Langsung ke konten utama

Imam Al Barbahari Imam Keras Mazhab Hambali

sekarang ini jika anda membuka wikipedia dan mencari tahu soal Imam Al Barbahari, tokoh salafi mazhab Hambali dan pengarang kitab Syahrussunah,maka yang muncul hanya sisi baiknya, misalnya pengakuan dari Imam Al Dzahabi dan para imam Hambali yang lain, di sana juga ada keterangan bahwa beliau merupakan Imam Akidah dan Manhaj Sunni, padahal beliau adalah orang salafi, secara tidak langsung artikel tersebut ingin mengiring opini bahwa salafi adalah satu-satunya sunni. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Al-Barbaharihal ini tidak cuma muncul dalam halaman imam Al Barbahari, soal masalah khilafiyah fikih, sejarah, akidah, dan tokoh-tokoh yang lain begitu juga di situs-situs lain, hal itu disebabkan oleh dominasi kelompok salafi di Wikipedia dan internet informasi yang tidak mendukung mereka cenderung untuk ditutupi atau tidak diceritakan, bukan masalah jika sisi buruk yang ditutupi itu merupakan aib yang bersifst pribadi dan tidak merugikan orang lain,namun aib yang ditutupi adalah ajaran yang apabila diikuti oleh orang banyak maka akan menimbulkan dampak yang buruk pada orang banyak . sikap mereka dalam menyembunyikan ajaran guru mereka yang sekiranya bila diajarkan secara terbuka pasti akan menimbulkan kekacauan patut untuk dipertanyakan , karena apakah sikpa itu menunukkan bahwa mereka sudah benar-benar tidak mengikuti ajaran tersebut atau sebenarnya masih mengikuti tapi secara diam-diam, jika mereka sudah tidak mengikuti ajaran keras dari gurunya seperti imam al Barbahari tapi malu mengakui dan ingin menjaga nama baik guruna ktu bisa dipahami tapi jika mereka secara diam-diam masih mengikuti ajaran keras al barbahari maka itu dapat menjadi masalah jika pengikut mereka sudah banyak, karena artinya mereka juga menginginkan agar ajaran yang keras itu diterapkan tapi takut karena masyarakat belum bisa menerima sehingga hanya diajarkan secara sembunyi sembunyi,hal itu juga terjadi pada ajaran mereka tentang pengkafiran terhadap Turki Usmani yang ada di dalam kitab ad durarus saniyah kumpulan fatwa ulama salafi Wahabi yang hidup di Najd tahun 1700-1900an awal, mereka baru berani membuka kajian soal ajaran itu ketika para jamaah mereka sudah siap dan sudah memiliki banyak pengikut. jika fatwa iru anda tunjukkan krpada salafi yang masih awam pasti mereka akan segera meninggalkan ajaran salafi, apalagi jika mereka diberitahu soal fatwa syaikh hamad bin Atiq yang mengatakan kalau Makkah yang pada saat itu dibawah ustmani adalah darul harb atau zona perang alias tidak ada bedanya dengan negeri kafir. kembali lagi pada sosok imam al barbahari meskipun secara keilmuan dapat dikatakan baik namun beliau itu memiliki cela dalam masalah kerusuhan oleh kaum mazhab Hambali di Kekhalifahan Abbasiyah . meskipun di dalam kitabnya beliau sudah mengatakan bahwa muslim harus taat kepada pemerintah namun itu tidak menghalangi kelompok Hambali awam untuk melakukan konflik antara golongan alias konflik Horizontal, taat kepada pemerintah dan tidak menyerang kelompok lain adalah dua hal yang berbeda, taat kepada pemerintah adalah hubungan yang bersifat vertikal antara rakyat dengan negaranya sedangkan hubungan dengan golongan lain adalah hubungan yang bersifat horizontal, tentu saja negara tetap tidak akan bisa aman jika rakyat tidak memberontak kepada negara tapi menyerang dan membuat kerusuhan untuk mengalahkan golongan yang lain, dalam konteks kehidupan Indonesia, kita tahu bahwa tragedi Poso, Sampit, dan Ambon bukanlah pemberontakan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tapi konflik Horizontal, meskipun juga ada isu bahwa konflik Ambon adalah perbuatan RMS yang diselubungi sebagai konflik horizontal, konflik-konflik itu bukan pemberontakan seperti pemberontakan PKI, DI/TII, Permeseta, PRRI, GAM, dan OPM KKB Papua tapi memakan korban jiwa yang sangat besar dan trauma serta dendam ,secara nalar awam saja kita tidak boleh membenarkan konflik Horizontal dengan beralasan kalau itu bukan pemberontakan pada saat kerusuhan di Kekhalifahan Abbasiyah oleh Mazhab Hambali, kelompok Hambali yang dimotori oleh Imam Al Barbahari mempersekusi orang Yang tidak bermahzab Hambali karena dinilai oleh mereka sudah menista Mazhab Hambali, seperti ada seorang imam masjid bermazhab Syafi'i yang dihajar warga Hambali sampai hampir mati karena membaca bismillah secara keras saat membaca Al Fatihah, ada juga seorang ulama besar yang merupakan mufasir atau penafsir al Qur'an, yaitu Imam Ibnu Jarir Ath Thabari yang dianiaya dengan cara dilempari batu hingga meninggal dunia karena hanya mengeluarkan pernyataan yang meragukan status Imam Ahmad bin Hambal sebagai Imam Mazhab, Imam Ahmar bin Hambal pendiri Madzhab Hambali adalah salah satu murid Imam Syafi'i, Imam Ibnu Jarir mengatakan bahwa Imam Ahmad bin Hambal masih belum layak untuk disebut sebagai Imam Mazhab tapi masih ikut Mazhab Syafi'i, kalaupun pernyataan itu bisa dianggap melecehkan Imam Ahmad bin Hambal sebagai pendiri Mazhab Hambali, pernyataan itu tidak mwngatakan kalau Imam Ahmad bin Hambal itu sesat, namun respon orang-orang Hambali awam itu malah lebih keras dengan menyebut Imam Ibnu Jarir ath Thabari sebagai Syi'ah dan Mulhid atau Atheis, tentu saja itu tuduhan serampangan yang dipicu oleh kemarahan, bagiamana mungkin atheis sekaligus syiah ? jika orang itu atheis untuk apa peduli pada ajaran Syi'ah yang banyak mempolitisasi agama. sikap keras kelompok Hambali awam itu dipicu oleh fanatisme terhadap Imam Ahmd bin Hambal yang sebelumnya dianiaya oleh Khalifah dan Hakim agama penganut Muktazilah, sehingga penghinaan sekecil apapun atau sesutu yang dianggap sebagai penghinaan terhadap Hambali akan dibalas dengan sangat keras. Imam Al Barbahari memiliki andil dalam menciptakan kekerasan itu karena di dalam kitabnya terdapat celaaan yang sangat keras terhadap orang-orang yang tidak sepaham , akibatnya Imam al Barbahari dipenjara oleh Khalifah saat itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...