Langsung ke konten utama

Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

Buku sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi adalah buku yang ditulis oleh Marhadi Mukhayar atau Syaikh Idahram pada tahun 2011, meskipun ini merupakan buku lama namun saya baru sempat mendapatkan dan membacanya pada tahun 2021. sepuluh tahun setelah cetakan pertamanya pada 2011 , buku yang berhasil saya dapatkan mencantumkan adanya 18 kali pencetakan dengan pencetakan terakhir dilakukan pada tahun 2012. buku ini cukup laris dan sudah lama menjadi perdebatan. kelompok Nahdiyah menganggap buku ini otentik sementara itu kelompok salafi yang diwakili oleh Ustad Firanda Andirja mengatakan buku ini Palsu, meskipun demikian saya akan mengungkap sebagian isinya, bukan untuk menurunkan penjualan buku cetak namun agar orang-orang lebih memahami poin apa yang diperdebatkan, menurut saya secara umum buku ini tidak memiliki masalah dalam pengertian berbeda jauh dari sejarah Dunia. hanya saja bagian awal buku ini, juga bagian awal kitab "mereka merubah kitab-kitab ulama klasik " mengandung sedikit kesalahan yaitu menyebut bahwa Pasukan Mesir yang menyerang Dir'iyyah adalah pasukan Raja Fuad, mungkin maksudnya pasukan kerajaan Mesirnya Raja Fuad, Raja Mesir sebelum Mesir menjadi republik di bawah Gamal Abdul Naser, mungkin penyebutan Raja Fuad itu sebagai cara untuk mempermudah agar pembaca dari kalangan NU cepat paham, kalangan NU yang dulu sempat banyak belajar di Makkah dan Madinah saat masih dibawah Turki Ustmani mengenal Raja Mesir sebagai Raja Fuad , sebenarnya Raja Fuad memang masih keturunan Raja Muhammad Ali yang menyetang Dar'iyyah , di bagian tengah buku ini sudah disebutkan secara lebih benar bahwa penyerang Dar'iyyah adalah Ibrahim Pasya dan Muhammad Ali. buku Ahmad Zaini Dahlan malah menyebutkan Muhammad Ali langsung turun . buku ini membahas sejarah yang jarang disinggung di dunia , bisa dibilang sejarah yang lebih banyak dikenal oleh kalangan Nahdhiyin dari mulut ke mulut ketika peristiwa penaklukan Hijaz oleh Arab Saudi pada akhir Perang Dunia Pertama , seperti yang kita ketahui. kelompok-kelompok Islam di Indonesia kadang meiliki perspektif tersendiri pada sejarah, Kelompok HTI dan PKS misalnya lebih sering membahas hancurnya Turki Ustmani dengan menitik beratkan pada sosok Mustafa Kemal Attaturk , perbedaan pengetahuan sejarah dan perspektif ini muncul karena pengalaman dan pola pikir yang berbeda, kelompok Nahdiyin sangat terdampak pada saat Makkah dan Madinah dikuasai oleh Arab Saudi, dua kota suci tersebut dulunya mengajarkan hal-hal yang dijalankan dam dianut oleh kelompok Nahdiyin , namun berunbah brgitu dikuasai oleh Arab Saudi, kelompOk Salafi sendiri suka mengatakan bahwa ajaran mereka adalah ajarqn Islam yang benar karena Makkah dan Madinah dikuasai oleh Arab Saudi yang berpaham Salafi , sedangkan kelompok HTI dan PKS sedikit banyak terpengaruh oleh ajaran Salafi Saudi karena Ikhwanul muslimin yang menjadi panutan PKS pernah bekerjasama dengan Arab Saudi di bidang pendidikan, saat itu Arab Saudi mendatangkan banyak guru dari Mesir. bagian sejarah dari buku ini sebagian diragukan dan didustakan oleh kelompok salafi terutama oleh Ustad Firanda Andirja dalam bantahannya yang berjudul koleksi Dusta Idahram. bantahan tersebut berbentuk tulisan berseri sebanyak 13 seri di situs milik ustad Firanda , bagian-bagian awalnya lebih banyak membantah aSyiah, bagian tengahnya membantah tuduhan dari buku sejarah berdarah sekte salafi Wahabi bahwa gerakan salafi atau Wahabi itu termasuk khawarij , baru di bagian akhirnya mungkin dari bagian 11 atau 12 sampai tiga belas yang membahas sedikit sekali bagian sejerah dari buku Syaikh Idahram ini,bagian yang membahas sedikit sejarah buku ini pun hanya membantah dengan masih menyisakan keraguan, bagian yang dibantah cuma sedikit, padahal sejarah yamg buruk lebih banyak, misalnya adanya perjanjian Darin antara Arab Saudi dan Inggris pada 1915, memang buku itu tidak mengatakan jelas kalau perjanjiannya bernama perjanjia Darin, entah apa alasannya , secara global perjanjian ini sudah diketahui sebagai kerjasam Arab Saudi dan Inggris untuk melawan Ibnu Rasyid dari Emirat Jabal Syammar yang tunduk pada Turki Ustmani pada perang dunoa pertama. bagian yang dibantah ada yang berasal dari buku Orang Inggris yang tinggal di India, Ustad Firanda menolak catatan Orang Inggris tersebut dengan alasan Orang Inggris itu bukan Muslim, meskipun saya tidak sepenuhnya setuju dengan alasan non muslim namun saya memahami kalau orang Inggris itu mungkin memang memiliki itikad buruk, sumber lain yang ditolak adalah Syaikh Ahmad Zaini Dahlan. mufti Syafi'i dan pengajar terpenting di Masjidil Haram pada masanya, Ustad Firanda menolak keterangan dari Ahmad Zaini Dahlan dengan dalih Syaikh Ahmad mengkafirkan Salafi. ustad Firanda juga mengungkapkan keheranannya pada orang yang menuduh Salafi suja mengkafirkan padahal Ahmad Zaidi Dahlan mengkafirkan kelompoknya, mungkin ustad Firanda tidak tahu bahwa ada salafi yang keras juga dalam mengkafirkan non-salafi , termasuk Imam Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud atau Saud Al Kabair, pernyataan pengkafiran itu bisa dibaca di situs milik Aman Aduwrahman( aslinya Abdurrahman, tapi saya plesetkan dengan sengaja karena dia ISIs yang tidak rahmah sama sekali), pentolan JAD , organisasi Affiliasi ISIS di Indonesia yang sudah divonis mati namun belum juga dieksekusi, ustad Firanda juga menolak keterangan bahwa Kaum Najd menjual daging Anjing ke Orang Makkah yang dikepung, saya belum bisa memastikan itu benar atau tidak namun UstaD Firanda mengatkaan "mana mungkin muslim menjual daging anjing pada sesama muslim" saya meragukan adanya penjualan daging anjing karena menurut saya pengepung akan memilih untuk membuat penduduk kota yang dikepung (Makkah) kelaparan ketimbang mencari keuntungan dengan menjual daging anjing, namun pernyataan ustad Firanda soal "mana mungkin menjual daging anjing ke muslim" bisa dijelaskan dengan pernyataan pengkafiran terhadap Turki Ustmani , berikut ini pernyataanya : http://mi-wp.blogspot.com/2011/06/sikap-dakwah-syaikh-muhammad-ibnu-abdil.html?m=0 1. link ini mengatakan Saudi tidak berontak karena Najd bukan daerah kekuasaan Turki Ustmani dan kalau berontak pun tidak apa-apa karena Turki Ustmani kafir , di bawah ini sebagian pern Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah (Wafat 1229 H) Dan telah lalu saya nukilkan ucapannya tentang Daulah ‘Utsmaniyyah ini, dan di antara ucapannya juga di dalam surat yang beliau kirim kepada gubernur Baghdad: “Dan adapun ucapan kalian: ”Bagaimana dengan kebodohannya ini berani lancang membangkitkan fitnah dengan mengkafirkan kaum muslimin dan ahli kiblat serta memerangi kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir…” maka kami katakan: “Sungguh telah lalu bahwa kami tidak mengkafirkan dengan sebab dosa, namun kami hanyalah memerangi orang yang menyekutukan Allah dan menjadikan tandingan bagi-Nya yang mana dia memohon kepadanya seperti dia memohon kepada Allah, dia berkurban untuknya seperti dia berkurban untuk Allah, dia nadzar baginya seperti dia nadzar bagi Allah, dia takut kepadanya seperti dia takut kepada Allah, dia beristighatsah kepadanya di dalam kondisi susah dan di dalam memohon manfaat, dia berperang di dalam rangka melindungi berhala-berhala dan kubah-kubah yang dibangun di atas kuburan yang dijadikan berhala yang disembah selain Allah. Dan bila kalian memang benar di dalam klaim kalian bahwa kalian berada di atas millatul Islam dan mutaba’ah kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka hancurkanlah berhala-berhala itu semuanya dan ratakanlah dengan tanah serta taubatlah kalian kepada Allah dari semua syirik dan bid’ah-bid’ah itu…” terus beliau berkata: “Dan adapun bila kalian tetap berada di atas keadaan kalian ini dan kalian tidak taubat dari syirik yang kalian anut dan kalian tidak mau komitmen dengan dienullah yang mana Allah telah mengutus Rasul-Nya dengannya serta kalian tidak meninggalkan syirik, bid’ah-bid’ah dan khurafat-khurafat itu, maka kami akan senantiasa memerangi kalian sampai kalian kembali kepada agama Allah yang lurus”.[3] 2. Syaikh Sulaiman Ibnu ‘Abdillah Ibnu Muhammad Ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah (Wafat 1233 H). Sesungguhnya Turki tatkala menginvasi negeri tauhid, maka Syaikh Sulaiman Ibnu ‘Abdillah rahimahullah menulis kitab yang diberi judul –Ad Dalaail– yang menjelaskan kemurtaddan dan kekafiran orang yang membantu dan mendukung mereka walaupun dia itu tidak berada di atas ajaran mereka –di dalam syirik itu– dan di dalamnya beliau menuturkan lebih dari dua puluh dalil terhadap hal itu, serta beliau menjuluki pasukan yang menginvasi itu dengan julukan Junud Al Qubab Wasy Syirki (Pasukan Kubah dan Syirik).[4] 5. Syaikh Abdullah Ibnu Abdillathif rahimahullah (Wafat 1339 H) Beliau rahimahullah ditanya tentang orang yang tidak mengkafirkan Daulah ‘Utsmaniyyah dan orang yang mengundang mereka datang menyerang kaum muslimin dan dia memilih perwalian kepada mereka dan bahwa wajib berjihad bersama mereka. Sedang orang yang lain adalah tidak berpendapat seperti itu, namun menurut dia bahwa Daulah ‘Utsmaniyyah ini dan orang yang mengundangnya adalah bughat dan tidak halal dari mereka kecuali apa yang halal dari bughat serta bahwa apa yang dighanimah dari orang-orang arab Badui yang bergabung dengan mereka adalah haram. Maka Syaikh menjawab: “Orang yang tidak mengetahui kekafiran daulah ini dan dia tidak membedakannya dengan bughat dari kalangan kaum muslimin, maka dia itu tidak mengetahui makna laa ilaaha illallaah. Kemudian bila beserta itu semua dia meyakini bahwa ini adalah daulah adalah kaum muslimin, maka dia itu lebih dasyat dan lebih parah, dan inilah keraguan prihal kekafiran orang yang telah kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya, sedangkan orang yang mengundang mereka dan membantu mereka terhadap kaum muslimin dengan bentuk bantuan apa saja, soal bagian dari buku ini sebagian besar ditolak dan dibantah oleh Ustad Firanda dengan dasar penulisnya bukan muslim atau syiah , yang muslim dan bukan syiah yaitu Ahmad Zaini Dahlan ditolak karena mengkafirkan Wahabi, di situ ustad firanda mengungkapkan keherannya dengan kelompok lain yang menuduh salafi suka mengkafirkan padahal Ahmad Zaini Dahlan mengkafirkan Wahabi, mungkin ustad Firanda tidak tahu kitab-kitab yang dirujuk oleh temanya Aman Abdurrahman karena Arab Saudi yang sekarang mungkin saja sudah tidak mau mengajarkan kitab-kitab seperti itu seperti Kitab Ad Durarussaniyah, meskipun demikian saya masih merasa sangsi dengan blog itu sebab judulnya sikap dakwah Syaikh Muhammad bin AbdulWahab namun yang ada adalah sikap cucu, cicit, murid dan amir Bani Saud era Emirat dar'iyyah yang ketiga yaitu Saud Al Kabir atau Imam Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud , kutipan-kutipan lain yang mengkafirkan Turki Ustmani di blog Aman Abdurrahman bukan berasal dari masa Arab Saudi Emirat Dar'iyyah yang dibahas dk buku Syaikh Idahram tapi masa Emirat Najd tahun 1840-1891 saat ibukota Arab Saudi ibukotanya sudah pindah ke Riyahd, buku Syaikh Idahram melakukan kesalahan dengan menyebutkan Muhanmad bin Saud pendiri Emirat Dir'iyyah dipancung di Istmabul pada tahun kembar 1818 dan alur sejarah langsung lompat ke tahun 1902 ketika Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Saud mulai melawan Bani Rasyid dengan merebut kembali Riyadh , saya menduga ada kesalahan baca terkait Uyaynah, buku tersebut menyebutkan bahwa Ustman bin Muammar atau Ustman bin Ma'mar menurut logat Arab Najdi dibunuh setelah shalat jum'at dan kotanya di Uyaynah dihancurkan , kota tersebut memang hancur dalam peperangan melawan Emirat Dir'iyah dan akibat dari wabah , sepertinya buku tersebut mencampur adukan kronologi terbunuhnya Ustman bin Muammar dengan penghancurab Uyaynah, selain itu ada bagian janggal. Yaitu Muhammad bin Abdul Wahab melarang kota Uyaynah dibangun selama 200 tahun dan mengancam Allah akan mengirimkan jutaan belalang untuk meluluhlantahkan kota tersebut, Syaikh Idahram membuat interpretasi sendiri bahwa hal itu dilakukan karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dendam diusir dari sana . Ustad Firanda membantahnya bahwa Ustman bin Muammar masih berhubungan baik dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab setelah dipaksa penguasa Bani Khalid untuk meninggalkannya, Ustman bin Ma'mar dibunuh karena berkomplot dengan pwnguasa Tsamard yang dianggap murtad Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab , hal ini adamengatakan  Padahal di buku tersebut juga ada keterangan bahwa tiga hari pasca kematian Ustman bin Muammar Muhammad bin Abdul Wahab mendatangi Uyaynah untuk mengangkat Musy'ari/Misy'ari bin MA'MAR sebagai pengganti Ustman, sepertinya penghancuran Uyaynah memang terjadi tapi di waktu yang lain, di buku itu disatukan sehingga membingungkan , di wikipedia Bahasa Inggris, disebutkan bahwa Uyaynah hancur karena perang reformasi Muhammad bin Abdul Wahab dan sebuah wabah, dan baru dibangun pada masa Arab Saudi modern, memang benar ada sekitar 200 tahun sebelum kota itu dibangun lagi tapi mungkin belalang yang disebutkan di buku adalah salah membaca soal wabah , saya ragu idahram sengaja berbohong , mungkin salah baca, sementara ustad firanda menyebutkan ada beberapa kutipan unwanul majd yang aslinya tidak ada saya curiga itu karena halamnnya tergesar, di kitab unwanul majd yang saya baca halaman 23 masih merupakan kata pegantar terakhir , halaman pertama baru dimulai pada halaman 24, di buku idahram penghancuran Uyaynah disebutkan dari halaman 23 kitab unwanul majd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...