Langsung ke konten utama

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ingin membaca yang baik-baik saja jangan baca aib kerajaan Islam sebelum anda menjadi kuat dan kokoh untuk menerima kenyataan bahwa kerajaan Islam yang pernah berdiri juga tidak bisa menjalankan Islam secara sempurna, hanya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam saja yang sempurna, kesempurnaan itu diikuti oleh para khulafaur rasyidin dan oleh para raja Islam, saya tidak menganggap para raja Bani Umayyah, Umayyah Spanyol, Bani Abbasiyah, dan Bani Ustmaniyah serta para sultan serta amir berbagai daulah Islam sebagai sosok khalifah yang sejati, iya mereka adalah khalifah tapi tidak sempurna, para khalifah dari tiga dinasti Islam tadi adalah raja Islam yang diangkat menjadi khalifah karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan raja-raja Islam lainnya yang sezaman, seperti dalam suatu hadis yang mengatakan bahwa sebaik-baik zaman adalah zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu para sahabat tabi'in , dan tabi'ut tabi'in, kemudian juga sebuah hadis tentang masa rasulullah, masa para khulafaur rasyidin, mulkan jabariyah, dan mulkan adham, serta khilafah ala minhajin nubuwah, ketiga kerajaan itu serta kerajaan-kerajaan Islam di berbagai tempat yang sudah beralalu atau kerajaan Islam yang masih ada sekarang seperti Arab Saudi, Yordania, Maroko, Oman, Qatar, UEA, Kuwait, Brunei, dan Malaysia bisa dimasukkan ke Mulkan Jabariyah atau Mulkan Adham, tidak ada yang setara dengan khulafaur rasyidin, baru nanti Imam Mahdi akan mendirikan khilafah terkahir dengan bimbingan dari Allah Subhanallahu Wata'ala, sebagai pemimpin para wali, hanya dengan adanya ilham dari Allah Subhanallahu wata'ala itulah khilafah ala minhajin nubuwah bisa terwujud, sebagaimana rasulullah shalallahu alaihi wassalam mendapatkan bimbingan dari Allah Subhanallahu wata'ala melalui wahyu, Imam Mahdi akan mendapatkan bimbingan melalui ilham, ilham berbeda dengan wahyu kenabian, ilham tidak setara dengan wahyu kenabian, ilham lebih rendah derajatnya daripada wahtu kenabian, orang yang diberi status ilham hanya berstatus wali bukan nabi, dan status wali lebih rendah daripada nabi, ilham tidak dapat memunculkan syariat baru, atau mengubah syariat yang sudah ada, semua gerakan yang ada di dunia ini tidak akan bisa mewujudkan khilafah ala minhajin nubuwah. kecuali gerakan oleh Imam Mahdi Turki Ustmani tetap saya cintai dan kagumi sebagai sebuah kerajaan Islam yang besar,pengetahuan saya mengenai kekurangan Turki Ustmani tidak mengurangi rasa cinta dan kagum saya, kekurangan itu jangan dianggap menghina Islam, tapi harus dijadikan pelajaran untuk hidup, Turki Ustmani yang memiliki banyak etnis dan agama sama seperti Negara Kesatuan Reoublik Indonesia pada masa akhir kekuasaanya atau menjelang keruntuhannya memiliki masalah separatisme dari etnis non muslim Armenia, Yunani,Bulgaria Serbia, Montenegro, dan Assyria, bahkan etnis muslim seperti Bosnia dan Albania di Eropa Balkan dan Etnis Arab juga ikut memberontak karena berbagai sebab yang bisa berbeda-beda, untuk etnis non muslim jelas, mereka tidak puas dengan kekuasaan orang Islam ,dan mereka tidak suka dengan status ahlu dzimmah atau minoritas yang dilindungi karena menjadi warga negara kelas dua, harus membayar jizyah atau pajak non muslim, dan juga tidak memiliki hak-hak khusus yang hanya dimiliki oleh muslim, sebenarnya Turki Ustmani sudah lebih menyetarakan status antara warga muslim dan non muslim dengan adanya dekrit Gulhanah atau Gulkhane dan Hatt-i-Humayun 1875, keluarnya dua dekrit itu tidak terlepas dari pengaruh barat pada tanzimat dan tekanan dari negara-negara barat itu sendiri, dulu perlakuan pemerintahan muslim terhadap minortias non muslim lebih baik daripada perlakuan kerajaan kristen dan katolik di Eropa terhadap Orang Yahudi, namun Eropa mengalami perkembangan dengan ditemukannya hak asasi manusia, terutama setelah revolusi perancis , tentu saja non muslim yang hidup di Turki Utsmani menginginkan hak-hak yang lebih luas, komunitas pertama yang memberontak terhadap Turki Ustmani adalah Orang Yunani yang memberontak dengan dukungan negara barat, awalnya negara-negara barat tidak mau ikut campur karena sibuk dengan urusan mereka sendiri, namun karena didesak terus oleh komunitas pecinta budaya yunani mereka akhirnya mengirimkan armada gabungan yang berhasil menghancurkan armda gabungan Ustmani Mesir di pelabuhan Navarino, kemudian terjadi gelombang pemberontakan nasionalis balkan dari berbagai etnis di balkan tidak terkecuali etnis muslim albania dan bosnia yang juga ikut terhasut atau jika tidak terhasut juga tidak dapat berbuat banyak dengan tetangga-tetangganya yang memberontak dengan bantuan Austro-Hongaria dan Rusia, Bulgaria akhirnya juga menjadi negara semi merdeka, dan negara-negara Balkan itu menjadi bermusuhan satu sama lain setelah Ustmani keluar, karena itulah kelompok pengusung khilafah mengharamkan nasionalisme, padahal nasionalisme di Indonesia memiliki konteks yang berbeda dengan konteks keruntuhan Ustmani, justru Ustmani pada masa akhir juga menjadi intoleran karena paham nasionalisme Turki muda, jika muslim di Indonesia bersikap sangat itoleran kepada non muslim hasilnya tidak akan jauh berbeda dari keruntuhan Turki Ustmani setelah beberapa kali mengalami kekalahan melawan negara-negara Eropa Barat, Eropa Tengah, dan Rusia Turki Ustmani terpaksa menerima beberapa perjanijan yang merugikan termasuk adanya perlindungan dari negara eropa kristen dan katolik terhadap etnis kristen dan katolik di Turki Ustmani, Maronit di Lebanon dilindungi oleh Perancis, sedangkan semua orang Kristen Ortodoks seperti Yunani, Serbia, Bulgaria, Armenia, dan Georgia dilindungi oleh Rusia, dan dengan adanya perlindungan tersebut negara-negara eropa bisa melakukan intervensi kemanusiaan(entah sudah ada istilah itu apa beluum) yang akhirnya memunculkan berbagai pemberontakan, pemberontakan-pemberontakan itu tentu saja sangat bedarah dan brutal, namun yang menjadi kontroversi terbesar adalah peristiwa Armenia, pada perang antara Turki Ustmani dengan pemberontakan bangsa-bangsa Kristen Ortodoks di Balkan kedua belah pihak memiliki kekuatan yang berimbang, jadi jika ada kebrutalan dan kekerasan yang berlebihan terutama terhadap warga sipil baik Utsmani maupun pihak Orotodoks bisa sama-sama dianggap salah, namun pada kasus armenia kekuatan armenia lebih lemah daripada Turki Utsmani, Rusia tidak mampu membantu Armenia secara maskimal karena terhalangi oleh medan berat di pegunungan Kaukasus yang bersalju tebal dan revolusi Bolshevik atau komunis Rusia, seharusnya Rusia mendapatkan Armenia dan bagian timur Anatolia di sekitar Sivas dan Erzumum ketika Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama, namun Rusia tidak pernah mendapatkan itu karena negaranya kacau dengan adanya revolusi Bolshevik, Orang Armenia juga melakukan kekerasan, bahkakn terorisme pada masa awal adalah terorisme yang dilakukan oleh orang Armenia yang ingin merdeka, mereka menyerang bank Osmani dan melakukan berbagai aksi kekerasan, karena itulah sampai sekarang Turki tidak terima jika disebut sudah melakukan genosida, karena bagi Turki, Armeenia juga tidak suci, membahas apakah ada genosida atau tidak di kasus Armenia ini saya hindari karena itu adalah urusan dalam negeri Turki, tapi saya akan membahas para pemberontak Armenia yang menjadi tokoh antagonis di dalam film drama sejarah Turki buatan TRT Payitaht AbdulHamid II yang meskipun bagus, namun sedikit mengubah sejarah terutama tentang tiga tokoh pemberontak Armenia yaitu Andranik Ozanian, Armen Garo dan Papken Syuni, pada film Payithat Abdul Hamid II, seolah-olah Armen Garo adalah tokoh yang paling penting, padahal perannya kalah besar dibandingkan dengan Ozanian, Edward Joris seroang anarkis dari Belgia juga dibuat seperti agen barat yang menjadi bos ketiga tokoh pemberontak Armenia tersebut, padahal ia hanyalah seorang petualang asing, kematian Ozanian dan kawan-kawannya itu juga berbeda dengan sejarah, Papken Syuni harusnya sudah mati saat merampok bank Osman dengan Armen Garo, di sejarah Papken Syuni tewas dalam penyerangan dan perampokan bank tersebut sedangkan Armen Garo selamat, namun di film Payithat Abdul Hamid II, penyerangan itu justru dilakukan oleh agen vatikan yang bernama Hiram, seorang pembunuh bayaran yang menyamar sebagai seorang pastor, para pemberontak Armenia seperti Armen Garo dan Papken Syuni tidak terlihat, pada perampokan bank yang sudah dimunculkan di awal seri itu, Hiram sendiri adalah seorang tokoh fiktif, baru belakangan Armen Garo dan Papken Syuni dimunculkan, kematian Armen Garo pada film ini terjadi setelah bertahun-tahun ia melarikan diri ke Eropa setelah kejadian perampokan bank osman oleh geng Armenia, ia datang setelah melarikan diri dan menyamar menjadi seorang teknisi untuk sebuah pabrik kaca yang bernama gustav, di dalam film wajahnya terluka akibat perampokan bank armenia, ia berencana untuk menembak Sultan Abdul Hamid II dengan sebuah payung yang sebenarnya adalah senapan rakitan sekali tembak, namun Sultan Abdul Hamid II mengenalinya dari tatapan matanya dan bekas lukanya, saat di taman ia meminta teman ahli kimianya untuk membuat hujan buatan agar ia bisa memegang payung, namun prajurit yang sudah tahu mengambil peluru senapan itu dan dia tewas ditembak, tidak lama setelah itu Ozanian juga tewas di tangan anak buah Halil Halid Bey. Ozanian sebenarnnya berumur cukup panjang dan tidak mati di Turki, keberadaan Halil Halid Bey yang menjadi kepala reserse di Istambul setelah kematian Fahim Pasya sebenarnya juga fiktif, Fahim Pasya belum meninggal dunia sampai Sultan Abdul Hamid digulingkan, di film Fahim Pasya meninggal dunia karena ditembak oleh anggota freemason yang menyamar sebagai ahli teknik , ia menjadi teknisi pemanas ruangan di istana, namun mengalirkan racun ke dalam mesin itu, Fahim Pasya mengetahui itu dan berusaha menghentikannya, mereka baku tembak dan sama-sama meninggal dunia, sebelum meninggal Fahim Pasya berhasil menghentikan mesin pemanas ruangan yang sudah diracun itu. aslinya Fahim Pasya baru meinggal dunia setelah diamuk massa yang anti Sultan Abdul Hamid II ketika berusaha untuk melarikan diri dari Istambul setelah Sultan Abdul Hamid II digulingkan, sedangkan Halil Halid Bey adalah seorang wartawan pro pemerintahan Sultan Abdul Hamid II yang berjuang lewat pena di media massa, ia tidak pernah menjadi polisi apalagi kepala reserse. berikut ini adalah data para pemimpin pemberontak Armenia di wikipedia Bahasa Inggris: https://en.wikipedia.org/wiki/Andranik Ozanian adalah seorang prajurit yang pernah masuk ke militer Bulgaria dan Rusia ,ia lebih kuat daripada Armen Garo dan Papken Syuni serta memiliki peranan yang lebih besar dalam pemberontakan Armenia, di dalam film ia malah seperti anak buah Armen Garo dan Edward Joris. Ozanian adalah kaki tangan Rusia bukan Edward Joris seorag anarkis antah berantah dari Belgia , ia jelas sudah dilatuh secara militer oleh Rusia dan Bulgaria, di Armenia sendiri ia dianggap sebagai tokoh pro Rusia. Aksinya juga tidak hanya merampok bank dia sudah pernah terlibat pemberontakan berskala regional di Sasun, di film ia disebut sebagai orang yang kejam karena pemberontakannya di Sasun, namun masih kelihatan kurang berperan dibandingkan dengan Armen Garo dan Edward Joris, namun kesangarannya sudah terlihat di dalam film . keamtian Andranik Ozanian adalah akibat angina atau sejenis penyakit jantung karena pembuluh darah yang mengalirkan suplai darah ke otot jantung mengalami penyumbatan, ia meninggal di Amerika Serikat bukan di Turki dan juga bukan karena ditembak oleh anak buah Halil Halit Bey. https://en.wikipedia.org/wiki/Papken_Siuni yang ini halaman wikipedia Bahasa Inggris tentang Papken Syuni atau yang nama aslinya Bedros Parian, perannnya sebenarnya tidak begitu besar, bahkan dalam sejarah penyerangan bank osmani , ia sudah tertembak sebelum bisa masuk ke dalam bank, ia termasuk dalam gelombang serangan pertama, peluru yang mengenainya juga meledakkan granat yang ia simpan di dada, akibatnya ia tewas mengenaskan, namun oleh Orang Armenia ia dijadikan simbol kepahlawanan melawan Turki Ustmani, perananya di film jelas dilebih-lebihkan , di film ia hanya terluka dan sempat kabur ke Eropa, lalu kembali lagi untuk membunuh Sultan Abdul Hamid II Tapi ketahuan dan tewas, aslinya ia sudah tewas bertahun-tahun sebelumnya. https://en.wikipedia.org/wiki/Armen_Garo Armen Garo atau Armen Karo memiliki nama asli Karekin Pastermarijan, ia pada kehidupan nyata lebih pintar daripada di film, ia merupakan aktor intelektual, meskipun juga terlibat kekerasan secara lengsung saat masih muda yaitu pada perampokan bank osmani, ia juga mengambil jalan diplomatik dalam memperjuangkan kemerdekaan armenia, aslinya yang selamat dan melarikan diri ke Eropa adalah Armen Garo bukan Papken Siuni, entah mengapa film Payithat Abdul Hamid mengubahnya dengan mengubah nasib Papken menjadi masih hiup serta bersekolah di Eropa setelah berhasil melarikan diri, di film Armen Garo tidak lebih dari hanya sekedar bos gangster Armenia, ia pun tidak terlihat seperti intelektual, bahkan istrinya, Robina, digambarkan berselingkuh dengan Edward Joris, aksinya dalam mereampok bank osmani telah memicu kerusuhan anti Armenia di Galata yang diklaim oleh wikipedia Bahasa Inggris menelan korban sebanyak 6000 jiwa, memang aksi pemberontak dan terorisme dari pejuang Armenia ini sering memakan korban karena memicu kemarahan warga Turki, aksi mereka jauh dari kata simpatik. tujuan mereka adalah menarik perhatian internasional agar mendapatkan dukungan dardi negara-negara barat. https://en.wikipedia.org/wiki/Occupation_of_the_Ottoman_Bank penyerangan bank osmani oleh Armen Garo dan Papken Suini dan kawan-kawan yang memicu kemarahan warga Turki, memang mengamuk membalas dendam ke orang-orang sipil armenia adalah kesalahan, namun peristiwa ini masih kontroversial dan tidak jelas kenyataannya. https://en.wikipedia.org/wiki/Y%C4%B1ld%C4%B1z_assassination_attempt pemboman istana Yildiz oleh pemberontak Armenia dan Edward Joris, peristiwa ini sudah terkenal karena Sultan Abdul Hamid II yang biasanya selalu tertib dan tepat waktu dalam segala kegiatan dan protokoler terlambat naik ke kereta kudanya setelah shalat jumat karena mendadak beliau ingin mengobrol dengan syaikh al Islam atau mufti agung Turki Utsmani . https://en.wikipedia.org/wiki/Edward_Joris kalau ini Joris, ia adalah seorang anarkis Belgia, anarkis adalah paham kiri yang paling ekstrim atau paling kiri, lebih kiri dibandingkan dengan sosialisme dan komunisme, ia dijatuhi hukuman mati oleh Utsmani setelah peristiwa pemboman Yildiz namun atas permintaan pemerintah Belgia, ia dikembalikan ke Belgia dan dipenjara di sana, dari penjara ia sering menulis surat yang kemudian menjadi bahan untuk bukuya. karena pemerintah Belgia menyelamatkanya timbul banyak teori konspirasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...