perang Emirat Dariyyah(Arab Saudi pertama) vs kesyarifan Makkah di Hijaz , penguasa Makkah dan Madinah sebelum Arab Saudi
Arab Saudi memiliki sejarah yang panjang sehingga akan membingungkan apabila tidak dibahas dengan benar. sebagai contoh nama Ibnu Saud sekarang lebih banyak disematkan kepada Abdul Aziz Bin Saud raja pertama kerajaan Arab Saudi modern, sebenarnya Ibnu Saud ada lebih dari satu karena nama-nama para penguasa Daulah Bani Saud banyak yang sama, Ibnu Saud adalah julukan yang berarti anaknya Al Saud, tentu dalam satu dinasti yang memiliki nama saud banyak sehingga anaknya saud juga banyak, sosok Ibnu Saud pendiri negara Arab Saudi modern(1922-se kadang tertukar dengan Muhammad bin Saud pendiri Emirat Diriyah atau negara Saudi pertama(1744-1818), Ibnu Saud pendiri Diriyah adalah orang yang menampung Muhammad bin Abdul Wahab sekaligus besan dan muridnya, sosok Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi(1703-1792) juga sering menjadi sumber kerancuan sejarah karena berbagai kontroversi, misalnya Muhammad bin Abdul Wahab disebut sebagai antek Inggris yang dibina oleh mata-mata Inggris yang bernama Lord Hampher, kisah itu terdapat pada dokumen yang disebut sebagai the memoar of Lord Hampher, dokumen itu sudah pernah dipastikan kepalsuannya dan mungkin adalah buatan Turki Muda, secara tahun masa hidup Syaikh Muhammad bin AbdulWahab juga masih jauh dari masa kedatangan Inggris ke Teluk Arab, sehingga mustahil inggris bisa membina orang Arab setempat melalui mata-matanya, sejarah Arab Saudi menjadi kabur di Indonesia karena kepentingan politik aliran, aliran yang setuju dengan gerakan dakwah Muhammad bin AbdulWahab cenderung menampilkan potongan-potongan sejarah yang bagus-bagus mengenai Muhammad bin AbdulWahab, gerakan dakwahnya yang sering disebut Wahabi, dan juga Arab Saudi, sedangkan pihak yang kontra sering menceritakan hal-hal buruknya, untuk baik dan buruk suatu sejarah itu tergantung pada perspektif yang melihat, kejadian yang sama dapat dilihat secara berbeda tergantung sudut pandang yang melihat, tetapi di sejarah Saudi sering terjadi kerancuan fakta yang terjadi akibat disengaja maupun tidak, kekacauan paling rusak adalah kacaunya kronologi peristiwa dan masa hidup para tokohnya, misalnya ada yang salah sangka bahwa masa Hidup Muhammad bin AbdulWahab sama dengan Abdul Aziz bin Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab bekerjasama dengan Lawrence of Arabia, padahal seperti yang sudah saya sebut tadi, masa hidup keduanya sangat berbeda, Muhammad bin Abdul Wahab hidup tahun 1700an bukan saat Perang Dunia Pertama pada awal 1900an. Hal itu saya sadari saat mengingat Perang Padri di Sumatera Barat, buku sejarah menyebut Imam Bonjol dan para Ulama Padri terinspirasi gerakan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Perang Padri terjadi awal 1800an, Perang Dunia Pertama terjadi di awal 1900an, tentu aneh jika Imam Bonjol lahir lebih dahulu dari Muhammad bin Abdul Wahab namun terinspirasi oleh Muhammad bin Abdul Wahab.
Ada juga yang melupakan peran Syarif Makkah penguasa Hijaz dalam pemberontakan Arabmelawan Turki Ustmani karena satu paham, Bani Saud dianggap satu-satunya pengerak revolusi Arab, entah disengaja atau tidak tapi kesalahan seperti ini sering terjadi di Indonesia namun tidak terjadi di luar negeri, sepertinya blog-blog di Indonesia hanya meniru tulisan sesama Orang Indonesia, saya yang menyadur tulisan berbahasa Inggris belum tentu benar juga tapi paling tidak saya berusaha untuk tidak membuat kesalahan kronologi peristiwa dan masa hidup tokoh-tokoh, atau melupakan pihak besar yang terlibat.
rasanya sudah cukup panjang saya membahas kerancuan yang ada kini saatnya untuk masuk ke kilas balik Emirat Diriyah pertama sebagai awalan untuk membahas Emirat Najd
Para pemimpin atau Amir dari Emirat Diriyah;
1.Muhammad bin Saud
2.Abdul Aziz bin Saud sebut saja Abdul Aziz I sebagai pembeda dengan Abdul Aziz modern
3.Saud al Kabir atau Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud
4.Abdullah bin Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud
Amir atau Raja pertama mereka adalah Muhammad bin Saud, dan takhta kerajaannya diwariskan ke anaknya setelah mati, strategi yang digunakan oleh Muhammad bin Saud dan para keturunannya adalah. Ketika berhasil menguasai suatu kebailah, mereka akan memberikan kuasa kepada orang yang memiliki kedekatan dengan kabilah tersebut, strategi yang sama juga diterapkan pada kabilah-kabilah lainnya sehingga seluruh kabilah dapat mereka kuasai.
Jika ingin memerangi suatu negeri. muhammad bin Saud akan menulis surat(dengan huruf) sebesar jari kelingking kepada kabilah-kabilah yang dia inginkan untuk bergabung dalam peperangan itu . Dalam surat tersebut dia meminta pendudduk kabilah yang dimaksud untuk datang menemuinya. Dan mereka pun datang dengan membawa segala perbrkalan yang dibutuhkan z bahkan lebih, mereka sama sekali tidak membebani sang raja dengan apapun. Padahal ia sama sekali tidak memiliki pasukan. Bala tentara. Maupun Kantor yang dapat melindungi mereka .
Bila merampas harta orang lain, empat perlima dari harta itu mereka ambil, sementara seperlimanya diberika. Untuk Sang Raja. Ke mana pun Muhammad bin Saud pergi, ribuan orang dari mereka mengawalnya dengan setia , tidak Da yang mengetahui jumlah pastinya kecuali Allah , dan tidak ada yang berani menentang Muhammad bin Saud meskipun sebesar lalat atau setipis kulit.
Demikian pula Muhammad bin Abdul Wahab, sebagaimana kita ketahui , Muhammad bin Abdil Wahab hidup selama 95 Tahun. Terhitung sejak kelahirannya pada 1111 H dan tahun kematiannya pada 1206. Para pembencinya mencatat kematiannya sebagai ungkapan "kematian orang ..... Itu terjadi pada tahun 1206 H .sketika dia mati ajarannya diteruskan oleh anak-anaknya, dia meninggalkan anak-anak yang melanjutkan misinya , para anaknya adalah Abdullah, yang paling tua, kemudian Hasan, Husain, dan Ali . Mereka dipanggil Alu Syaikh ("putra-putra Syaikh " ) Abdullah sebagai anak tertua meneruskan dakwah ayahnya. Abdullah memiliki putra berjumlah dua, Sulaiman dan Abdurrahman. Dia dibunuh Ibrahim Pasya pada 1233 Hijriah sementara Abdurrahman ditangkap dan dikirim ke Mesir , ia sempat hidup sebentar di Mesir sebelum akhirnya meninggal
Adapun anak Muhammad bin Abdul Wahab yang lain, yaitu Hasan. Mempunyai keturunan bernama Abdurrahman pula. Dia menjadi hakim di Mekkah pada beberapa tahun saat mereka menguasai Makkah, ia berumur panjang hingga seratus tahun. Abdurrahman meninggalkan anak bernama Abdil Lathif . Adapun anak ketiga Muhammad Abdul Wahab , Husain, memiliki keturunan yang sangat banyak , mereka masih ada di Diriyyah saat buku AdDurarrus Saniyah fii Raddu Alaa Wahabiiyah ditulis oleh Ahmad Zaini Dahlan.
Muhammad bin Abdul Wahab pernah disurati oleh gurunya , Syaikh Muhammad Sulaiman al Kurdi Al Madani , ulama Kurdi pengajar di Madinah . Isinya " wahai Putra Abdul Wahab, semoga kesejahteraan tercurah kepada orang-orang yang mau mengikuti petunjuk, sesungguhnya aku menasihatimu karena Allah. Hendaknya engkau menjaga lidahmu terhadap Umat Islam. Jika engkau mendengar seseorang yang meyakini bahwa segala sesuatu selain Allah yang dimintai pertolongan (al Mustaghats bihi) mampu membuat pengaruh , maka ajarkalah dia hal yang benar, an sebutkanlah padanya dalil-dalil yang menyatakan bawa segala sesuatu selain Allah tidak mampu mendatangkan apa-apa , tetapi apabila ia menolak dam bersikukuh , kamu boleh menvonisnya kafir seorang diri, tidak ada udzur bagimu untuk mengkafirkan mayoritas (Sawad al adham) Umat Islam , sementara engkau sendiri telah ka
Orang-orang Wahabi mengajukan izin untk menjalankan ibadah haji pada masa kekuasan Asy-Syarif Mas'ud bin Sa'id bin Sa'd bin Zaid yang menjadi Amir Makkah pada 1165 Hijriah , kaum Wahabi ingin menyebarkan akidah mereka sembari menjalankan ibadah haji. Mereka bersikukuh meminta izin untuk melaksanakan ibadah haji, sekalipun harus membayar sejumlah biaya yang ditetapkan atas mereka setiap tahun. Ketika itu orang-orang Makkah dan Madinah sudah mendengar kiprah dan kemunculan Orang Wahabi di Najd ini , namun belum pernah melihatnya secara langsung , begitu para ulama "wahabi" yang berjumlah 30 ini tiba , Asy-Syarif Mas'ud memerintahkan para ulama haramain untuk mengadakan pErdebatan , ketika terjadi perdebatan para ulama haramain menganggap mereka hanyalah lelucon dan bahan olok-olok layaknya keledai yang lari tunggang langgang dari singa , para ulama haramain juga menyimpulkan bahwa akidah "ulama wahabi" itu dipenuhi berbagai perkara yang cukup untul menjadikan merkea kafir (mukaffirat ), di sini tidak dijelaskan apa, setahu saya salafi dan asyairah ada yang saling mengkafirkan dan menuduh atheis, Sebagian salafi menuduh asyairah atheis karena dianggap menolak Sifat-sifat Allah. Lalu sebagian asyairah ada yang sampai menganggap salafi kafir karena dianggap menjisimkan Allah(Allah sama dengan benda) dan menyerupakan sifat-sifat Allah dengan Mmakhluk Wallahualam , setelah berbabagai argumentasi dan dalil disampaikan kepada mereka, Sang Amir , Syarif Makkah memerintahkan hakim syariat untuk menulis surat terbuka yang menjelaskan alasan bahwa para ulama wahabi itu kafir . Hal itu agar kekufuran mereka itu diketahui semua orang di masa kini maupun yang akan datang
Sang Amir memerintahkan untuk memenjarakan orang-orang yang menyimpang dan hina itu, mengikat mereka dengan rantai dan membelenggu mereka. Sebagian dari mereka berhasil ditangkap dan dipenjara, namun sebagian lain berhasil melarikan diri ke Dari'iyyah . Di sana mereka membweritahukan apa yang mereka alami kepada amir mereka, Mendengar hal itu, sang amir berskikap angkuh dab menyombongkan diri, dia terpaksa harus menunda untuk menjalankan rencana terselubungnya, hingga Pemerintahan Asy-syarif Mas'ud berakhir dan beliau wafat, tepatnya pada tahun 1165H
Ketika Asy Syarif Musa'id bin Sa'id, adik asy-syarif Mas'ud mengambil alih tampuk kepemimpinan Makkah kelompok wahabi itu kembali meminta izin untuk melaksanakan haji, namun sang amir baru itu juga menolak permintaan izin itu hingga mereka semakin patah harapan. Pada saat pemerintahan Syarif Mus'aid berakhir dengan wafatnya beliau pada 1184, tampuk pemerintahan Makkah diambil saudaranya Asy-Syarif Ahmad Sa'id, saat itulah Amir Dar'iyyaj mengirimkan sejumlah ulama ke Makkah . Maka , Asy Syarif Ahmad bin Sa'id memerintahkan ulama-ulama Makkah untuk menguji akidah para ulama Wahabi ini , hasilnya para ulama Makah menyatakan bahwa mereka itu zindiq .
Pada 1186 Syarif Ahmad bin Sa'id Dikudeta oleh Syarif Surur bin Mus'aid keponakanya sendiri, Syarif Surur ini mengizinkan mereka menjalankan ibadah haji dengan syarat membayar pungutan sebagaimana yang diambil mereka dari kelompok Rafidhah dan orang-orang asing dan memberikan 100 kuda yang bagus, Najd memang tempat yang bagus untuk pembiakan kuda. Syarat itu terlalu berat bagi mereka. Syarif Surur meninggal pada tahun 1202 H, dan digantikan saudaranya Syarif Ghalib , mereka kembali meminta izin untuk pergi haji, dan kembali ditolak , bahkan syarif Ghalib mengancam untuk mrnghadang dan melawan mereka. Dia menyiapkan pasukan untuk menghadang wahabi mulai 1205 Hijriah hingga 1220 ,
mereka baru memasuki Makkah setelah syarif Melemah sebelumnya terjadi berbagai peperangan antara Syarif dan Wahabi, ketika Thaif berhasil mereka kuasai pada bulan Dzulqa'dah 1217 H, dengan buas mereka membunuh orang-orang tua maulun muda , rakyat jalata maupun penguasa. Tak ada yang selamat dari kekejaman mereka itu kecuali yang berumur panjang.
Mereka membunuh bayi yang sedang digendong ibunya, merampas harta orang lain. Menculik para wanita, dan berbagai tindakan keji lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan di sini .mereka semakin merajalela dengan menguasai jazirah Arab mulai dari kawasan Al Masyriq,Al Ahsa, Bahrain, Omman Yordania, hingga Muskat Oman , mendekati Baghdad dan Bashrah. Menguasai Seluruh tanah Harrar, Khusyuf Dzawatu Nakhl , Harbiyyah, Fara', hingga Juhainah , mereka menguasai tanah antara madinah dan syam , Hingga mendekati Negeri halab di syam ,orang-orang Arab yang berada di antara wilayah Syam, Halab, dan Baghdad juga mereka tundukkan, bahkan mereka juga merebut dua haram Makkah dan Madinah, bala tentara kaum wahabi lantas menuju Makkah pada bulan Muharram 1218 H, sementara itu sang Amir , Asy Syarif Al Ghalib tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk melawan mereka.
Dia pun terpaksa meninggalkan Makkah menuju Jeddah. Sejumlah penduduk Mekkah menemui mereka sebelum memasuki kota itu dalam dua periode. Dengan maksud meminta jaminan perlindungan bagi seluruh penduduk Makkah , Mereka lalu mengalihkan sasaran ke Jeddah untuk menyerang Asy syarif Ghalib , kali ini sang Amor tidak tinggal diam , dia memberikan berbagai perlawanan terhadap orang-orang barbar ini sehingga mereka tidak sanggup masuk ke kota jedah dan kembali ke negeri mereka masing-masing pada bulan Safar 1218 Hijriah. Meski demikian. Mereka memyisakan orang-orang mereka di Makkah yang ditugaskan untuk menjaga kota itu
Pada bulan Rabiul Awal tahun yang sama. Asy Syarif Ghalib kembali pulang ke Makkah dari Jeddah dengan dikawal oleh penguasa Jeddah saat itu . Dia lantas mengusir orang-orang wahabi yang tersisa di Makkah dan menguasai kembali kota suci ini seperti sediakala, akan tetapi pasca penguasaan kota Makkah ini peperangan demi peperangan kembali pecah antara pasukan Ghalib dan kaum Wahabi itu pecah sampai 1220H . Golongan wahabi berhasil menguasai kota dan mengalahkannya, mereka mengepung kota, rakyat menderita kelaparan karena pengepungan, sampai-sampai penduduk Makkah terpaksa memakan daging anjing, serta ranting-ranting pohon.
Asy-Syarif Ghalib tidak tega dengan kondisj tersebut lantas mengadakan perjanjian damai dengan golongan wahabi itu , sehingga wahabi dapat memasuki Kota Makkah dan dengan leluasa menguasai Kota itu hingga tahun 1227 H kemudian Sultan Mahmud II dari Turki Ustmani memerintahkan Perdana Menteri, Jendral Besar,dan Khedive( panglima otonom), Mesir Muhammad Ali Pasya/basya untuk menyiapkan pasukan guna menyerang dan mengeluarkan mereka dari tanah haram , tak hanya di situ. Ali Pasya juga mengirim pasukan untuk memerangi mereka hingga ke negeri masing-masing, Ali Pasya mengirimkan anaknya Ibrahim Pasya dan Tusun Pasya untuk memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya.
Epilog
Syaikh Abdul Jabar, seorang ulama Saleh dari negeri yang disebut zubair, suatu saat menjadi imam di salah satu Masjid negeri yang Baru saja dihancurkan oleh pasukan Mesir-Albania. Ketika itu ada dua orang laki-lakI yang sedang Berdebat soal golongan wahabi ini. Tepatnya setelah Ibrahim Pasya datang ke Diriyyah Dan menghancurkan kawasan itu beserta penghuninya . Salah satunya mengatakan bahwa negeri Diriyah harus dikembalikan dan ajaran wahabi harus dihilangkan , besoknya saat shalat Subuh di belakang Imam Abdul Jabar rupanya beliau membaca ayat "SUNGGUH TIDAK MUNGKIN ATAS (PENDUDUK) SUATU NEGERI YANG TELAH KAMI BINASAKAN, BAHWA MEREKA TIDAK AKAN KEMBALK(KEPADA KAMI ) AL Anbiya 95
Sumber : kitab Ad durassusaniyah fiil raddu Alaa Wahabiyah Karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan mufti Makkah tahun 1700-1800an ,Guru para ulama nusantara yang belajar di sana pada zaman itu. diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Menolak Mazhab Wahabi ulasan kritis Kesalahan dan penyelewengan aliran Wahabi penerbit turos pustaka Islam . Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan dilahirkan di Kota Mekkah pada tahun 1223 Hijiriyah/1816 Masehi. Artinya bekiau masih berusia dua tahun saat Dar'iyyah dihancurkan Ibrahim Pasya pada 1818. Beliau adalah salah satu Syaikhul Islam pada masanya . Ilmu dan dakwahnya menyebar ke seluruh penjuru Dunia. Beliau adalah keturunan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dan bila ditarik ke atas masih keturunan Sayyidina Hasan bin Ali dan Fathimah binti Rasulullah , beliau memperoleh pendidikan dasarnya dari ayahandanya sendiri sampai berhasil menghafalkan Al Qur'an dan beberapa kitab seperti Matan AlFiyah, Az Zubad dan lain-lain , kemudian beliau menuntut ilmu di Masjidil Haram kepada beberapa guru , di antaranyA Al Allamah Syaikh Ustman bin Hasan ad Dimyathi al Azhari yang paling berpengaruh pada Syaikh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan . Selesai meNimbah Ilmu di kota Kelahirannya beliau kemudian dilantik menjadi mufti Mazhab Syafi'i merangkap Syaikh Al Haram yaitu pangkat ulama tertinggi yang mengajar di Masjidil Haram , nama beliau sangat terkenal. Dan karena itulah beliau diberi berbagai gelar dan julukan , di antaranya Al Imam al Ajal(Sang Imam Pada Waktunya) Al Bahrul Akmal( Lautan Paling Sempurna) Faridu Ashrihi wa Awanihi( Orang paling mulia pada masa dan waktunya ). Syaikhul ilm wa hamilu Liwa'ihi (guru dan pembawa panji ilmu) Hafizhu hadistzs an Nabi Wa Kawakibu Sama'ihi (Penghafal Hadis Nabi Shalallahu Alaihi wasaalam dan bintang-bintang langitnya) Ka'batul Muridin Wa Murabbi as Salikin (Tumpuan para murid dan pendidik para salik) dan lain sebagainya.
Sebagai ilmuwan sejati, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan mendalami Fikih Hanafi. Selain mazhab Syafi'i Beliau berguru kepada Al Allamah Sayid Muhammad Al Katbi. Tidak hanya fiikh Hanafi pada akhirnya beliau menguasai empat mazhab secara sempurna , setiap kali ada pertanyaan ditujukan kepadanya , beliau senantiasa menjawab dengan dasar empat mazhab tersebut .
Jika ada permasalahan yang tidak dapat dipecahkan para ulama, seringkali Syaikh Ahmad Bin Zaini Dahlan yang menjadi pemecahnya. Karena keluasan ilmunya Syaikh Ahmad mendapatkan kepercayaan menjadi pengajar tertinggi di Masjidil Haram . Kala itu untuk menjadi pengajar seorang harus lulus uji kemampuan kurang lebih 15 Macam disiplin ilmu oleh para ulama besar di bidangnya masing-masing , namun begitu tidak membuat beliau besar kepala, dalam menyikapi permasalahan umat beliau tetap mengedepankan diskusi dan musyawarah bersama ulama-ulama lain.
Banyak sekali ulama nusantara yang berguru kepada beliau , Syaikh Nawawi Al Bantanni, Kiai Muhammad bin Abdullah As-Suhaimi, Kiai Muhammad Umar Saleh Darat. Syaikh Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah Al Minangkabawi. Sayyid Ustman bin Yahya Al Batawi. Tuan Husin Kedah. Syaikh Ahmad Yunus Lingga. sayyid Abdullah az Zawawi(mufti mazhaB syafi'i di Makkah) , Datuk Haji Ahmad (Ulama Brunei) , Syaikh Abdul Hamid Kudus, Kiai Muhammad Khalil Al Maduri , Haji ustman bin Abdullah al Minangkabawi(Imam Khatib, dan Kadi Kuala Lumpur pertama) Syaikh Arsyaf Thawil Al Bantani. Dan masih banyak .
Dalam mengajarkan ilmunya , Syaikh Ahmad bin Zaini Bin Dahlan menggunakan metode yang sangat efektif , salah satu metode yang tidak pernah diajarkan sebelumnya. Beliau senantiasa mengajarkan Ilmu-ilmu dasar Dan kitab-kitab besar terlebih dahulu sebelum Mengajarkan Ilmu-ilmu cabang (furu') dan setelah itu memberikan dasar hukum yang merupakan teori umum (ushul)
Beliau juga selalu memperhatikan keadaan murid-muridnya dan berusaha membersihkan mereka dengan olah spiritual yang sesuai dengan kondisi setiap individu Adapun kitab-kitab yang ditulis oleh beliau dI antaranya Adalah:
Taisir Al Ushul wa Tashil al Wushul , sebuah ringkasan Risalah Qusyairiyah
Syarhul Minhajul Abidin karya Imam Ghazali
As Sirah An Nabawiyah kitab sejarah
Al futuhat al islamiyah kitab sejarah
Ad Duruts Tsamin biografi para pemimpin kekhalifahan Islam
Baha al Ain fi bina' al ka'bah wa Ma'atsar al Haramain
Irsyad al 'Ibad Fi Fadha'ilul Jihad
Asna' al Mathalib fi Najati Abi Thalib. Bukti-bukti selamatnya paman Nabi Muhammad. Abu Thalib
Fathu Jawwad , sebuah Kitab Tauhid
Syarh Faidhurrahman. Sebuah kitab Tauhid
Syarhul Ajrumiyyah , kitab Nahwu
Manhal al Athsyan
Ad Durarus saniyah fii arrad ala al wahabiyyah , yang terjemahannya saya gunakan sebagai referensi utama di sini
Buku ini pernah dikutip oleh ustadz NU yang bernama Marhadi Mukhayar, dalan bukunya yang berjudul sejarah berdarah sekte salafi wahabi , namun ia dituduh syiah , ustad firanda dalam membantah buku Marhadi Mukhayar lebih cenderung mengkritik penulis buku-buku yang dirujuk seperti mengkritik ahmad zaini sebagai pembenci "wahabi" sehingga kutipan dari bukunya tidak didengar sama. Dan seorsng inggris yang ditolak informasinya hanya karena beragama budha,Padahal informasi seperti itu tidak selalu tergantung pada akidah orang yang menyampaikan, Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari orang syiah dan khawarij , sebagian informasi Tambahan saya tambahkan dan ubah sesuai dengan sejarah umum seperti yang dikenal oleh dunia seperti di versi asli Ibrahim Pasya dan saudaranya tidak disebut, saya bukan tidak menghormati beliau , Saya melakukan itu agar pembaca yang lebih akrab dengan sejarah dunia versi umum nyambung Dengan tulisan beliau yang kadang kurang dikenal di luar pesantren , bagian perkrnalan di awal juga merupakan hasil rangkuman saya dari Bahasa Inggris
Komentar
Posting Komentar