Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon
Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode (campaign)kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli.
Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus.
https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang apabila timer wonder habis
Di skenario ini bagian prolog dan epilognya sebenarnya sudah menceritakan latar belakang dan akhir dari perang salib ketiga, namun ada sesuatu yang ditutupi mungkin karena terlalu gelap untuk para pemain. Yaitu nasib kota Acre dan pasukan Muslim yang ada di dalamnya, bagian epilog kampanye itu hanya menceritakan soal perdamaian antara Richard The Lion Heart dan Shalahuddin Al Ayyubi yang mengakhiri perang salib ketiga, jika pemain tidak mengetahui sejarah yang sebenarnya pemain akan berpikir bahwa Kota Acre berhasil bertahan dari gempuran pasukan Salib sebagaimana di akhir permainan sehingga pasukan Salib memilih untuk mundur dan membuat perjanjian damai dengan Sultan Shalahuddin. Namun kenyataannya lebih gelap.
Garnisun atau pasukan yang bertugas di Kota Acre memang melakulan perlawanan sengit. Kota Acre dikepung sangat lama, dan akibat dari pengepungan itu 2/3 pasukan Salib tewas dan memilih untuk kembali ke Eropa karena tidak tahan berperang melawan pasukan Islam, termasik Raja Phillip II August yang memilih untuk pulang ke Perancis, meninggalkan sepupunya Raja Inggris Richard The Lion Hearted beserta 1/3 pasukan salib yang masih hidup dan tidak pulang ke Eropa, kepulangan Phillip ini akan menjadi sebab perang antara Phillip dan Richard sekembalinya Richard ke Eropa, dan memperlemah pasukan Salib sehingga mereka gagal merebut Yerusalem seperti di ending cutscene kampanye itu
3000 pasukan Muslim di Acre yang masih bertahan memilih untuk menyerah kepada Richard The Lion Heart, melawan perintah Sultan Shalahuddin Al Ayyubi yang memerintahkan mereka agar tidak menyerah. Mereka akhirnya dipancung 😬 atas perintah Richard The Lion Hearted dengan alasan tebusan atas nyawa mereka daei Sultan Shalahuddin Al Ayyubi tidak kunjung datang. Sungguh disayangkan 3000 pasukan muslim di Acre itu tidak mematuhi pemimpin Muslim yang baik Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, padahal mereka telah menahan 25.000 pasukan salib gabungan Inggris dan Perancis untuk waktu yang sangat lama, dan memaksa 2/3 nya pulang dan mati. Mungkin mereka bisa membunuh lebih banyak lagi musuh atau membuat Richard The Lion Hearted tidak sabar dan pulang menyusul Phillip lebih awal sehingga perjanjian damai antara Shalahudin Al Ayyubi dengan Richard bisa lebih menguntungkan kaum Muslim. Namun itulah yang sudah terjadi, mereka tetaplah pahlawan muslim yang sudah berjasa besar mengurangi 2/3 pasukan Salib di situ, jika pun mereka tidak taat pada pemimpin mereka semoga kesalahan itu diampuni oleh Allah SWT dan pahala mereka selama mempertahankan kota Acte dilipatgandakan melebihi kesalahannya, dulu para sahabat juga ada yang pernah salah waktu perang Uhud dengan meninggalkan pos pemanahnya. Namun hendaknya kita bisa mengambil pelajaran untuk tidak menyetah
Komentar
Posting Komentar