Khurasan adalah negeri yang terletak di sebelah timur Irak, sebelah utara Irak adalah Azerbaijan dan Armenia, dalam khazanah Islam tempat ini diyakini sebagai lokasi munculnya pasukan panji hitam pendukung Imam Mahdi sekaligus tempat keluarnya Dajjal dengan 70.000 pengikutnya dari kalangan Yahudi Ashbahan. jadi khurasan memiliki kesan yang positif sekaligus negarif dalam khazanah Islam, tentu saja keduanya tidak perlu membuat kita bingung, kebaikan dan kejahatan bisa berasal dari lokasi yang sama bukanlah sesuatu yang aneh, malah karena adanya kejahatan itu kebaikan menjadi teruji dan bertambah kuat, misalnya Al Qur'an mengecam Bani Israel dan Kaum Yahudi, namun banyak figur sholeh dari Bani Israel juga disebutkan di dalamnya, Nabi Muhammad sendiri lahir di tengah kaum Quraisy yang terkadang digambarkan secara negatif di buku-buku sejarah Islam. lawan terdekat dari kebaikan itu terkadang memang dari kalangan yang sebenarnya dekat, jadi tidak perlu memikirkan negeri khurasan itu baik atau buruk karena adanya Dajjal dan pasukannya dari sana serta kedatangan pasukan panji hitam pendukung Al Imam Mahdi, Khurasan itu bisa dibagi menjadi beberapa bagian, ada Provinsi Al Jibal pada masa Abbasiyah, Jibal artinya gunung, nama ini merujuk kepada pegununggan Zagros dekat perbatsan Irak dan Iran, ada juga Dailam dan Thabaristan, daerah bergunung-gunung di sebelah utara Iran dekat Laut Kaspia, atau kadang disebut sebagai Lautan Qazwini karena letaknya dekat dengan Kota Qazwin, pada era Umayyah penduduk Thabaristan yang dikenal sebagai penduduk pegununggan yang tangguh dibebaskan dari kewajiban untuk membayar jizyah atau pajak non muslim, sebagai gantinya mereka dibebani untuk menjaga perbatasan dari kawanan perampok, nantinya dari Dailam dan Thabaristan ini muncul Dinasti Syiah Buwaih yang melemahkan dinasti Abbasiyah, seolah-olah hadis bangsa Persia tidak akan pernah menang lagi salah, memang Bangsa Dailam adalah Bangsa tesendiri, bukan Bangsa Persia , mereka sama-sama rumpun Iran namun berbeda, sama seperti bangsa Kurdi, Baloch, Tajik, dan Afghan . selain itu ada Khurasan dan Khurasan Raya, Khurasan Raya mencakup Iran, Turkmenistan, Afghanistan, sebagain Pakistan dan Asia Tengah atau bilad wa mara'un nahar atau negeri di seberang sungai. Pakistan sendiri disebut sebagai Sindh atau Sindhi oleh generasi awal Muslim, nama itu diambil dari Sindhu nama asli tempat tersebut. Khurasan berpusat di pegununggan sekitar bagian timur Iran modern dan Afghanistan, penduduk di sini sering digolongkan oleh para antropolog barat sebagai ras Iran-Afghan, mereka masih memiliki fitur-fitur fisik menyerupai Orang Eropa karena leluhur Arya mereka lebih sedikit bercampur dengan bangsa lain karena letak tempat tinggal mereka di penunggan, mereka dikenal sebagai petarung tangguh , tidak heran mereka berhasil mengalahkan banyak penyerbu kecuali pasukan Islam yang mengislamkan tempat itu secara permanen, maka dari sinilah diduga akan muncul pasukan Imam Mahdi yang sangat tangguh, namun Khurasan juga negeri yang penuh fitnah, sebelum mendukung salah satu pihak di Khurasan hendaknya kita mengetahui bahwa seluruh faksi yang ada di Khurasan pernah mengalami perang panjang yang sulit untuk dinilai siapakah pihak yang benar.
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar