https://en.m.wikipedia.org/wiki/Middle_Eastern_theatre_of_World_War_I , pada laman tersebut saya menemukan dua nama yang identik, satunya Saud bin Abdul Aziz satunya Abdul Aziz bin Saud, munhkin pembaca yang tidak tahu akan mengira bahwa mereka masih satu keluarga namun bermusuhan, sebenarnya anggapan itu juga tidak salah karena sebenarnya mereka masih berkerabat,keluarga Saud bin Abdul Aziz adalah Amir dari Keamiran atau Emirat/Imarah Jabal Syammar, atau Bani Rasyid yang merupakan bawahan Turki Ustmani sedangkan Abdul Aziz bin Saud aslinya adalah Abdul aziz bin Abdurrahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud, keluraga Saud namun nasabnya disingkat langsung ke leluhur tertingginya yaitu Saud, sehingga namanya bukan Abdul Aziz bin Abdurrahman namun Abdul Aziz bin Saud ia adalah pendiri Arab saudi modern kakek dari pangeran Muhammad bin Salman serta ayah dari semua raja saudi modern sebelum raja salman terkecuali dirinya sendiri yang merupakan raja saudi modern pertama , Bani Saud dan Bani Rasyid memiliki ikatatan kekeluargaan . mereka saling berhadapan pada Perang Dunia Pertama sebagai lawan karena sebelumnya Abdullah bin Faisal. kakak Abdurrahman bin Faisal dikudeta oleh keluarga Al Rasyid dalam perang saudara antara anak-anak Saud bin Faisal dengan Abdullah bin Faisal, Abdurrahman bin Faisal,dan Muhammad bin Faisal , itu adalah perang saudara klan saud kedua setelah perang antara Muhammad bin Faisal dan Abdullah bin Faisal melawan Abdurrahman bin Faisal dan Saud bin Faisal, Saud dan Abdurrahman memiliki ibu yang berbeda dengan Abdullah dan Muhammad, Saud sempat mengkideta Abdullah beberapa kali dengan bantuan dari Abdurrahman namum pada akhirnya.jabatan amir kembali ke tangan Abdullah bin Faisal dan Saud meninggal, Rupanya anak-anak laki-laki Saud yang berjumlah enam orang tidak terima Abdullah menjabat sebagai Amir lagi , mereka merasa lebih berhak karena Abdullah bin Faisal tidak memiliki anak laki-laki, istri Abdullah bin Faisal adalah anggota keluarga Al Rasyid yang berkuasa di Ha'il , saat itu Jabal Syammar lebih kuat dari Klan Saud karena Saud melemah akibat perang Saudara Abdullah & Muhammad vs Saud & Abdurrahman , keenam anak laki-laki Saud memenjarakan Abdullah.
Keluarga aal Rasyid berpura-pura menolong namun malah gantian memenjarakan Abdullah bin Faisal dan tiga anak laki-laki Saud bin Faisal di Ha'il, tiga anak laki-laki Saud bin Faisal yang lain dibunuh di Riyadh,Keluarga Al Rasyid ingin menguasai seluruh Najd.
Abdurrahman mencoba menyusun kekuatan untuk menyelamatkan kakaknya dan para keponakannya namun kalah , ia terusir ke gurun Rub al khali lalu mengungsi ke Kuwait . dari situlah muncul perang Klan Saud melawan Klan Rasyid pada perang dunia pertama.
bagian ini adalah perang yang terlupakan pada perang dunia pertama oleh banyak orang Indonesia. selain karena tidak ada hubungannya dengan Indonesia secara langsung orang yang memiliki kepentingan dengan sejarah ini sering menceritakan sejarah ini dengan tidak benar , aslinya Baik Klan Saud maupun Klan Hasyim melawan Turki Ustmani , Klan Hasyim dengan bantuan Inggris namun Orang HTI dan yang sejenisnya kadang lupa perab Klan Hasyim dan langsung menyalahkan Klan Saud secara keseluruhan, sedangkan kelompok salafi yang pro Arab Saudi melalui situs Saudinesia melupakan perang antara Klan Saud yang didukung oleh Inggris melawan Klan Rasyid yang didukung oleh Turki Ustmani pada Perang Dunia Pertama
bagian perebutan kembali Riyadh sudah pernah saya bahas di blog ini atau blog saya yang lain, namun sepertinya saya salah menuliskan nama pemimpin Bani Rasyid, dalam tulisan tersebut saya menceritakan proses direbutnya kembali Royadh oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman , Bani Saud dan Bani Sabah di Kuwait diserang oleh Bani Rasyid, seorang kapten Inggris yang sedang bersandar di Pamtai Kuwait merasa kasihan dengan Bani Saud dan Bani Sabah yang didesak oleh Bani Rasyid sampai ke pinggir Pantai, Kapten itu kemudian memerintahkan kapalnya untuk menembaki pasukan Bani Rasyid yang hampir mengalahkan Bani Sabah dan Bani Saud . Abdurrahman lalu merebut Riyadh di malam hari dan membunuh gubernur yang ditempatkan oleh Bani Rasyid di sana. singkatnya Bani Rasyid gagal merebut Riyadh kembali karena masyarakat Riyadh dan kota di sekitarnya mendukung Bani Saud, pada tulisan saya yang itu cerita kekalahan Bani Rasyid disingkat karena hanya berfokus pada direbutnya kembali Riyadh oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman, kali ini saya akan menuturkan proses jatuhnha keamiran Bani Rasyid di Ha'il oleh Bani Saud pada Perang Dunia Pertama.
Klan Sabah(Shabah) yang berkuasa di Kuwait mendorong Ibnu Saud untuk merebut Riyadh karena mereka takut kekuasaan Klan Rasyid semakin meluas apalagi KLan Rasyid adalah sekutu Turki Ustmani , Pertarungan di Najd terjadi antara Ibnu Saud yang didukung Inggris melawan Ibnu Rasyid yang didukung Kekhalifahan Turki Ustmani, Inggris mendukung Ibnu Saud karena khawatir Turki Ustmani akan mengancam kedudukan mereka di Kuwait melalui tangan Bani Rasyid, Pada tahun 1906 wilayah Qasim direbut oleh Ibnu Al Saud sehingga kekuatan Bani Saud semakin mengancam pusat kekuasaan Bani Rasyid di Najd Utara. selain itu Ibnu Saud juga sudah mengusai Buraidah dan Unayzah, sehingga Najd menjadi terbelah dua antara Ibnu Saud dan Saud bin Abdul Aziz dahsyatnya perang antara Ibnu SAUD dan Ibnu Rasyid yang mewakili Turki Ustmani digambarkan oleh Ustman bin Abdullah bin Bisyr dalam Kitab Unwanul MaJid Fi Tarikh Najd sebagai peperangan berdarah yang menewaskan banyak pasukan Ustmani , dalam sekali serangan saja 2400 tentara Ustmani yang terdiri atas pasukan Mesir, Maroko. dan Quraisy gugur
Pada 1915 Ibnu Saud menandatangi perjanjian Darin dengan Inggris, berdasarkan traktat ini Inggris mengakui kekuasaan Ibnu Saud atas Najd, Hasa/Al Ahsa, Qathif, dan Jubail serta wilayah-wilayah yang tergabung dengan empat wilayah utama itu. apabila ada serangan ke wilayah-wilayah it, Inggris akan membantu Ibnu Saud dengan kekuatan penuh , Ibnu Saud juga mendapatkan keuntungan meterial dari traktat tersebut berupa 1000 pucuk senjata api dan uang sebesar 20.000 poundsterling pada saat traktat tersebut ditandatangani , selain itu Ibnu Saud mendapatkan Bantuan Bulanan sebesar 5000 Poundsterling setiap bulan hingga keruntuhan Kekhalifahan Turki Ustmani. sementata itu sebagai imbalan Ibnu Saud tidak akan ikut campur dk daerah protektorat Inggris seperti Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar. meskion pada tahun 1920 Bani Saud menyerang Kuwait yang dulu sempat melindungi Mereka, pemimpin Bani Sabah di Kuwait Syaikh Salim Al Sabah(seharusnya Shabah)hampir menjadi tawanan mereka jika tidak diselamatkan pasukan Ibnu Thawallah dan Ujman
Al Rasyid saingan Ibnu Saud di Najd tetap berada di bawah kekuasaan Turki Ustmani. seiring dengan melemahnya Turki Ustmani Ibnu Rasyid juga semakin melemah. pada 4 November 1921, ibukota Klan Rasyid di Ha'il jatuh ke tangan Bani Saud yang dibantu oleh Inggris, Kota itu sudah melemah setelah berbulan-bulan dikepung , warganya terpaksa membaiat Ibnu Suud
setelah Ha'il Tunduk Ibnu Saud menyerang Hijaz, Syarif Makkah Husain didepak oleh Inggris setelah sudah tidak dibutuhkan lagi padahal sebelumnya Inggris menjanjikan pada Penguasa Hijaz tersebut untuk menjadi Raja seluruh Arab jika Turki Ustmani berhasil dikalahkan
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar