Langsung ke konten utama

hamad bin atiq : penduduk Al Ahsa dan Makkah-Madinah

Syaikh Hamd atau Hamad bin Atiq adalah salah satu ulama Najd( dataran tinggi arabia/arabia tengah, sekitar Riyadh) yang termasyhur, juga termasuk murid senior Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin AbdulWahab. ( https://tauhidfirst.net/wasiat-asy-syaikh-hamd-bin-atiq/) (juga disebutkan di dalam sini http://as-surianji.blogspot.com/2014/12/ulama-dakwah-dari-najd-dan-sanad.html meskipun tidak secara jelas karena membahas topik yang lebih luas, yaitu periwayatan atau silsilah ilmu ulama najd). saya menemukan tulisan beliau yang lancang mengkafirkan Kota Makkah dengan menyebutkan bahwa Kota Makkah al Mukaramah itu Darul Harb , padahal Darul Harb hanya ditujukan untuk negeri kafir, pengkafiran itu dilakukan karena Kota Makkah al Mukarramah dikuasai oleh Turki Usmani yang berpaham sufi, tentu saja ini sangat kontras dengan keadaan salafi sekarang yang mengatakan bahwa ulama mereka lurus karena belajar di Kota Makkah dan Kota Madinah, dan dua Kota Suci Umat Islam itu kini berada di tangan Kerajaan Arab Saudi yang berpaham sama seperti mereka, mereka berdalih bahwa dua kota suci tidak mungkin diserahkan oleh Allah SubhanAllahu Wata'ala kepada mereka jika mereka sesat/salah petanyaannya adalah:

1. Mengapa dua  kota itu pernah dipegang oleh Turki Usmani yang berpaham sufi sejak zaman Sultan Salim I Yavuz, Selim The Grim sampai akhir Perang Dunia Pertama, tentu saja itu waktu yang sangat panjang, mungkin ada 450 tahun setelah Perang Dunia Petama berakhir dua Kota Suci itu masih merupakan daerah dari Kerajaan Hijaz, Kerajaan Hijaz yang juga sufi  masih berkuasa cukup lama sampai direbut oleh Abdul Aziz Alu Suud pendiri Kerajaan Arab Saudi modern, sebelum zaman Ayyubiyah Makkah dan Madinah sempat direbut "sebentar" oleh Daulah Fathimiyah al Ubaidiyah yang berpaham Syi'ah Ismailiyah al Bathiniyah , berdasarkan logika di atas bagaimanakah bisa Allah menyerahkan kepada Syi'ah dan Sufi kedua Kota Suci, jangan lupa Bani Abbasiyah masih memegang seluruh KOTA SUCI Umat Islam ketika dipimpin oleh para khalifah yang berpaham Muktazilah, dan kemdian Asya'ariyah , Shallahudin al Ayyubi sendiri berpaham Asy'ariyah, Daulah Mamalik yang mengantikan Daulah Ayyubiyah mungkin saja berakidah Atsariyah seperti salafi tetapi itu lebih karena pengaruh Ibnu Taimiyah di awal masa Daulah Mamalik, Daulah Mamalik akhirnya runtuh karena diserang Daulah Ustmaniyah di zaman Sultan Salim Yavuz karena bersekutu dengan Syi'ah Rafidhah . Jika salafi mengatakan ini syubhat , ini adalah fakta , Suudiyah baru memegang Kota Makkah tahun 1805 di masa Amir Saud/Su'ud(ingat Arab banyak dialek) Al Kabir, amir ketiga Daulah Su'udiyah al Ula ( pertama) atau Emirat Dir'iyyah , Su'ud al Kabir adalah anak Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud dengan putri Ustman bin Muammar/Ma'mar Attamimi penguasa Uyaynah, Sadus, dan Huraimilah/Huraymalah/Huraimalah.  kemudian lepas sebelum tahun 1818 karena serangan Muhammad Ali Pasya dari Mesir, baru direbut lagi setelah perang dunia pertama seperti di atas. 

2.Selama kekuasaan Turki Ustmani, Fathimiyyah, dan periode Muktazilah Bani Abbasiyah tentu ajaran Islam yang diajarkan di sana bukan Islam salafi, terutama pada periode Ustmaniyah yang sangat lama, pada masa itulah para ulama Nusantara, yang kelak menjadi NU banyak belajar di Kota Makkah dan Madinah dan para murid-muridnya sekaranglah yang menjadi NU, pendiri NU bisa dibilang generasi ulama Nusantara terakhir yang belajar di Makkah dan Madinah sebelum Kota Suci di sana dikuasai oleh Arab Saudi, tentu saja di zaman itu Salafi tidak mungkin mengklaim benar karena belajar di Makkah dan Madinah karena kedua kota itu difatwakan sebagai Darul Harb(Zona Perang oleh Syaikh Hamd bin 'Atiq). 

3. Setelah Makkah dan Madinah sudah dikuasai oleh Arab Saudi pun masih ada ulama dan madrasah yang mengajarkan aqidah asya'irah dan kesufian, madarasah yang mengajarkan asya'irah dan kesufian adalah madrasah Tsaulatiyah yang sudah beridri lama sebelum Arab Saudi menguasai Makkah dan Madinah , ulama yang mengajarkan kesufian adalah Buya As Sayyid  Alwi al Makki al Maliki. memang belakangan ini Tsaulatiyah sudah diganti pahamnya , dan  Sayyid Alwi sudah tidak ada ulama yang mengajarkan Tasawuf secara terbuka di Masjidil Haram , namun bukan berarti mereka tidak ada, jika mereka ada, berarti Kota Makkah dan Madinah "tidak dijaga oleh Allah " dari pemahaman Islam di luar paham resmi Arab Saudi.

4.Mungkin salafi bisa mengklaim dengan hadis ilmu/ Islam akan kembali ke Madinah, jika itu dalilnya kita lihat saaja. apakah nanti trjadi perubahan atau tidak , karna dunia masih koma, belum titik. Arab Saudi sendiri sudah menjadi liberal di masa Muhammad sang pangeran ngabehi mungkin juga liberalisasi itu tidak akan masuk Makkah dan Madinah, tapi itu tidak menggugurkan bahwa di Makkah dan Madinah ada muslim yang bukan salafi.


 adapun pengkafiran itu dibuat berdasarkan kaidah buatan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang isinya " barangsiapa tidak mengkafirkan orang kafir kafir juga, dan barang siapa tidak menunjukkan permusuhannya kepada Orang Kafir juga kafir", kaidah tersebut ditulis di dalam kitab al mufidul mustafid yang dibuat dalam rangka membantah kitab karya kakandanya sendiri Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahab Attamimi An Najdi, dalam kasus kematian Ustman bin Ma'mar/ Muammar(logat Arab terkadang berbeda di beberap daerah), 

Oleh: Syaikh Nashr Ibnu Hamd Al Fahd, ulama Saudi Arabia pendukung Jihadisme bersama Ali Al khudair dan satu orang lainnya, ia memfatwakan halal menggunakan bom atom terhadap amerika serikat 

Ini adalah bahasan yang singkat yang menjelaskan hakikat Daulah ‘Utsmaniyyah (Turki Utsmani) yang sering dipuja dan dipuji oleh banyak kalangan yang mengaku dirinya sebagai aktifis Islam, dan mereka menyebutnya sebagai benteng terakhir dari benteng-benteng Islam yang dengan kehancuran daulah tersebut maka hancurlah kejayaan Islam.

Sesungguhnya orang yang mengamati keadaan Daulah ‘Utsmaniyyah  -sejak ia berdiri sampai keruntuhannya-, maka tidak akan ragu bahwa daulah ini telah berandil besar dalam merusak ‘aqidah kaum muslimin, dan hal itu sangat nyata dari dua sisi:

Pertama: Andilnya dalam menyebarkan kemusyrikan.

Kedua: Peranannya dalam memerangi dakwah tauhid.[1]

 Syaikh Husen Ibnu Ghunnam rahimahullah berkata di dalam penuturan kondisi negeri-negeri mereka: Mayoritas manusia di zamannya –yaitu di zaman Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab– adalah berlumuran dengan kotoran lagi bermandikan najis sampai mereka bergelimang dengan kotoran kemusyrikan dengan bergulirnya tahun… di mana mereka berpaling malah mengibadati para wali dan orang-orang saleh serta mereka melepaskan ikatan tauhid dan dien ini, mereka bersungguh-sungguh dalam beristighatsah kepada para wali itu di dalam kondisi genting, bencana dan kejadian yang mencekam, dan mereka menghadapkan wajah kepada para wali itu di dalam pemenuhan berbagai kebutuhan dan penyelamatan dari berbagai bencana, baik para wali itu masih hidup maupun sudah meninggal dunia, dan bahkan banyak dari mereka meyakini manfaat dan madlarat di dalam benda yang mati… -kemudian beliau menuturkan bentuk-bentuk kemusyrikan di Nejed, Hijaz, ‘Irak, Syam, Mesir dan tempat lainnya–“. Selesai.[4]

APAKAH PERNYATAAN TENTANG "MAYORITAS MANUSIA" DI ATAS ITU BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN? PERNYATAAN DI ATAS JUGA MENYALAHKAN PERMINTAAN DOA KEPADA WALI YAGN MASIH HIDUP . PADAHAL KITAB-KITAB MEERKA MEMPERBOLEHKAN ITU. APA NAMANYA KALAU BUKAN KARENA KEBENCIAN? 

Pengkafiran  keseluruhan itu timbul karena kaidah yang ada di kitab mufidul mustafid 

Daulah ‘Utsmaniyyah ini telah menyebarkan kemusyrikan dengan bentuk mereka menyebarkan paham shufi syirik yang berdiri di atas prinsip peribadatan kepada kuburan dan para wali. Ini adalah realita nyata yang tidak membantah di dalamnya seorangpun termasuk orang-orang yang suka berdebat untuk membela-bela Daulah ‘Utsmaniyyah ini. Saya akan menuturkan berikut ini sebagian pernyataan yang membuktikan hal itu dari ucapan orang-orang yang masih toleran terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah ini

Saya: Pernyatan di atas adalah generalisasi atau gebyah uyah secara brutal berupa pengfiran secara menyeluruh TERHADAP TURKI USTMANI , PIKIRAN MACAM  APA INI ? PEMIKIRAN SERUPA SAYA DAPATI DI SITUS TAUHID FIRST !
Secercah Faidah dari al-Qawa’idst!

Pada awal abad 13H, da’wah dan perjuangan ‘Ulama Najd telah terasa dan menyebar sampai ke al-Haramayn.
Maka sebagai bentuk pemurnian tawhid, maka dihancurkanlah situs-situs kesyirikan pada daerah tersebut, seperti kubah-kubah yang dibangun diatas kuburan.
Marahlah para pemberi ibadah kepada kuburan pada saat itu. Dan mulai meminta pertolongan dari segala penjuru, terutama dari Daulah Turkiyyah yang merupakan
kekuatan besar pada masa itu. Bahu-membahulah mereka untuk menghilangkan tawhid dan menyuburkan aqidah quburiyyah.
Ketika pasukan Daulah Turkiyyah mulai memasuki dan ingin menguasai Dir’iyyah, al-Imam ‘Abdullaah bin Su’ud menyetujui perjanjian dengan Ibraahim Pasya.
Persetujuan ini disetujui karena al-Imaam ‘Abdullaah bin Su’ud melihat maslahat agar tidak tertumpahnya darah kaum muwahhidin di Dir’iyyah 
Secercah Faidah dari al-Qawa’id al-Arba’ (bagian 2) – Tauhidfirst!

Saya harus menceritakan latar belakang pembuatan tulisan ini sebagai sebuah pendapat pribadi, dan apa maksudnya penulis sempat kenal dengan orang-orang Salafi sejak tahun 2010, penulis terkadang jugs membaca dan menyimak kajian mereka.  Pada tahun 2018 Penulis menemukan kajian oleh Ustad Agung Waspodo dalam bentuk video , kajian tersebut bercerita tentang keruntuhan Turki Ustmani dan Kebangkitan Arab Saudi. Saya sendiri tidak kaget bila sering terjadi perebutan kekuasaan dan pengaruh antara negara-negara di dunia. Namun yang membuat saya kaget rupanya Arab Saudi pada masa Emirat Dir'iyyah dan  Emirat Najd pernah mengeluarkan fatwa yang berisi pengkafiran atau Takfir terhadap Kesultanan Turki Ustmani. Ustad Agung sendiri mengatakan hal itu tidak bisa diingkari. Saya cukup terkejut karena bagaimana bisa sebuah Kesultanan Islam yang sangat besar difatwa kafir, saya sebelumnya sudah banyak mendengar perdebatan antara kelompok salafi dengan NU ataupun kelompok lain. Belum pernah ada yang tatarannya sampai seperti itu. Saya pernah menemukan adanya kelompok salafi yang mengkafirkan Indonesia, namun mereka tidak diakui oleh kelompok yang lain. Tampaknya kelompok salafi itu juga banyak dan tidak seragam, meskipun terdapat ajaran-ajaran yang sama.  Pengkafiran terhadap Turki Ustmani belum pernah penulis dengar sebelumnya. Penulis mencoba bertanya kepada orang-orang salafi yang penulis kenal, namun mereka tidak tahu. Ada yang malah memberikan respon negatif tetapi tidak mampu menjawab 
Penulis kemudian menemukan sebuah kanal Youtube bernama Bro Hajji,  seorang salafi asal Birmingham Inggris, dan masih keturunan Pakistan . Bro Hajji ini awalnya getol mengkritik Syiah namun di tengah jalan ia berbenturan dengan murid-murid Syaikh Rabi' al Makhdali. Saya pribadi tidak begitu paham pertentangan itu dasarnya ajaran apa.
 Pertentangan ini adalah pertentangan sesama salafi yang saya baca dan ikuti secara langsung dan juga merupakan pertentangan pertama salafi di luar negeri yang saya baca, sebelumnya saya sudah membaca adanya pertentangan antar salafi di Indonesia baik dari situs-situs milik salafi di Indonesia yang menyerang salafi lain maupun dari kelompok non-salafi yang mengemukakan kekurangan salafi . Tapi saya membaca pertentangan yang sudah lama terjadi bukan yang sedang "live" , bro Hajji ini menyerang beberapa ustad Salafi lain di barat karena perbedaan pandangan tentang khuruj atau pemberontakan , salafi yang diakui secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi mengharamkan pemberontakan dan menuduh setiap muslim pemberontak sebagai pengikut sekte Khawarij.  
Sebuah sekte sempalan yang dikenal karena telah membunuh Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan dikenal karena sering memberontak dan berperilaku sangat brutal pada saat peperangan, muslim yang mengkritik pemerintah dicap khawarij  , sikap ini terlihat dari fatwa-fatwa ulama salafi "resmi" bahkan berdemonstrasi ataupun menyampaikan kritik sudah cukup dianggsp untuk mencap seorang muslim sebagai khawarij dengan alasan pemberontakan melalui lisan . 

