Belum lama ini saya melihat sebuah video di youtube tentang film barat halloween, ceritanya ada orang celaka karena tidak mau menjalankan tradisi, tentu saya berpikir itu cara setan untuk membuat manusia melakukan kemusyrikan. Pada tradisi Halloween orang-orang memasang lampu labu dan memakai kostum hantu. Anak-anak berjalan-jalan di malam hari untuk meminta permen kepada orang-orang, orang yang tinggal di rumah bisa menaku-nakuti atau memberikan permen. Sekarang ini di barat Haloween hanya lah tradisi pop culture belaka, tidak ada orang yang celaka karena tidak memperingatinya. Tetapi di masa silam hallowen memang berasal dari mitos keltik, mitos hari pergantian musim semi ke musim gugur. Orang Keltik di Eropa kuno percaya bahwa pada hari itu batas antara alam gaib dan manusia terbuka lebar, sehingga banyak lelembut jahat berkeliaran. Sebagai upaya untuk tolak balak orang sana mengadakan acara hantu-hantuan.
Saya menemtukan pertanyaan dari muslim yang tinggal di barat kepada seorang ulama terkait perayaan Haloween. Ulama itu mwnjawab haram karena setan itu musuh yang nyata bagi manusia dan itu tradisi kafir apalagi jika tolak bala di hari itu diyakini sebagai persembahan kepada jin jahat supaya tidak menganggu
Sebenarnya tradisi asli helloween tentang tolak balak. Yang belum termodernisasi itu memiliki kemiripan dengan kepercayaan malam satu suro di Pulau Jawa , banyak orang Jawa yang melarang anggota keluarganya keluar pada malam satu suro. Balak yang terjadi pada malam dan tanggal satu suro bukanlah isapan jempol , saya mendengar dari orang yang saya bisa percaya bahwa di kota asalnya sering terjadi kecelakaan di suatu perempatan jalan pada satu suro dengan korban pasti meninggal. Orang Jawa pada tanggal tersebut ada yang melakukan Kegiatan spiritual seperti berendam di tugu soeharto atau ritual-ritual Lain . Tentu Tidak lupa orang yang percaYa atau memegang adat membuat bubur suro untuk dibagikan kepada para tetangganya.
Sudah banyak Ulama yang memfatwakan haram memperingati satu suro terutama dari kalangan Islam puritan , alasannya karena menyerupai Tradisi non Islam dan rentan kemuSyrikan ,
Saya menemukan beberapa kemiripan antara malam satu suro dengan halloween yaitu adanya konsep turunya balak. Adanya orang yang menjadi hantu. Orang yang melakukan kemusyrikan dan orang yang membagikan sedekah
Saya rasa meyakini hari tertentu sebagai hari Keluarnya bangsa jiN tidak otomatis syirik tetapi lebih kepada khurafat. Berbeda jika meyakini hari itu adalah hari yang sial , Meskipun demikian sifat kekhurafatanYa masih bisa Dipahami, Islam sendiri mengajarkan bahwa Saat menjelang Maghrib sampai sehabis Isya' adalah waktu jin-jin Berkeliaran Sehingga Kita diperintahkan untuk tidak keluyuran dan banyak beribadah , menurut saya adanya hari ketika banyak jin menganggu mAnusia itu masuk akal , dan sUdah banyak buKtinya , hanya saja zaman sekarang keadaan lebih aman karena zaman sudah Modern. Sekarsng ini selepas maghrib sudah tidak terasa menyeramkan sehingga orang biasa keluar rumah meSkipun dilarang oleh hadis, begitu juga dengan hari ketika jin banyak menganggu manusia.
Di zaman kakek dan nenek kita banyak kejadian anak yang bermain di waktu maghrib diculik dan disembunyikan kleh jin. Hal itu adalah fakta yang sudaH sangat mutawattir , atas dasar itulah saya meyakini hari ketiKa banyak Jin menganggu manusia itu ada meskipun tidaK ada nashnya , keTika banyak orang memberi sajen Jin semakin kuat. Meskipun sekarang ini jin sudah tidak sekuAt Dulu Namun bukan tidak mungkin di masa depan jika manusia mengalaMi kEmunduran jin akAn menguat kemBali , saya rasA sedekah bisa membuat diri kita dilindungi Allah jika hari jin menganggu manusia benar-benar ada ,Sedekah itu Jangan diniatkan sebagai sesajian kepada jin agar tidak dIganggu Dan jangan juga diyakini karena makanan tertentu misalnya bubur di satu suro atau permen di hallowen bala menjadi tertolak , karena itu musyrik tetapi sebagai SeDekah kepada sesAma manusia Yang menyebbakan Allah Azza wa jalla melindungi kita, sebagaimana Hadis yang mengatakan seDekah itu seperti baju besi
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar