Sebelumnya saya. Ingin memberitahukan kepada.para pembaca blog yang budiman bahwa pada 2012/2013 atau mungkin 2011/2012 telah terjadi perdebatan antara Marhadi Mukhayar seorang ustad NU dengan Firanda Andirja seorang ustad wahabi , perdeBatan itu tidak dilakukan secara langsung namun dengan cara saling berbalas tulisan, awalnya Ustad Marhadi Mukhayar menulis sebuah buku yang berjudul sejarah berdarah sekte Salafi Wahabi dengan nama Samaran Idhahram , Yang merupakn kebalikan dari nama aslinya yaitu Marhadi , buku tersebut dibalas oleh Ustad Firanda dengan sebuah buku berjudul sejarah berdarah sekte Syiah dan sekumpulan tulisan di blognya yang berjudul koleksi dusta Syaikh Idahram. tidak masuk akal bila Syaikh Idahram berani mengarang sendiri bagian yang dinyatakan berasal dari Kitab Sejarawan Arab Salafi Ustman bin Badillah bin Bisyr yaitu Unwanul Majid Fii Tarikhuun Najd , sebagaimana yang dituduhkan oleh Ustad Firanda, saya curiga ustad firanda tidak membaca kitan itu dengan cermat atau sengaja menyembunyikan bagian yang dimaksud oleh Syaikh Idahram dengan cara menyatakan bagian yang dirujuk itu tidak ada pada halaman yang dimaksud. mungkin saja memang tidak ada di halaman itu tapi di halaman-halaman di sekitarnya karena perbedaan percetakan
Pada seri bantahan ke 12 terdapat komentar atas tulisan Marhadi MukhayAr di halaman 83-84, tulisanya berbunyi seperti ini ((Setelah Wahabi menyerang kota Thaif dan membunuh umat Islam serta ulamanya, mereka menyerang tanah mulia Makkah al-Mukarromah tahun 1803 M-1804 M (1218 H-1219 H). Hal ini seperti dinyatakan oleh pengkaji sejarah, Abdullah ibnu Asy-Syariif Husain dalam kitabnya yang berjudul Sidqu al-Akhbaar fi Khawaarij al-Qorni ‘Asyar. Sedangkan pengkaji sejarah berfaham wahabi, Utsman ibnu Abdillah ibnu Bisyr al-Hanbali an-Najdi (dalam kitabnya ‘Unwan al-Majd fi Taarikh Najd) menyatakan, prahara tersebut terjadi pada tahun 1220 H. Dalam kedua kitab sejarah tersebut, diceritakan kezaliman Wahabi di tanah suci Makah, diankotaranya adalah :
Pada bulan Muharram 1220 Hijriah, bertepatan dengan 1805 Masehi, Wahabi di Makah membunuh ribuan umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji (Ibnu Bisyr : Unwan al-Majd fi tarikh Najd, Darot al-Malik Abdul Aziz, jilid 1, op.cit, h.135-137)
Dalam Tariikh al-Aqthaar al-‘Arabiyah al-Hadits hal 179 disebutkan bahwa pembunuhan bukan hanya terjadi pada jama’ah haji, melainkan juga pada masyarakat sipil. Mereka bukan hanya ditindas dan dibunuh, tetapi juga banyak diantara mereka yang disiksa terlebih dahulu dengan dipotong tangan dan kakinya
Ibu-ibu penduduk kota Makah dipaksa menjual hartanya untuk menebus kembali anak-anaknya yang masih kecil yang telah disandera oleh Wahabi.
Penduduk kota Makah dilanda penyakit busung lapar akibat kezaliman yang telah dilakukan oleh Wahabi. Anak-anak dan orang tua mati kelaparan, sehingga mayat bergelimpangan di mana-mana karena Wahabi telah merampas semua harta umat Islam Makah yang mereka klaim sebagai harta ghanimah. Bukan hanya itu, mereka juga tidak segan-segan untuk membunuh siapa saja yang menghalanginya.
Utsman ibnu Abdillah ibnu Bisyr an-Najdi, pengkaji sejarah berfaham wahabi, menyatakan bahwa Wahabi menjual daging-daging keledai, daging anjing, dan bangkai kepada umat Islam Makah dengan harta yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Banyak diantara mereka yang meninggalkan kota Makah karena takut dari kekejaman Wahabi, sementara bangkai manusia membusuk bergelimpangan di sana sini (Ibnu Bisyr, Unwan al_majd fi Tarikh Najd, jilid 1, op.cit, h. 135-137)
Pendudukan Haramain ini berlangsung sekitar enam setengah tahun. Periode kekejaman ini ditandai dengan pembantaian dan pemaksaan ajaran Wahabi kepada penduduk Haramain, penghancuran bangunan-bangunan bersejarah dan pekuburan, pembakaran buku-buku selain Al-Qur’an dan hadis…))
Baca lebih banyak di: https://firanda.com/635-membongkar-koleksi-dusta-syaikh-idahram-12-sejarah-dusta-versi-idahram.html
Ustad firanda membantahnya dengan menCeritAkan sikap Syarif Makkah kepada kaum wahabi Kemudian
Dari pengamaatan saya, bantahan Ustad Firanda Andirja krpada Ustad Marhadi Mukhayar lebih menitik beratkan pada menyerang balik kelompok syiah. Membantah bahwasanya krlompok wahabi adalah khawarij. Namun sedikit sekali membantah cerita yang ada di buku Ustad Marhadi Mukhayar , bantahan yang lebih banyak membantah syiah juga merupakan satu keganjilan karena Marhadi Mukhayar mdmiliki latar brlakang Nahdhatul Ulama. Saya rasa tuduhan bahwa Marhadi Mukhayar adalah seorang shiah dan serangan balik kepada shiah didasarkan pada pengalaman kelompok wahabi di timur tengah yang merupakan lawan utama shiah , bisa jadi para masyaikh di Saudi mengajarkan bahwa orang yang memusuhi kelompoknya biasanya adalah kelompok shiah sehingGa para muridnya di sini juga berpikir Demikian ketika ada orang yang mengkritik kelompok mereka , logikanya "biasanya yang memusuhi kamk itu shiah. Bersrti kalau ada yang menganggu itu shiah"0 🤔
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar