuk ilmu-ilmu dunia kita juga harus brlajar, sebenarnya ilmu dunia itu juga termasuk ilmu akhirat jika dipalai untuk kemaslahatan Umat, saya harap sudah tidak ada lagi yang membust dikotomi , kejatuhan Turki Ustmani adalah buktinya. jangan menganggap saya menghina Nabi Muhammad, dalam peperangan pun Nabi Muhammad mau menerima saran dari sahaabat asal Persia Salman Al Farisi untuk memnuat parit seperti strategi pasukan Persia, padahal saat itu Persia bukan bangsa Islam, nantinya penolakan terhadap teknologi oleh para pemilik kepentingan sempIt diTurki malaH menjadi bumerang Sultan Mahmud II mengadopsi bukan hanya teknologi barat tetspi juga pakaian barat, pakaian orang Turki setelah masa Sultan Mahmud II lebih kebarat-baratan. lalu setelah itu ada tanzimat yang mbuat hukum syariah Turki yang bermazhab Hanafi menjadi lebih liberal, sampai akhirnya Attaturk benar-benar mensekulerkan Turki dan membubarkan Turki Ustmani. padahal jika Turki ustmani mau menerima teknologi lebih awal mungkin tidak ada pembaratan karena barat sudah takluk lebih dahulu, kepentingan sempit memang menjadi halangan karena para pembuat senjata mungkin tidak mau brlajar membuat senjata yang lebih modern. penyakit lain yang mungkin saja membuat Orang Turki tidak mau menerima teknologi barat adalah menganggap Bangsa muslim lebih unggul karena di masa lalu sudah berhasil membuat banyak pencapaian , padahal Orang Islam di masa Kekhalifahan Abbasiyah juga mempelajari berbagai pengetahuan dari orang-orang non muslim yang hidup sebelumnya. angka nol Al Khawarizmi adalah pengembangan penemuan ilmuwan India bernama Aryabhrata yang beragama Hindu. seharusnya Umat Islam tidak perlu merasa gengsi untuk brlajar lagi , karena Nabi Muhammad dulu juga meniru gaya perang Orang Persia , padahal Persia masih majusi, namun tidak masalah jika Umat Islam selarsng terkesan overproud untuk menanggapi penghinaan dari peradaban barat. sebagai mana kaum muslimin mempelajari peninggalan ilmuwan non muslim sebelum Islam ilmuwan barat juga belajar dari ilmuwan muslim.sebenarnya semua manusia itu saling meniru dan mempelajari daei orang dan bangsa lain, Bani Abbasiyah meniru teknik pembuatan kertas dati Orang Tiongkok Dinasti Tang yang tertawan pada pertempuran Talas, Orang Romawi di Eropa meniru ilmu-ilmu filsafat Yunani, dan orang Yunani sendiri meNiru beberapa ilmu mesopotamia seperti abjad. (sebagain kemunduran Turki Ustmani saya dapatkan dari Video Guru Gembul, Abbasiyah dari berbagai sumber, pembaca mungkin ada yang bertanya soal harga diri dan izzah umat Islam setelah memabc Peryataan saya. namun perlu diketahui, Dinasti Qing atau Manchu di Tiongkok juga mengalami masalah yang sama dengan Turki Ustmani, mereka sangat bangga drngan teknologi peninggalan leluhur merrka di Tiongkok, dari tiongkoklah dunia mengenal mesiu dan kertas, saat teknologi orang barat masih belum maju bangsa Mongol yang memakai teknologi Tiongkok berhasil memporak-porandakkan Dunia Islam dan Eropa Timur, Pada masa awal kedatangan bangsa Barat ke Dinasti Qing Teknologi Barat belum terlalu berkembang sehingga Dinasti Qing bisa mengalahkan Cossack Rusia di Siberia, karena itulah Kaisar Kangxi/Qianlong(maaf saya lupa pastinya) mengatakan "kita tidak perlu meniru orang barat" namun saat trknologi barat sudah lebih maju dan tiongkok tenggelam dan korupsi mereka digilas, perang candu adalah bukti kesombongan tiongkok Dinasti Qing yang tidak mau menerima teknologi bangsa barbar dari barat, kasus Ustmani dan Qing ini sama saja , cuma di Tukri Ustmani teknologi barat disebut teknologi kafir, sedsngkan di Dinasti Qing manchu Tiongkok disebut trknologi bangsa Barbar berambut merah, karena itulah jangan ada lagi ysng menjegal anak-anak belajar dengan mengatakan "itu tidak ditanya malaikat" , "bukan ilmu akhirat", dan sebagainya, memang teknologi kita tertinggal dan kita harus mengandalkan iman dan tawakkal tapi janganlah memotong atau membuang tali unta, asal tahu saja, tali unta itu disebut Iqal(mungkin kata Ikal juga berasal dati kata ini) Iqal ini juga disebut sebagai Iqal Muassab, ketika sedang berkendara Tali Iqal ini digunakan untuk mrngikat kain Ghutrah atau Shemagh yang biasa dipakai oleh Orang Arab, ketika berhenti tali ini dipas dari atas kepala dan digunakan untuk mengikat unta, kata Iqal ini memiliki hubungan dengan kata Aql atau yang kita terjemahkan menjadi akal. itulah luar biasanya Bahasa Arab (soal kata Akal ada hubungannya dengan pengikat ghutra orang Arab dari ceramah Ustad Budi Ashari tentang parenting, kalau tidak salah agar anak tidak bodoh dan terbelakang ,dan manchuria saya ketahui dari banyak sumber, banyak sumber maksudnya sudah banyak dibahas dan dikenal khalayak umum jadi tidak perlu sumber khusus, saya juga sudah lupa membaca di mana saja . kaskus, situs internet lama, dan berbagai buku termasuk buku-buku sekolah) selanjutnya saya akan menceritakan penghancuran Janisari oleh ,sultan Mahmud II dengan meminjam narasi milik ustad Salim dari Jogja. saya yakin narasi tersebut tidak bertentangan dengan sejarah karena sudah dikenal secara luas, ini bukan sejarah yang bisa ditutupi atau diselewengkan dengan mudah, untuk kekerasan dan kekejaman , semua pihak yang ada di tulisan saya yang menjadi bahasan. melakukannya namun kita tidak boleh menghujat karena kekerasan adalah masalah seluruh manusia, Ketika Allah SubhaAllahu wata'ala akan menciptakan Nabi Adam Alaihissalam para malaikat mengatakan bahwa manusia suka menumpahkan darah, malaikat tidak menyebutkan yang suka memupahkan darah itu dari agama apa, suku apa, bangsa apa, atau kelompok apa, artinya semua manusia sama saja, namum Allah menjawab bahwa Allah lebih mengetahui dan Allah mengetahui yang tidak dketahui oleh malaikat, saya tentu tidak berani menebak pengetahuan Allah, karena pengetahuan milik Allah berbeda dengan pengetahuan milik Manusia, cara Allah mengetahui sesuatu saja sudah berbeda dan tidak diketahui oleh manusia, namun sebagai manusia saya tahu bahwa ketika membaca banyak buku yamg memuat kekerasan dan peperangan kadang saya merasa bangga dan kadang saya merasa ngeri. tentu bukan cuma saya yang merasa seperti itu. buktinya di setipa negara ada pahlawan nasional , yang kebanyakan merupakan pemimpin perang. Kelemahan Turki Ustmani ini terlihat ketika Mesir di Invasi oleh Napoleon, sepertinya pada saat itu angkatan Laut Ustmaniyah sudah benar-benar tidak berdaya, seharusnya pasukan Napoleon Bonaparte yang menyerang lewat Laut bisa dihadang atau dicegat di lautan supaya tidak sampai mendarat di Mesir, namun nyatanya Napoleon bisa mendaratkan dirinya beserta pasukannya dalam jumlah yang besar , pasukan Mesir yang merupakan sisa-sisa Mameluk dihajar secara telak dalam pertempuran piramida, Mesir jatuh dalam kendali Napoleon, Turki Ustmani masih mampu menahan Napoleon di Syam, sementara angkatan laut Inggris menghabisi angakatan Laut Perancis di laut, di sini semakin terlihat kelemahan angkatan laut Turki Ustmani, jika angkatan laut Turki Ustmani masih kuat mengapa mengandalkan angkatan Laut Inggris, kelemahan ini menimbulkan korban jiwa besar di India, Sultan Mysore di India Selatan, sudah hampir menghabisi kekuatan Inggris di sana, ia bersekutu dengan Perancis untuk melawan penjajahan Inggris di India, memang repot jika Umat islam sudah tidak mandiri dalam urusan teknologi, yang satu tergantung pada Inggris sedangkan yang satunya tegantung pada Perancis, Sultan Salim III meminta agar Tipu Sultan menunda serangannya terhadap Inggris di India, ketika itu Kesultanan Mughal sudah sangat lemah dan berbagai bagian dari India dikuasai oleh penguasa feodal kecil, Inggris yang tadinya sudah hampir kalah di India bisa mengambil kesempatan untuk menyerang Tipu Sultan bersama dengan Mir Zadiq dan Nizam dari Hyderabad, akibatnya Raja Mysore yang kuat itu kalah karena pengkhianatan , di sisi lain Napoleon berhasil dikalahkan di Syam, ia memilih pulang ke Perancis karena takut terjehak di Timur Tengah, berhubung angkatan lautnya dihabisi oleh angakatan laut Inggris, beruntung ia bisa pulang, Mesir masih diduduki oleh panglima bawahan Napoleon, Jean Baptise kleber sampai jendral kejam itu mati ditikam oleh orang Kurdi, santri al azhar, yang menyamar sebagai seorang pengemis, banyak tentara napoleon yang tertawan dan masuk Islam, salah satunya seorang serdadau asal skotlandia yang nantinya dikenal sebagai Ahmad Bonaparte, kemudian Turki Ustmani mengirimkan satu rombongan pasukan ke Mesir untuk memulihkan negeri itu, di dalam pasukan itu ada seorang keturunan Albania yang bernama Muhammad Ali Pasya, Muhammad Ali Pasya adalah orang yang cerdas, ia berhasil naik jabatan sampai menjadi Khedive(wakil raja/ atau gubernur otonom) Mesir, Khedive Muhammad Ali Pasya kemudian melakukan modernisasi tentara dan ekonomi Mesir, sebagain orang ada yang menuduhnya antek freemason, Muhammad Ali Pasya berhasl mereformasi militer Mesir, sebagai buah dari reformasinya itu ia mendapatkan undangan untuk membantu Turki Ustmani menekan revolusi Yunani, dengan janji akan diberikan hadiah kekuasaan atas Suriah (Syam raya) dan Morea di Yunani (dekat Sparta), sebelumnya Muhammad Ali sudah dimintai bantuan untuk mengalahkan kelompok wahabi di Arab Saudi Emirat Diriyah , Pada musim semi 1824 sebuah armada yang terdiri atas 60 kapal perang Mesir dan 17.000 pasukan dibawah komando Ibrahim Pasya ,pasukan tersebut dapat mendarat di peloponesos ada Febuari 1825 dan menaklukan seluruh pulau itu dibawah kendali Mesir, pada tahun tersebut. kota Missolongi direbut dari tangan pemberontak pada April 1826, kota itu jatuh setelah dikepung selama satu tahun, pasukan Mesir dan Turki juga sudah berhasil merebut Kota Athena, dan tampaknya pemberontakan Yunani sudah kalah, namun masyarakat Eropa tidak tinggal diam, mereka membentuk persekutuan, lalu mencegat armada gabungan Turki Ustmani dan Mesir yang akan menyerang Pulau Hydra, mereka memblokir armada Mesir dan Turki selama seminggu tetapi mengaku netral, ini masuk ke pelajaran hukum internasional, tentu saja itu hukum internasional yang melakukan pembodohan, armada Mesir dan Turki akhirnya hancur di pertempuran navario/navarino akibat pemblokiran yang mengaku netral itu, mesir dan turki baru menyerang setelah lemah akibat diblokir selama satu minggu, seharusnya mereka menyerang sejak awal , konsekusensinya terima belakangan toh akhirnya kalah juga, Yunani akhrinya merdeka, setelah perang itu Muhammad Ali malah menagih hadiah penguasaan atas Suriah, Morea tidak ditagih karena Morea bagian dari yunani dan ikut merdeka, pasukan Muhammad Ali Pasya mampu memukul mundur pasukan Ustmaniyah di Konya, setelah sebelumnya memukul mereka di Syam, pasukan Turki sudah terdisorganisir sejak kekalahan mereka di Syam, namun barat mencegah Muhammad ALi Pasya , konvensi Kutahya tahun 1833 memberikan Syam kepada Muhammad Ali, ia secara nominal masih tunduk dan membayar upeti dengan jumlah yang sedang kepada Ustmani, Mesir yang sudah mengadopsi teknologi maju seharusnya bisa menjadi lebih baik, namun Mesir malah terjebak utang, Muhammad Ali Pasya al Albani al Turki yang berpkiran maju membuka terusan suez bersama dengan ferdinand de lespez dengan sebagian besar saham dipegang oleh kerajaan Muhammad Ali, namun anak keturunannya malah terjebak utang judi dengan negara-negara barat dan terpaska menjual terusan yang penting itu. berikut ceritanya.
pada walnya Keadaan di Arab Saudi mengalami perubahan dengan munculnya Arab Saudi atau pada saat itu Emirat Dir'iyyah, Emirat Dir'iyyah mendukung gerakan dakwha seorang ulama dari Bani Tamim yang bernama syekh Muhammad bin Abdul Wahab, gerakan ini membersihkan Najd dan Jazirah Arab dari kesyirikan namun sangat kontroversial karena banyak korban jatuh justru karena politik, sampai saat ini gerakan dakwah yang dimulai oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ini masih menjadi kontroversi, saya rasa gerakan dakwah ini mempertahankan sunnah nabi berbeda dengan perubahan di Turki Ustmani dan Mesir, namun sampai saaat ini belum mampu membawa kemajuan teknologi, karena memang tujuan dari gerakan dakwah ini tidak ada hubungannya dengana kemajuan teknologi, Arab Saudi berhasil menjadi negara kaya, kuat, dan disegani hingga sekarang karena pengaruh gerakan dakwah ini, namun kita semua tahu penelitian teknologi dari Arab sangat sedikit, saya pernah membaca penemuan baru dari Arab namun itu baru belakangan ini, entah mengapa gerakan ini juga agak kaku dalam berpikir, padahal pendiri gerakan ini hanya berfokus pada pemurnian Tauhid, mungkin karena mengharamkan filsafat, kita semua tahu kelompok Asy'ariah kerap dituduh menjadi biang keladi kemunduran Abbasiyah yang sebelumnya maju karena khalifah al ma'mun bin Harun Ar Rasyid yang menganut paham muktazilah atau mengutamakan akal, kelompok salafi benar-benar menolak filsafat dan menganggap asyariah sebagai setengah muktazilah, mungkin dari sinilah muncul kesan kaku pada gerakan dakwah ini, saya sendiri menganggap cerita emirat diriyah ini cukp menarik untuk direcitakan, karena memang hebat dalam bertempur, sayangnya kebanyakan lawan-lawannya adalah sesama muslim, muslim yang menurut ulama emirat diriyah tersesat, alangkah bagusnya bila emirat diriyah dulu lebih banyak menyerang Inggris yang mulai masuk ke teluk Persia atau Teluk Arab,namun kenyataannya tidak. Beridrinya Negara Saudi Pertama dimulai dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab datang ke Huraimila atau Huraymala setelah pulang dari Irak, namun penduduk di sana kurang bisa menerima kegiatan dakwahnya, tidak jauh dari Huraimila terdapat negeri Uyaynah, Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali, ayah Muhammad bin Abdul Wahab sangat dihormati di sana karena kakek Muhammad bin Abdul Wahab Syaikh Sulaiman bin Ali memang ulama terpandang di Najd, Maka syaikh Muhammad bin Abdil Wahab pun berpindah ke negeri Uyainah. Dan gubernur Uyainah tatkala itu adalah Utsman bin Hamd bin Mu’ammar. Maka Utsmanpun menerima syaikh dengan baik dan memuliakannya. Syaikh pun menikah di Uyainah dengan Al-Jauharoh putri Abdullah bin Mu’ammar. Lalu syaikhpun menyampaikan kepada Utsman tentang apa yang ia dakwahkan tentang tauhid. Syaikh berusaha agar Utsman menolongnya dan syaikh berkata kepadanya, “Aku berharap jika engkau menegakkan laa ilaaha illaallah maka Allah akan menjadikanmu unggul, dan engkau akan menguasai Najd dan penduduk Arabnya”. Maka Utsmanpun membantu syaikh dalam dakwahnya. Syaikhpun terang-terangan dengan dakwah kepada Allah dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkaR ia mendukung dakwah Muhammad bin Abdul Wahab sampai Muhammad bin Abdul Wahab dan para pengikutnya merobohkan kubah makam sahabat nabi di sana, merusak tempat-tempat yang dikeramatkan, dan merajam seorang wanita yang sudah menikah dan mengaku berzina, setelah kejadian itu Ibnu Urayr, pemimpin Bani Khalid di al Ahsa mengancam Ustman bin Muammar,Karena takut pada Al Urayer , Ustman bin Muammar menyarankan Muhammad bin Abdul Wahab untuk pindah ke Dariyah tempat Muhammad bin Saud, Maka Utsmanpun memerintahkan seorang tentara berkuda yang namanya Al-Furaid Adz-Dzofiri dan juga pasukan berkuda, diantaranya adalah Thiwaalh Al-Hamrooni, lalu Utsman berkata kepada mereka, “Berangkatlah bersama lelaki ini (yaitu syaikh Muhammad bin Abidl Wahhab) dan pergilah bersamanya kemana saja ia mau”. Maka syaikh pun berangkat bersama pasukan berkuda hingga beliau sampai ke daerah Dir’iyah. Ibnu Saud mengumumkan bahwa oasis Dir'iyah adalah milik Muhammad bin Abdul Wahab dan ia tidak perlu merasa takut kepada musuh-musuhnya dan bahkan Ibn Saud juga berumpah dengan menyebut nama Allah , jika seluruh Najd dipanggil untuk mengusir Syekh Ibnu Abdul Wahab kami tidak akan pernah setuju untuk menurutinya ,kemudian Syekh Ibnu Abdul Wahab membalas " Engkau adalah pemimpin pemukiman dan orang yang bijaksana . aku ingin kau bersumpah untuk berjuang mengakkan agama sebagai gantinya kau yang menjadi pemimpin umat Islam disini sedangkan aku yang menjadi pemimpin Agama .
Pada 1159 Hijriah Uyainah dan Huraimala berhasil direbut namun pemimpin Riyadh, Daham bin Dawas al Shalaan melawan , karena kurang sehat Muhammad bin Saud menyerahkan komando pertempuran pada putranya Abdul Aziz , selama mengepung Riyadh pasukan-pasukan lainnya juga dikirimkan untuk menaklukan daerah-daerah lain, Riyadh sangat kuat dan baru bisa ditaklukan setelah pengepungan dua tahun , Daham bin Dawas kalah dan kabur. Kebangkitan Emirat Diriyah memicu reaksi. Seorang Amir dari Yaman bernama Hasan bin Haibatillah memimpin banyak amir untuk menyerang Diriyah, Hasan Bin Haibatillah adalah pemimpin Klan Al Makrami, cabang klan Sulaymani Syiah Ismailiyah. Serangan itu merupakan serangan terbesar Bani Yam, sebuah Qabilah Qahtani Yaman yang tunduk pada klan Sulaymani khususnya Al Makrami, serangan ini menimbulkan kepanikan, pemimpin Al Makrami sebenarnya adalah Ismail bin Hibatullah kakak Hasan, Hasan hanya memimpin pasukan tapi kemudian memimpin setelah Ismail wafat .
Daham bin Dawas juga turut serta, serangan ini mencapai Dhurma, dan mereka berhasil merebut Riyadh kembali, namun Diriyah masih mampu bertahan. Muhammad bin Saud dan Abdul Aziz bin Muhammad mampu memaksa Hasan bin Haibatullah al Makrami untuk kembali ke Yaman dan mengusir Daham bin Dawas ke Al Ahsa, pada 1765 M Muhammad bin Saud meninggal dunia dan digantikan oleh putranya Abdul Aziz , Riyadh dimasuki kembali oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud pada 1185 Hijriah atau 1772 Masehi, kekuasaan mutlak di Najd ini membuat Bani Saud bentrok dengan Bani Al Makrami di Yaman (Najran, sekarang masuk Arab Saudi ) , dan Bani Khalid di Al Ahsa Al Makrami sempat menyerang Najd lagi dan menginvasi Hadramaut ,serangan Bani Yam dan Al Makrami sempat mencapai Dhurma pada 1775 serta menimbulkan kepanikan,
( disarikan dari sejarah Umat Islam dari Pra-kenabian hingga Islam di Nusantra, Buya Hamka. Halaman 290-291) dengan beberapa keterangan tambahan .
Muhammad bin Abdul Wahab meninggal dunia di usia 95 tahun pada 29 Syawal 1792 hijriah , tokoh guru besar gerakan pembaharuan tersebut sudah buta karena terlalu banyak membaca kitab saat masih muda. Ia meninggalkan banyak anak termasuk 18 orang anak laki-laki selama 46 Tahun tinggal di Dir'iyyah (buku Buya Hamka yang tadi), ajarannya diteruskan oleh anak-anaknya, dia meninggalkan anak-anak yang melanjutkan misinya , para anaknya adalah Abdullah, yang paling tua, kemudian Hasan, Husain, dan Ali . Mereka dipanggil "putra-putta Syaikh " Abdullah sebagai anak tertua meneruskan dakwah ayahnya.(AdDurarrus Saniyah fii Raddu Alaa Wahabiiyah ditulis oleh Ahmad Zaini Dahlan)
Abdullah memiliki putra berjumlah dua, Sulaiman dan Abdurrahman. Dia dibunuh Ibrahim Pasya pada 1233 Hijriah sementara Abdurrahman ditangkap dan dikirim ke Mesir , ia sempat hidup sebentar di Mesir sebelum akhirnya meninggal (AdDurarrus Saniyah fii Raddu Alaa Wahabiiyah ditulis oleh Ahmad Zaini Dahlan)
Adapun anak Muhammad bin Abdul Wahab yang lain, yaitu Hasan. Mempunyai keturunan bernama Abdurrahman pula. Dia menjadi hakim di Mekkah pada beberapa tahun saat mereka menguasai Makkah, ia berumur panjang hingga seratus tahun. Abdurrahman meninggalkan anak bernama Abdil Lathif . Adapun anak ketiga Muhammad Abdul Wahab , Husain, memiliki keturunan yang sangat banyak , mereka masih ada di Diriyyah saat buku AdDurarrus Saniyah fii Raddu Alaa Wahabiiyah ditulis oleh Ahmad Zaini Dahlan , pada tahun yang sama Abdul Aziz bin Muhammad merebut Al Ahsa dari Bani Khalid , dan setelah itu mulai berkonflik dengan Syarif Ghalib di Makkah, Pada 1186 Syarif Ahmad bin Sa'id Dikudeta oleh Syarif Surur bin Mus'aid keponakanya sendiri, Syarif Surur ini mengizinkan mereka menjalankan ibadah haji dengan syarat membayar pungutan sebagaimana yang diambil mereka dari kelompok Rafidhah dan orang-orang asing dan memberikan 100 kuda yang bagus, Najd memang tempat yang bagus untuk pembiakan kuda. Syarat itu terlalu berat bagi mereka. Syarif Surur meninggal pada tahun 1202 H, dan digantikan saudaranya Syarif Ghalib , mereka kembali meminta izin untuk pergi haji, dan kembali ditolak , bahkan syarif Ghalib mengancam untuk mrnghadang dan melawan mereka. Dia menyiapkan pasukan untuk menghadang wahabi mulai 1205 Hijriah hingga 1220 ,(AdDurarrus Saniyah fii Raddu Alaa Wahabiiyah ditulis oleh Ahmad Zaini Dahlan)
Orang-orang Wahabi sudah mengajukan izin untk menjalankan ibadah haji pada masa kekuasan Asy-Syarif Mas'ud bin Sa'id bin Sa'd bin Zaid yang menjadi Amir Makkah pada 1165 Hijriah , kaum Wahabi ingin menyebarkan akidah mereka sembari menjalankan ibadah haji. Mereka bersikukuh meminta izin untuk melaksanakan ibadah haji, sekalipun harus membayar sejumlah biaya yang ditetapkan atas mereka setiap tahun. Ketika itu orang-orang Makkah dan Madinah sudah mendengar kiprah dan kemunculan Orang Wahabi di Najd ini , namun belum pernah melihatnya secara langsung , begitu para ulama "wahabi" yang berjumlah 30 ini tiba , Asy-Syarif Mas'ud memerintahkan para ulama haramain untuk mengadakan pErdebatan , ketika terjadi perdebatan para ulama haramain menganggap mereka hanyalah lelucon dan bahan olok-olok layaknya keledai yang lari tunggang langgang dari singa , para ulama haramain juga menyimpulkan bahwa akidah "ulama wahabi" itu dipenuhi berbagai perkara yang cukup untul menjadikan merkea kafir (mukaffirat ), di sini tidak dijelaskan apa, setahu saya salafi dan asyairah ada yang saling mengkafirkan dan menuduh atheis, Sebagian salafi menuduh asyairah atheis karena dianggap menolak Sifat-sifat Allah. Lalu sebagian asyairah ada yang sampai menganggap salafi kafir karena dianggap menjisimkan Allah(Allah sama dengan benda) dan menyerupakan sifat-sifat Allah dengan makhluk Wallahualam,setelah berbabagai argumentasi dan dalil disampaikan kepada mereka, Sang Amir , Syarif Makkah memerintahkan hakim syariat untuk menulis surat terbuka yang menjelaskan alasan bahwa para ulama wahabi itu kafir . Hal itu agar kekufuran mereka itu diketahui semua orang di masa kini maupun yang akan datang(buku Ahmad Zaini Dahlan)
Sang Amir memerintahkan untuk memenjarakan orang-orang yang menyimpang dan hina itu, mengikat mereka dengan rantai dan membelenggu mereka. Sebagian dari mereka berhasil ditangkap dan dipenjara, namun sebagian lain berhasil melarikan diri ke Dari'iyyah . Di sana mereka membweritahukan apa yang mereka alami kepada amir mereka, Mendengar hal itu, dia terpaksa harus menunda untuk menjalankan rencana terselubungnya, hingga Pemerintahan Asy-syarif Mas'ud berakhir dan beliau wafat, tepatnya pada tahun 1165H(Buku Ahmad Zaini Dahlan
Ketika Asy Syarif Musa'id bin Sa'id, adik asy-syarif Mas'ud mengambil alih tampuk kepemimpinan Makkah kelompok wahabi itu kembali meminta izin untuk melaksanakan haji, namun sang amir baru itu juga menolak permintaan izin itu hingga mereka semakin patah harapan. Pada saat pemerintahan Syarif Mus'aid berakhir dengan wafatnya beliau pada 1184H, tampuk pemerintahan Makkah diambil saudaranya Asy-Syarif Ahmad Sa'id, saat itulah Amir Dar'iyyah, mengirimkan sejumlah ulama ke Makkah . Maka , Asy Syarif Ahmad bin Sa'id memerintahkan ulama-ulama Makkah untuk menguji akidah para ulama Wahabi ini , hasilnya para ulama Makah menyatakan bahwa mereka itu zindiq .(buku Ahmad Zaini Dahlan)
Sultan Mahmud II memerintahkan Sulaiman Pasya, mualaf Mameluk Georgia , Wali(gubernur) Ustmaniyah di Baghdad untuk menyerang Al Ahsa namun tidsk berhasil, karena kekuatan Diriyah lebih besar ketimbang perkiraan Sulaiman Pasya . Pasukan Abdul Aziz yang berjumlah 15.000 orang malah bisa merangsek masuk ke Irak dan menjarah Karbala, makam Husain bin Ali bin Abi Thalib pada 1802 M , banyak harta sumbangan dari hartawan dan para raja Syiah dari seluruh dunia, bangunan kubah makam dihancurkan karena tidak sesuai dengan pemahaman bahwa bangunan tidak boleh didirIkan di atas makam. Dan mendirikan bangunan di atas makam termasuk kemusyrikan ,konon serangan itu dipicu oleh penjarahan oleh Kabilah Khaza'il yang menganut Syiah pada kabilah sekutu Diriyah, serangan itu memicu kegemparan di seluruh dunia Islam terutama di Persia, Syah Persia Dinasti Qajar 🤔 , Fath Ali Syah Qajar pembela utama Syiah mengumpulkan 100.000 pasukan untuk membalaskan dendam dibawah komandonya . Sementara itu Turki Ustmani memerintahkan Sulaiman Pasya untuk menyerang Najd karena Karbala ada dibawah kekuasan Ustmani, karena jika Turki Ustmani mendiamkan akan terjadi perang besar melawan Persia, namun Persia maupun Turki tidak menyerang Najd dan Persia tidak menyerang Turki maupun Najd karena Rusia menyerang Persia dari Utara dan terjadi pemberontakan Kurdi di Turki .
Pada waktu yang sama terjadi perselisihan di keluarga Syarif Makkah penguasa Hijaz , Syarif Ghalib berebut kekuasaan dengan Syarif Mu'in, Syarif Mu'in meminta bantuan Abdul Aziz, Abdul Aziz menyerang Makkah melalui jalur Thaif , dan menguasai Thaif, kemudian mengepung Makkah, pada saat yang sama datanglah kafilah Haji resmi dari Syam Turki Ustmani dibawah Amirul Haji Abdullah Pasya, Syarif Ghalib memang meminta bantuan pada Abdullah Pasya, namun Abdullah Pasya memang tidak bisa membantu. Abdillah Pasya mengirimkan utusan untuk memberitahukan maksudnya, oleh Abdul Aziz dijawab bahwa Ia yang sekarang memegang Makkah, mereka tidak dilarang naik haji namun tiga hari setelah mengerjakan rukun haji harus segera pergi , Abdullah Pasya terpaksa menuruti ketentuan itu.Baru saja Abdullah Pasya pulang ke Syam, Abdul Aziz masuk ke Makkah pada 8 Muharram 1218 Hijriah atau 30 April 1803 Masehi , menghancurkan kubah-kubah makam dan melarang aktivitas jual beli di serambi masjid. Syarif Ghalib dimakzulkan dan diganti Syarif Mu'in , Syarif Ghalib mundur ke Jeddah meminta perlindungan pada Syarif Pasya gubernur Turki di Jeddah , Jeddah dikepung namun tidak berhasil ditaklukan oleh Abdul Aziz, kemudian muncul wabah , Abdul Aziz mundur ke Madinah untuk menaklukanp kota itu. Setelah itu ia pulang ke Najd dan meninggalkan 200 pasukan di Makkah, warga Makkah melawan dan membunuh semuanya.(buku Buya Hamka yang tadi).
Pada bulan Rabiul Awal tahun yang sama. Asy Syarif Ghalib kembali pulang ke Makkah dari Jeddah dengan dikawal oleh penguasa Jeddah saat itu . Dia lantas mengusir orang-orang wahabi yang tersisa di Makkah dan menguasai kembali kota suci ini seperti sediakala, akan tetapi pasca penguasaan kota Makkah ini peperangan demi peperangan kembali pecah antara pasukan Ghalib dan kaum Wahabi itu pecah sampai 1220H . (versi kitab Ahmad Zaini Dahlan)
Ada versi lain yang mengatakan bahwa mereka dilarang naik Haji karena Abdul Aziz khawatir nantinya mereka akan bekerjasama dengan Syarif Ghalib. Makkah mengalami kelaparan dan banyak orang meninggal akibat pengepungan Abdil Azkz , di buku Buya Hamka serangan Abdul Aziz ke Madinah gagal tapi di buku Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Unwanul majd fi tarikh An Najd serangan itu cukup berhasil dan ada sejumlah penjarahan .
Abdul Aziz kemudian ditikam sampai mati oleh orang Syiah asal Persia yang dendam karena semua anaknya mati pada peristiwa serangan Abdul Aziz ke Karbala pada November 1803 saat shalat Ashar ,Setelah kematian Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud para pemimpin Bani Saud dikawal ketika shalat , kepemimpinan Emirat Dir'iyah diserahkan kepada Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, yang biasa disebut sebagai Sa'ud Al Kabir, Sa'ud yang agung atau dalam Bahasa Inggris Sa'ud the Great, nama Sa'ud juga bisa dibaca Su'ud , Saud meneruskan usaha ayahnya , pada tahum 1804 ia menaklukan Bahrain. Bahkan Suku Ghawasim yang masyhur itu tunduk kepadanya, setelah itu ia menyerang Oman. Sultan Turki Ustmani memerintahkan Ali Pasya, Wali(gubernur) Baghdad yang batu untuk menyerang Diriyah. Sa'id Sultan dari Oman sudah setuju menyiapkan 15 Kapal untuk membantu penyerangan itu. Syarif Pasya dari Jeddah juga sudah siap namun Ali Pasya datang terlambat , Sa'id Sultan sudah dibunuh oleh Bajak Laut Suku Dhawasim saat pulang dari Bashrah ( Buku Buya Hamka)( saya Di wikiprdia Bahasa Inggris. menemukan bahwa Saud Al Kabir adalah anak Abdul Aziz dari anak perempuan Ustman bin Muammar, serta yang tewas di Bashrah bukan Sa'id Sultan namun Raja Oman srbelumnya, Ahmad namun tidak ada keterangan dibunuh. bani Ghawasim ini mungkin Bani Qawasim )
Ali Pasya harus pergi ke Kurdistan sehingga nafas Saud menjadi lebih lapang lalu dilancarkanya kembali serangan ke Hijaz dan dimasukinya Makkah (buku Buya Hamka) Golongan wahabi berhasil menguasai kota dan mengalahkannya, mereka mengepung kota, rakyat menderita kelaparan karena pengepungan , sampai-sampai penduduk Makkah terpaksa memakan daging anjing, serta ranting-ranting pohon(kitab ahmad zaini dahlan), Asy-Syarif Ghalib tidak tega dengan kondisj tersebut lantas mengadakan perjanjian damai dengan golongan wahabi itu , sehingga wahabi dapat memasuki Kota Makkah dan dengan leluasa menguasai Kota itu hingga tahun 1227 H kemudian Sultan Mahmud II dari Turki Ustmani memerintahkan Perdana Menteri, Jendral Besar,dan Khedive( panglima otonom), Mesir Muhammad Ali Pasya/basya untuk menyiapkan pasukan guna menyerang dan mengeluarkan mereka dari tanah haram , tak hanya di situ. Ali Pasya juga mengirim pasukan untuk memerangi mereka hingga ke negeri masing-masing, Ali Pasya mengirimkan anaknya Ibrahim Pasya dan Tusun Pasya untuk memusnahkan mereka(Ahmad Zaini Dahlan) Di Madinah diambilnya barang-barang mahal dari Pusaranya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wassalam. Dan dilelang, diambilnya pula kendil perak yang tergantung di Masjid dan dilelangnya pula. harganya dibagi-bagikan kepada tentara untuk mengawal Madinah (1805 H/1220)(buku Buya Hamka, halaman 292) kemudian pada 1807 Saud hendak menyerang Karbala lagi seperti yang dilakukan ayahnya ketika Malam hari namun Karbala siap sehingga Saud Mundur(buku Buya Hamka) .
Setahun sesudahnya atau 1808, diserangnya Damsyik(Damaskus), karena terdesak Wali(gubernur ) Ottoman di sana Yusuf Pasya mengaku tunduk dan telah menerima ajaran Wahabi , begitu juga Seluruh penduduk di sana, dengan syarat agar jamaah Haji Syam tidak diganggu. Janji itu disanggupi dan ia pun pulang, di tengah perjalanan datang laporan dari kaki tangannya bahwa Damsyik hanya Berpura-pura menerima ajaran Wahabi, kemudian ia kembali ke Damsyik, namun didapatinya pertahannya telah diperkokoh sehingga tidak dapat dimasuki lagi, pada saat pulang ia menyerang Ghutah ( buku Buya Hamka)
Mulailah ia memainkan percaturan politik, ia mulai berhadapan dengan kerajaan Turki , oleh karena itu hendaklah didekatinya musuh-musuh Turki. Dijaminnya keselamatan jamaah Haji asal Persia. Diperbaikinya hubungan dengan perwakilan Inggris di Muskat(keterangan saya: Oman sudah dijajah Inggris) , baru sesudah itu dimulainya serangan terhadap Irak sekali lagi. Namun Dengan tidak mendekati Karbala, namun Gubernur Irak sudaah bertukar dengan Sulayman Pasya yang keras hati dan berani, tidak tergigit lagi olehnya. Ia pun berbelok ke Syam diserangnya Halab(Aleppo) , Homat(mungkin maksudnya Himah/Hamah) dan Homs . (buku Buya Hamka)
Bahaya Wahabi memusingkan kerajaan Ustmani , dua bahaya yang membahayakan kerajaanya , mengacaukan kekuasaanya adalah Muhammad Ali Pasya di Mesir dan Wahabi di Arab , kerajaan Ustmani terancam oleh dua tenaga baru itu. Oleh karena itu Kerajaan Turki mendapatkan akal, Muhammad Ali Pasya di Mesir diperintahkanya menyapu bersih Wahabi. tidak peduli pihak mana yang akan menang atau kalah. Salah satunya pasti akan jatuh sehingga akan mudah menghadapi satu pihak yang tertinggal. Muhammad Ali Pasya tidak keberatan karena pada saat itu seluruh dunia Islam jijik kepada Wahabi ,
Sultan mengirimkan Latif Pasya menjadi Wali baru untuk Mesir. Namun sesampainya di Mesir Latif Pasya yang sudah tua itu dibunuh oleh wakil Muhammad Ali Pasya, Lazogli/Lazoglu?, sehingga saat Muhammad Ali Pasya pulang keadaan di sana sudah aman . Buku Buya Halaman 293
https://library.ui.ac.id/detail?id=20157521&lokasi=lokal
https://kalam.sindonews.com/read/584294/786/muhammad-ali-pasha-2-penakluk-dinasti-saud-sampai-ottoman-1635570607
Muhammad Ali Pasya memerintahkan anaknya Tusun Pasya untuk melaksanakan perintah dari Istambul , pada 1812 Masehi Kota Madinah dapat diambilnya kembali setelah dikepungnya selama 75 hari. Setelah menduduki Madinah segera diserbunya Makkah. Karena takut darah tumpah di sana wali Makkah atau gubernur Makkah Abdullah bin Saud memilih untuk mundur , selanjutnya serangan dilanjutkan ke Thaif, wali atau Gubernur Wahabi di sana Ustman bin Al Mudhaifi' melawan dengan hebat namun ditawan dan dibunuh, ( buku buya hamka, halaman selanjutnya) istri Gubernur Thaif yang bernama Ghaliyah terus melanjutkan perlawanan sampai akhirnya juga terbunuh(wikipedia Bahasa Inggris)
Angkatan Perang Mesir melanjutkan serbuan sampai ke Turbah , sesampainya di sana , bertemulah dengan tentara Faishal bin Sa'ud, Terjadilah di sana, perjuangan yang hebat dan sama-sama gigih , karena semangat perjuangan yang sangat menyala-nyala dari tentara Faishal , meskipun persenjataan mereka tidak sebaik persenjataan tentara Mesir , Mesir pun kalah di tempat itu , tertahanlah ombak serangannya yang akan diteruskan ke pusat Najd . Adapun prlabuhan Kanfuzah juga menjadi medan pertarungan pula. Sesekali jatuh ke tangan Mesir, sesakali ke tangan Wahabi dapat dipertahankan oleh kaum Wahabi , sedangkan negeri Hijaz dapat dikuasai oleh Mesir( buku Buya Hamka)
Pada Tanggal 8 Jumadil Awwal 1229 Hijriah(18 April 1814) meninggallah Saud yang agung itu di pusat kekuasaanya di Dir'iyyah , dalam usia 68 tahun. Ia dikenal karena kegagahberanianya, adil, jujur, dan taat beragama, pandai berdiplomasi, beliau digantikan oleh putra sulungnya Abdullah yang tadi mempertahankan Makkah (buku Buya Hamka )
Panglima tentara Mesir, Abidin Bey maju Ke Zahran , namun kaum Wahabi menangkis serangan tersebut dengan sangat gigih sehingga serangan tentara Mesir dapat dipatahkan, sekali lagi wahabi hendak merebut kembali hijaz namun serangannya kandas di Thaif , sehingga mereka terpaksa kembali( buku buya Hamka)
Bagian Selanjutnya berisi tentang serangan Tusun Pasya ke Najd , negosiasi antara Tusun Pasya dan abdullah bin Saud, kematian Tusun Pasya karena sakit dan serangan Ibrahim Pasya ke Dar'iyyah, serta eksekusi mati terhadap Abdullah bin Al Saud , buku buya hamka memuji kematian Abdullah sebagai kematian kesatria , buku Buya Hamka sama sekali tidak pernah mencaci maki para tokoh yang disebutkan di sana, semua yang dituliskan adalah pelajaran bukan ghibah , saya baru menemukan buku karya Buya Hamka karena rasa penasaran saya terhadap Daham bin Dawas Al Shalaan, penguasa Riyadh, pencarian saya di google membawa saya pada e-book buku Buya Hamka Sejarah Umat Islam Dari masa Pra Kenabian hingga Islam di Nusantara, saya penasaran pada sosok tersebut karena kelompok salafi memberitakannya sebagai orang zalim yang menjahit mulut seorang wanita dan memaksa seorang pria memakan daging pahanya sendiri, sebelumnya saya juga menemukan berita meninggalnya seorang perwira militer Arab Saudi dengan nama keluarga atau marga Al Shalaan karena serangan Houthi. Sebelum menemukan buku Buya Hamka ini saya sempat menulis sebuah tulisan di blog ini tentang bangkit dan jatuhnya Emirat Najd ,negara Saudi kedua , menggunakan Rujukan wikipedia Bahasa Inggris, agak sulit menyatukan Informasi dari berbagai halaman yang ditulis dengan narasi dan sudut pandang yang berbeda-beda, saya juga mendownload kitab unwanul Majd fi tarikh An Najd untuk memeriksa isinya, rupanya Buya Hamka sudah melakukan nya jauh jauh hari, buku Buya Hamka menerangkan apa yang saya tulis soal Emirat Najd sebagai lanjutan dari bagian yang saya kutip, saya sendiri kebingungan ketika membaca wikipedia Bahasa Inggris karena selain narasi dan sudut pandang tokohnya banyak dan bebreda di setipa laman tokoh-tokohnya juga banyak dan kronologi peristiwa di antara halaman-halaman yang ada harus dicocokkan agar menjadi runut , buku Buya Hamka lebih rapi daripada tulisan saya, saya sangat menyarankan orang yang membaca blog saya ini untuk membaca buku beliau
,https://books.google.co.id/books?id=WWjeDwAAQBAJ&pg=PA290&lpg=PA290&dq=daham+ibn+dawwas&source=bl&ots=jpfShgFGYp&sig=ACfU3U2gvAy51Uaqafjx8K6V8Toy6JtZRA&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwj_2a-1vPLzAhUV4XMBHTCYDqIQ6AF6BAgQEAI#v=onepage&q=daham%20ibn%20dawwas&f=false
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Al_Shaalan
Buku beliau tidak menjatuhkan salah satu pihak, Kisah,semua pihak dapat diambil menjadi Pelajaran bagi semuanya, sangat disayangkan saya terlambat menemukan buku ini, meskipun bahasa yang digunakan seperti bahasa lama tapi kita bisa liat bagaimana buya Hamka memuji pihak-pihak muslim yang berkonflik pada bagian-bagian yang saya kutip. Sangat saya tekankan muslim tidak seharusnya saling mrnghina, dendam, atau mencela , sumber daya manusia yang gugur dalam konflik abad kemunduran ini antara Turki Ustmani , Mesir, Diriyah, dan Yaman serta negeri-negeri muslim lain hingga saat ini yang masih berkonflik sesama muslim seharusnya bisa digunakan untuk kebaikan bersama, Diriyah mungkin seharusnya bisa membantu Oman mengusir Inggris dari Muskat, Kesultanan Oman dulunya adalah kekuatan Maritim Arab yang mampu menandingi Portugis dan menguasai pesisir timur afrika di zanjibar namun kalah melawan Inggris, Muhammad Ali Pasya seharusnya mampu membantu modernisasi Libya dan Afrika Utara agar tidak Lebih Mudah dijajah Oleh Perancis dan Italia, Sultan Mahmud II memang mau memodernisasi negaranya meskipun dengan tumbal janisari yang sudah bobrok , alangkah indahnya jika ketiga kekuatan muslim ini saling bekerjasama. Ketiganya bila bersatu mampu mengimbangi ketertinggalan teknologi, misalnya Diriyah yang terletak di pedalaman Najd bisa menganggu Inggris di Oman lalu kembali lagi ke Gurun membuat Inggris tidak betah , Mesir seharusnya tidak usah berusaha menyaingi dan mengkudeta Ustmani, Ustmani mungkin bisa memberikan kesempatan pada daerahnya untuk lebih berkembang. Iti semua kesempatan yang sudah terlewatkan , kita tahu apa yang terjadi di masa sekarang, brlum tentu juga kita bisa menanggani masalah itu ketika ada di sana, namun situasi belakangan ini di timur tengah tidak jauh berbeda, ketegangan antara Mesir , Arab Saudi , Turki, Iran, Dan faksi-faksi nrgara lain yang lebih kecil hampir tidsk ada bedanya dengan abad kemunduran tahun 1800an ini. perwira bermArga Al shalaan yang saya temukan berita gugurnya itu mungkin keturunan atau masih keturunan kerabat daham bin dawwas ,sayangnya saya tidsk,bisa menelusuri nya lebih jauh , jika benar , anggap saja benar, keluarga al Shalaan sudah berdamai dengan keluarga Al Saud meskipun sudah menjadi musuh lama ketika perang panjang antara Riyadh dan Dariyah
lanjut ke Tusun Pasya lagi, .kian lama perlawanan Abdullah kian hebat sehingga seolah-olah Tusun Pasya hanya bertahan menjaga daerah kekuasaan yang sudah ada di Hijaz. olrh karena itu Muhammad Ali pasya turun sendiri ke Hijaz melalui Jeddah, Kanfuzah berhasil direbut dari wahabi . kemudian Tusun Pasya mencoba lagi menyerang ke Najd. Tusun Pasya berhasil merebut daerah Al Qasim. dengsn kedatangan Muhammad Ali Pasya disertai persenjataan yang lebih modern beserta sejumlah perwira Eropa. sulaiman Pasya al Faransyawi (Perancis) kelompok Wahabi sudah tidak dapat menahan serangan Mesir, lagi mereka mencoba me gusir tentara Mesir namun tidak bisa , mereka hanya bisa bertahan abdullah meminta damai dan itu dikabulkan oleh Muhammad Ali Pasya, syaratnya adalah mengrmbalikan kekuasaan Turki Ustmani atas negerinya dan mengembalikan jarahan dari Madinah Muhammad Ali Pasya kemudian pulang ke Mesir bersama Tusun Pasya, namun Tusyun pasya meninggal dunia karena penyskit panas, Muhammad Ali Pasya mengirimkan utusan ke Abdullah agar dia segera menghadap ke Mesir lalu dari Mesir akan dibawa ke Istanbul , sebagai tanda tunduk dan taat kepada Sultan Turki. Abdullah bin Saud menolak, ia mengatakan lebih baik mengirimkan utusan. Muhammad Ali Pasya nengancam akan menyerang lagi jika tidak mau menghadap ke Mesir dan Istambul . karena tidak mau menghadap sama dengan tidak benar-benar mau tunduk. Abdullah tidak kiunjujg menjawab sehingga Muhammad Ali Pasya mengirimkan Ibrahim Pasya anaknya yang terkenal pemberani untuk menyerang Diriyah. terjadi perlawanan Hebat di Diriyah pada tahun 1817. Abdullah akhirnya menyerah tanpa syarat pada Ibrahim , ia dibawa sebagai tawanan yang terhirmat. benteng Diriyah dirstakan , kemudian ia dipancung di Istambul pada 17 Desember di tahun kembar 1818 berssma sebelum dipancung ia mengatakan "brginilah adat perang hanya ada menang ataua kalah "🏅
Komentar
Posting Komentar