Bro Hajji ini yang pahamnya "keras" menilai bahwa para ustad salafi murid syaikh Rabi' itu inkonsisten di dalam politik, karena ketika terjadi revolusi Mesir mereka malah mendukung Militer secara tidak langsung , yaitu dengan cara mempengaruhi Partai Salafi An Nour di Mesir agar mendukung kudeta(maaf untuk PartAi An Nour ini saya kurang paham apakah mereka mendukung atau diam saja saja Mohammad Mursi dikudeta oleh Al Sisi  ) yang jelas sikap Partai Salafi An Nour mempermudah Kudeta oleh Al Sisi. Bro Hajji menilai kelompok Syaikh Rabi' suka mengkritik negara muslim lain seperti Turki dan Mesir yang aturannya lebih longgar. Secara "budaya" Islam di negara-negara lain memang tidak seketat di Saudi yang sampai mengharamkan musik dan melarang wanita mengendarai mobil atau  kendaraan sendiri , tetapi ketika Mohammad bin Salman mengubah aturan Arab Saudi para syaikh itu diam saja. 
Dari situlah muncul pertentangan lebih lanjut antara Bro Hajji dengan kelompok salafi resmi binaan Arab Saudi. Bro Hajji tampak beberapa kali mampu mengungguli lawan-lawan debatnya. Ia menggunakan referensi kitab berbahasa Arab yang tidak diduga oleh lawannya, terutama Ustad Shamsi. Bro Hajji menduga Ustad Shamsi ini hanya belajar kitab-kitab yang diajarkan oleh gurunya dan tidak membaca kitab-kitab salafi yang lain.  Ada ustad-ustad salafi lain seperti Abdurrahim Green, Abu Khadeejah , dan Abdurrahman Hasan. Serangan Bro Hajji cukup keras dan terkadang memakai kata-kata yang tidak pantas, musuhnya pun juga demikian. Namun Bro Hajji mampu menungguli lawan-lawannya dalam literatur. Lawan-lawan Bro Hajji hanya bisa mengabaikan sumber-sumber literatur yang digunakan oleh Bro Hajji dan meminta para jamaahnya untuk tidak mendengarkan Bro Hajji karena sesat.

 Menurut saya literatur yang digunakan oleh Bro Hajji membantah ajaran-ajaran kelompok salafi yang menjadi lawannya, pada awalnya Bro Hajji yang berpaham "keras " ini mencoba membantah bahwa tidak semua khuruj atau memberontak itu pasti khawarij karena ada banyak pemberontakan di sejarah Islam yang hanya bermotifkan politik , tentu saya juga tidak setuju jika ada sekelompok orang yang memberontak dan mengacau negara. Tetapi Bro Hajji sudah membuktikan bahwa kelompok salafi resmi telah menutupi kitab literatur yang berseberangan dengan paham mereka meskipun kitab-kitab itu dibuat oleh para ulama panutan mereka sendiri. Masalahnya adalah mereka memainkan label khawarij bagi lawan mereka.  Jika cukup dengan "pemberontak" 😐 mungkin tidak akan seperti itu. Permainan label khawarij ini malah menjadi titik lemah karena tidak semua ulama panutan mereka berpendapat demikian. Bro hajji yang memiliki wawasan literasi yang lebih kuat malah mempermalukan mereka. 

Sebenarnya perdebatan khawarij ini juga ada di Indonesia. Tapi saya tidak suka menyimaknya.  Sebaliknya Ulama yang dituduh khawarij menuduh ulama yang membela pemerintah sebagai murjiah , saya kurang paham itu apa. Sepertinya istilah-istilah seperti itu sudah menjadi bahan komoditas politik .istilah "wahabi" sendiri juga merupakan komoditas politik akibat pergulatan kekuasaan antara Turki Ustmani dan Emirat Dir'iyyah. Namun tidak bisa dipungkiri Emirat Dir'iyyah memang bukan lawan biasa seperti Muhammad Ali Pasya yang memberontak di Mesir , bagian inilah yang akan saya bahas di paragraf selanjutnya 

Bro Hajji yang awalnya hanya mencari-cari literatur yang membenarkan pemberontakan.ya meskipun ia mencari-cari celah hukum namun celah yang dia temukan itu memang ada dan juga dari tokoh-tokoh panutan salafi. Jadi dia tidak mengada-ada. Ia malah menemukan kisah peperangan antara Emirat Diriyah dan Turki Ustmani .literatur yang dia baca adalah kItab unwanul Majd fi Tarikh An Najd karya Syaikh Ustman bin Biysr dan Tarikh An Najd oleh Syaikh Ibrahim Ibnu Ghannam , ia juga membandingkan isi literatur itu dengan kitab mufidul mustafid, kasyafus Syubuhat, dan Ad Durarus saniyah . 

Saya pribadi menemukan perdebatan di atas setelah merasa was-was karena selama ini tidak pernah tahu bahwa Turki Ustmani telah dikafirkan oleh Arab Saudi era Emirat Diriyah , saya merasa seperti dibohongi karena orang-orang salafi yang ada di sekitar saya masih suka memuji-muji Turki Ustmani. Dulu saya menganggap kisah di kitab Unwanul Majd fi Tarikh An Najd dan Tarikh An Najd yang disampaikan di Indonesia sebagai propaganda hitam kelompok non salafi. Tetapi ternyata memang benar. 

Saya malah menemukan sebuah blog lama yang sudah saya baca sebelumnya, sebuah blog bernama MP-WP. Dengan tajuk tulisan Daulah Ustmaniyah ditinjau dari segi Tauhid http://mi-wp.blogspot.com/2011/06/hakikat-daulah-utsmaniyyah-turki.html?m=1 , blog ini sudah hampir setua perkenalan saya dengan salafi. Saya kenal mereka tahun 2010 tapi blog ini dibuat tahun 2011, saya hanya membaca artikel tersebut sebagai artikel yang menceritakan keprihatinan di masa kemunduran Turki Ustmani, namun di saat saya mencari-cari info lagi soal emirat Dar'iyyah dengan Turki Ustmank saya malah menemukan artikel di blog itu yang secara jelas melakukan takfir kepada Turki Ustmani 

Ada juga takfir yang lain kepada Syamsaan dan penduduk al Kharj seperti ini: Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Toghut (sesembahan selain Allah, red)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: “…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thoghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj membawahkan beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372.  https://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/06/beberapa-bukti-pengkafiran-muhammad-bin-abdul-wahhab/

Ada juga kata-kata tidak sopan kepada seorang ulama yang berbeda. Yaitu dengan menyebut Syaikh Sulaiman bin Sahim sebagai seekor sapi Majmu’ Mu’allafaat al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” jilid1 halaman 90-91 disebutkan bahwa ia (Muhammad bin Abdul Wahhab) mengata-ngatai Syeikh Sulaiman dan menjulukinya dengan julukan “Sapi”, dengan ungkapannya: “Orang ini seperti Sapi yang tidak dapat membedakan antara tanah dan kurma”. Padahal dosa Syeikh Sulaiman bin Sahim adalah menolak dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab yang dianggap sesat dari ajaran dan ijma’ ulama Islam, terkhusus Ahlusunah wal Jamaah. Hal ini yang dinyatakan sendiri oleh Bin Abdul Wahhab dalam lanjutan kitab tersebut dengan ungkapan: “Karena mereka telah berusaha…untuk mengingkari dan berlepas tangan dari agama ini” (Kitab ar-Rasa’il as-Syakhsyiah…5/167)
 pendapat https://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/06/beberapa-bukti-pengkafiran-muhammad-bin-abdul-wahhab/
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...