Langsung ke konten utama

Perang Ottoman(Turki Ustmani)vs Hotaki Afghanistan: Ottoman Kalah atau Mengalah?

  

Ashraf Shah Hotak
saya hanya merangkum ulang wikipedia Bahasa Inggris karena topik ini belum pernah diterjemahkan di Wikipedia Bahasa Indonesia, saya menulis ini karena melihat berita Taliban mengancam Turki sebagai anggota NATO untuk segera meninggalkan Afghanistan, di tengah-tengah euforia dan kebingungan setelah kemenangan Taliban melawan Amerika Serikat saya mendapatkan ide untuk membuat konten di blog saya yang sudah lama tidak aktif ini, ada yang menyebut-nyebut kemenangan Taliban melawan Amerika Serikat adalah kemenangan kedua Taliban melawan negara Superpower setelah sebelumnya mengalahkan Uni Soviet pada Perang Soviet-Afghanistan, tentu saja itu salah karena Afghanistan yang melawan Uni Soviet bukanlah Taliban tapi para mujahidin dari berbagai faksi termasuk faksi Ahmad Shah Massoud( kalo ejaan kita Mas'ud) ayah Ahmad Massoud yang sekarang melawan Taliban di Panjshir, para Mujahidin saling betempur sehingga Pakistan memutuskan untuk memasukkan para Taliban, sebutan bagi para pengungsi Afghanistan di Pakistan yang menempuh pendidikan di madarassah-madrassah Pakistan yang turut didanai oleh Arab Saudi, madrasah-madrasah Pakistan itu sebenarnya cabang dari Darum Ulum Deoband di India yang biasa disebut sebagai Deobandi, yang jua dikaitkan dengan gerakan Barelwi, Deobandi beraqidah maturidiyah dan bermazhab fiqih Hanafi, namun Madrassah-madrassah Deobandi Pakistan memiliki paham yang merupakan campuran antara Deobandi dengan Salafi karena Arab Saudi juga turut memiliki andil dalam mendirikan madrassah-madrasaah tersebut, sekalipun yang mengalahkan Soviet bukan Taliban tapi tetap saja itu memperkuat citra Afghanistan sebagai kuburan penjajah. ada juga yang melihat mundurnya Amerika Serikat dari Afghanistan secara lebih jauh dengan melihat kegagalan Inggris menaklukan Afghanistan pada saat Inggris masih menjajah India, atau bisa dibilang kegagalan usaha India Inggris/British Raj(mirip istilah Hindia Belanda di Indonesia) meanklukan Afghanistan pada akhir 1800-an sampai awal 1900an. ada yang membandingkan kesuksesan ini dengan keberhasilan MirWais Hotak, leluhur tokoh yang lukisannya saya pajang., tokoh Afghanistan yang berhasil memerdekakan Afghanistan dari Syiah Safawi Persia, ada juga channel sejarah luar negeri yang mengambarkan mundurnya pasukan Alexander dari Afghanistan, sebagian orang India ada yang mengklaim Afghanistan dulu bagian dari India karena Sengkuni Orang Gandhara berasal dari sekitar Kabul, tapi banyak yang lupa sejarah bahwa Hotaki pernah mengalahkan Turki Ustmani , kekalahan Turki Ustmani ini jarang dibahas karena mungkin aja Turki Ustmani memang sengaja mengalah pada Dinasti Hotak yang menganut ahlussunnah wal jamaah, dalam perjanjian Hamedan/Hamadan setelah sekian lama Persia dikuasai oleh Dinasti Safawi yang menganut Syiah Rafidhah.

Saya perlu menceritakan lagi soal Perang antara Safawi dengan Turki Ustmani, Kesultanan Mughal, dan Khanate Uzbek di Bukhara, Dinasti Safawi dimulai dari Tarekat Sufi Safawiyah dari Syaikh Safiudin Safawi, tarekat ini "terpeleset" sehingga menjadi Syiah Rafidhah yang suka melaknat Abu Bakar, Umar bin Khattab RA, dan Ustman bin Affan, Safawi bangkit di Azerbaijan setelah kejatuhan dinasti AQ Qonylu. sebuah Dinasti Turkic penguasa Persia sebentar sepeninggal Timur Lenk, Aq Qonylu  artinya domba putih, nama ini diambil dari suku Turkmen(negara Turkemnistan) yang berkuasa, Rajanya yang terkenal adalah Uzun Hasan yang pernah melawan Muhammad Al Fatih , kejatuhan Dinasti Aq Qonylu membuat Persia dikuasai oleh dinasti-dinasti lokal yang kecil, keadaan ini berhasil dimanfaatkan Safawi dibawah Syah Ismail as Safawi berhasil menguasai sebagaian besar Persia, Persia saat itu juga temasuk Azerbaijan, Turkemenistan, dan negara yang sekarang kita kenal dengan Afghanistan, Safawi juga menguasai Georgia dan membentuk pasukan budak dari Georgia yang disebut sebagai Ghulam. Safawi juga memiliki pasukan Qizilbash(sering diterjemahkan secara bebas menjadi baret merah, mungkin harusnya topi atau sorban merah) dari Turkmen Syiah, sekarang Qizilbash jadi etnis sendiri .  Safawi selalu bentrok dengan tetangga-tetangganya yang tadi sudah saya sebutkan, kecuali Balochistan. semua tetangga Safawi adalah Sunni-Sufi sehingga tidak benar bahwa Sufi itu sama dengan Syiah, meskipun terdapat kemiripan namun sufi bukan rafidhah, Dinasti Sufi Ustmani sudah dikenal luas secara muttawatir baik oleh dunia barat maupun Islam, sedangkan kesufian Dinasti Mughal diketahui juga dari sikap inklusif para tokohnya Seperti Jalaludin Muhammad Akbar dan Dara Shikoh,Turki Ustmani beberapa kali bentrok dengan Persia pada masa Selim I, Sulaiman al Qanuni, dan Murad IV, namun Ustmani tidak bisa menuntaskan kemenangan terhadap Safawi karena sibuk dengan peperangan lain di Balkan dan melawan Rusia, Kekaisaran Mughal sibuk dengan peperangan tiada henti melawan kerajaan-kerajaan India, sedangkan Khan Uzbek tidak memiliki militer yang cukup maju untuk menandingi kekuatan Safawi

Map Safavid persia.png

 Afghanistan menjadi tempat pertempuran antara Kekaisaran Mughal di India dan Kekaisaran Safawi di Iran, Afghanistan tidak benar-benar tidak bisa ditaklukan, Afghanistan saat masih menganut Hindu dan Budha atau Shahi Kabul berhasil ditaklukan oleh Mahmud Ghazni, pada masa Mughal Afghanistan tunduk pada Mughal, mungkin saja Afghanistan tidak melawan karena dikuasai oleh sesama muslim sunni, Safawi di Iran pada saat itu melakukan syiahisasi scara ganas di seluruh Persia, mungkin agak membingungkan bagi Orang Indonesia saat mengetahui bahwa Afghanistan dulu juga bagian dari Persia, kenyataannya memang seperti itu, pada masa Khulafaur Rasyidin sampai Abbasiyah Persia dan Afghanistan sama-sama termasuk Khurasan, Safawi memaksa seluruh Iran dan etnis Iran menjadi Syiah, Persia menjadi mayoritas Syiah sejak masa Safawi karena pemaksaan meskipun sebelumnya sudah ada Syiah di Persia sejak masa Umayyah, hanya suku Kurdi, Tajik, Baloch, dan Afghan yang selamat, Suku Kurdi tinggal di pegununggan Kurdistan, tempat tinggal mereka ini membuat Suku Kurdi sulit dikendalikan, ada video di Channel anti Majos yang menceritakan adanya tokoh Syiah yang menyebut Suku Kurdi keturunan Jin karena kesal Suku Kurdi tidak mau masuk Syiah, Suku Tajik di Tajikistan  maupun Afghanistan dan Suku Baloch di Balochistan (sekarang dibagi antara Iran dan Pakistan) selamat karena daerahnya dikuasai Mughal dan kemudian mendirikan negara sendiri (Balochistan sekarang memiliki gerakan separatis baik di Pakistan maupun Iran), etnis Turkmen di Turkmenistan dan Turki ada yang menganut Syiah tapi mereka bukan etnik Iran, Orang Kurdi Sunni pindah ke Turki bagian timur sedangkan Turkmen Syiah dari Turki pindah ke Iran. Mughal sibuk dan sudah melemah Sehingga Afghanistan direbut oleh Safawi, Safawi saat itu juga sudah melemah karena kepemimpinan mereka tidak kompeten, Rusia dan Turki Ustmani bahkan sampai membuat perjanjian Konstantinopel 1724 untuk membagi daerah kekuasaan Persia. ekonomi Persia juga melemah karena sudah tidak bisa berdagang ke arah timur akibat perdagangan di India dan Indonesia sudah dikuasai  oleh Inggris dan Belanda . namun Safawi masih kuat untuk merebut sebagian Afghanistan dari Mughal 

  Sultan Husayn Sultan terakhr Safawiyah

Safawi yang sudah mundur kini dipimpin Sultan Husayn anak Sulaiman Shah, penggunaan gelar Sultan menunjukkan pelemahan Safawi karena Sultan biasnya lebih rendah daripada Shah. Sulayman Shah memanggil dua orang kasimnya sebelum meninggal, ia mengatakan pada dua kasim itu untuk menyampaikan pesan ke istana agar memilih salah satu dari dua anak laki-lakinya sebagai penerus setelah ia meninggal, jika ingin negara damai istana bisa memilih anak pertamanya yaitu Husayn yang tidak terlalu tertarik pada politik, namun jika ingin Safawi kembali menjadi kuat(mungkin maksudnya agresif) mereka bisa memilih anaknya yang lebih muda Abbas, istana memutuskan untuk memilih Husayn, Husayn yang bergelar sultan langsung menyerahkan kekuasaan pembuatan aturan kepada Baqir Majlisi seorang ulama syiah terkemuka, dibuatlah aturan-aturan yang menindas tarekat sufi, melarang konsumsi alkohol dan opium, dan membatasi aktivitas wanita di ruang publik, pemerintahan Sultan Husayn cukup damai 

 

Ghurgis Khan atau George IX Raja Kerajaan Kartil Georgia

Safawiyah  mengangkat seorang gubernur Georgia di Kandahar, namanya Ghurgis Khan . ia adalah penguasa Kerajaan Kartil di Georgia yang memberontak kepada Safawi tetapi gagal gubernur itu dibunuh oleh Mir Wais Hotak dari Suku Pasthun Ghilzai setelah ada isu pemberontakan, ceritanya Ghurgis Khan menindas warga Afghanistan yang ada di daerah kekuasaannya, Mir Wais Hotak adalah salah satu kepala suku Ghilzai yang dikenal cerdas dan beradab, Ghurgis Khan menganggap Mir Wais sebagai ancaman atas kekuasaanya di Kandahar,, Mir Wais Hotak ditangkap dan dipecat serta dibawa Isfahan oleh pasukan Georgia Ghurghis Khan, di Isfahan Mir Wais Hotak sadar akan kondisi Persia saat itu yang sangat lemah, karena itu  Mir Wais Hotak melapor pada Sultan Husayn bahwa Ghurgis Khan adalah orang yang berbahaya karena cukup ambisius dan baru saja masuk Islam, Sultan Husayn bisa diyakinkan karena memang Ghurgis Khan adlah oragn yang ambisius serta sudah menguasai tiga provinsi yaitu Kerman, Kandahar, dan Georgia kampung halamannya, Sultan Husain dan seluruh istana sudah yakin pada loyalitas Mir Wais, Mir Wais meminta izin untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah, Sultan Husayn mengizinkan, tapi Mir Wais Hotak ingin izin dari para ulama Syiah, para ulama Syiah juga mengizinkan, selain minta izin ia juga minta fatwa, apakah boleh seorang muslim mengangkat senjata melawan penguasa penjajah dan apakah boleh jika anggota sejumlah suku tidak menepati sumpahnya untuk taat pada pemimpin sesat yang mengambil baiat secara paksa, para ulama Syiah di Isfahan memberikan jawaban boleh. Mereka tidak sadar  bahwa pertanyaan itu ambigu dan memiliki dua maksud yang sebenarnya sama-sama benar, mereka mungkin mengira yang dimaksud penjajah adalah Ghurgis Khan bukan Safawiyah, sedangkan pemimpin sesat yang dimaksud oleh Mir Wais Hotak juga Ghurgis Khan karena ia baru saja masuk Syiah dan masih banyak yang tidak percaya, padahal bisa jadi yang dimaksud penjajah oleh Mir Wais Hotak adalah Safawi dan Ghurgis Khan sedangkan pemimpin sesat itu sendiri adalah Dinasti Safawi yang memaksakan Syiah di Afghanistan, para ulama Syiah itu mungkin juga mengira Mir Wais Hotak adalah penganut Syiah yang sejati karena sudah memperingatkan Sultan Ismail akan bahaya pemberontakan Ghurgis Khan, mungkin saja jika Mir Wais tidak melaporkan Ghurgis Khan ia akan dianggap ahlussunah dan tidak diizinkan naik haji, saya kira perlunya izin haji dari Sultan Ismail menunjukkan adanya orang-orang yang dibatasi pergi haji karena ahlussunah, pertanyaan ambigu atau bercabang Mir Wais Hotak  kepada para ulama Syiah itu sebenarnya sebuah kecerdikan dan balasan untuk taqiyah Orang Syiah, selain itu setelah pulang dari ibadah haji Mir Wais Hotak juga mampu meyakinkan Sultan Husayn bahwa Georgia akan kembali memberontak karena Rusia baru saja mengirim seorang diplomat keturunan Armenia bernama Israel Orri, menurut Mir Wais Hotak Rusia mengirim diplomat Orang Armenia karena Rusia membacking Armenia yang sama-sama menganut Kristen Ortodoks, Rusia saat itu sudah sangat agresif menyerang Kaukasus, Kaukasus Utara seperti Chechnya, Daghestan, Sirkassia dan daerah lain sudah mejadi target Rusia, Mir Wais Hotak mengatakan tidak menutup kemungkinan Rusia juga akan membacking Georgia untuk memberontak terhadap kekuasaan Safawiyah . 

 

Mir Wais HotakMirwais Hotak.jpg

Sultan Husayn menjadi paranoid mendengar "hasutan" Mir Wais Hotak dan mengizinkannya kembali ke Kandahar dan kembali menjadi kepala suku, tujuannya untuk memata-matai Ghurgis Khan untuk Sultan Husayn, Ghurgis Khan yang tahu Mir Wais dikembalikan dan diangkat kembali menjadi kepala suku sangat marah, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kembalinya Mir Wais Hotak sebagai ke Kandhahar dan pengangkatannya kembali sebagai kepala suku merupakan perintah langsung dari Sultan Husayn, Ghurgis Khan ingin memancing Mir Wais Hotak agar marah dan memberontak sehingga punya alasan untuk menyingkirkan Mir Wais Hotak, untuk itu ia meminta Mir Wais Hotak untuk menyerahkan anak perempuannya sebagai gundik, Mir Wais Hotak tentu saja sangat marah mendengar penghinaan itu, ia tapi tidak terpancing untuk bertindak gegabah, ia bermusyawarah dengan para kepala suku yang lain untuk memberontak di saat yang sudah ditentukan, Mir Wais Hotak akan menyamar sebagai anak perempuannya, dan kemudian akan membunuh Ghurgis Khan, tapi masih ada halangan untuk rencanannya itu, sebagian besar pasukan Persia sudah pulang ke Isfahan tapi para tentara Georgia pengawal pribadi Ghurgis Khan masih ada, tapi Mir Wais punya solusinya, ia meminta para Tarin, julukan untuk para kepala suku di Lembah Pishin(harusnya kalo ejaan kita sh ditulis sy) untuk tidak membayar upeti, sebagian besar pasukan Georgia dikirimkan Ghurgis Khan untuk menegur para Tarin, Mir Wais kemudian mengundang Ghurgis Khan untuk menghadiri perjamuan di daerah sukunya, Ghurgis Khan dan para pengawalnya tewas seperti yang sudah direncanakan Mir Wais , setelah itu Mir Wais dan pasukannya menyamar menjadi Ghurgis Khan dan para pengawalnya ke Kandahar, di sana mereka membunuhi pasukan Georgia yang tersisa .

Mir Wais Hotak kemudian mengumpulkan seluruh warga Kandhahar dan mengumumkan kemerdekaan, dan memberitahukan bahwa Persia sudah melemah dengan matinya Ghurgis Khan,  dalam pidatonya ia juga mengatakan" barang siapa di antara kalian yang tidak senang dengan kemerdekaan yang jatuh dari langit ini, silahkan menunjukkan diri, orang seperti itu tidak boleh diganggu dan diizinkan untuk mencari tirani(penjajahan) lain di luar perbatasan negara yang bahagia ini". Tidak ada satupun Orang Afghanistan di sana yang mengaku tidak senang, Mir Wais Hotak lalu mengumpulkan orang-orang dari suku yang berbeda-beda dan memberitahu mereka tentang adanya kemungkinan ekspedisi penghukuman dari Safawi Persia, mereka memberikan kekuatan eksekutif pada Mir Wais yang kemudian mempersenjatai pasukan, kesuksesan itu menginspirasi suku-suku lainnya untuk bergabung, 

empat hari setelah kematian Gurghis Khan pasukannya yang dikirim untuk menyerang para Tarin di lembah Pishin kembali, mereka terdiri atas 600 tentara Georgia yang sangat disiplin. Mir Wais Hotak membiarkan mereka mendekat seolah tidak ada apa-apa dan membiarkan mereka mendekati kota sampai dengan jarak efektif tembakan musket, Mir Wais membuka gerbang lain untuk mengeluarkan 5000 pasukan berkuda untuk menyerang pasukan Georgia dari sisi lain, ditembaki dari benteng dan diserang dari arah lain oleh banyak pasukan berkuda, enam ratus pasukan Georgia itu masih hebat, mampu menembus kepungan 5000 pasukan berkuda dan kembali ke Isfahan melaporkan pemberontakan di Kandahar.  Persia sudah lemah sehingga ingin menyelesaikan pemberontakan di Kandhahar secara diplomatik karena takut Orang Afghanistan di sana akan meminta bantuan pada Mughal di India, pasukan juga disiapkan selama misi diplomatik masih berlangsung agar segera siap setelah misi diplomatik gagal, atau mungkin Persia mengira pemberontakan Mir Wais murni karena tidak suka pada Gurghis Khan . mungkin saja mereka mengira Mir Wais Syiah, utusan yang dikirim oleh Persia bernama Jani Khan, mungkin berdasarkan asumsi pemberontakan itu murni karena Ghurgis Khan tidak disukai Persia menawarkan pengampunan asal Garnisun Persia diizinkan untuk ditempatkan ke Kandhahar., Mir Wais Hotak memenjarakan Jani Khan agar Persia menunggu-nunggu jawaban, ia sudah paham Persia menjadi lemah, Persia akan ragu-ragu untuk mengirimkan pasukan meskipun diplomatnya tidka kunjung pulang  , jika Persia takut pengiriman pasukan akan mendatangkan bahaya bagi diplomatnya, setelah diplomatnya tidak kunjung pulang Persia mengirimkan lagi Muhammad Khan gubernur Herat untuk menjadi diplomat, Muhammad Khan memiliki hubungan baik dengan Suku Ghilzai, ia dikirim dengan harapan akan mampu meredakan situasi,ia tidak dipenjara seperti Jani Khan tapi  Muhammad Khan diberitahu bahwa ia jangan membuat penawaran seperti itu pada orang yang merdeka, Persia tahu perang akan terjadi setelah Muhammad Khan pulang.  sebenarnya sikap Persia ini agak konyol karena seharusnya begitu tahu utusannya tidak segera kembali dalam jangka waktu yang wajar mereka menyadari telah terjadi sesuatu pada utusannya alias Kandahar memang akan mbalela atau minimal ada sesuatu yang tidak beres sehingga segera harus mengirim pasukan atau minimal mata-mata. Sebenarnya sikap Persia ini agak konyol karena seharusnya begitu tahu utusannya tidak segera kembali dalam jangka waktu yang wajar mereka menyadari telah terjadi sesuatu pada utusannya alias Kandahar memang akan mbalela atau minimal ada sesuatu yang tidak beres sehingga segera harus mengirim pasukan atau minimal mata-mata

Persia pada tahun 1710 kemudian mengirimkan pasukan dibawah komando Gubernur Herat, entah masih Muhammad Khan atau orang lain, wikipedia Inggris tidak menyebutkan namanya, di artikel yang saya rujuk Mir Wais Hotak memilih menyongsong pasukan Persia dengan 5000 pasukan berkuda setelah tahu komposisi etnisnya seluruhnya Orang Persia. entah apa hubungannya wikipedia Inggris tidak memberikan keterangan lebih lanjut malah memberikan rujukan buku yang ada di footnote, mungkin Mir Wais Hotak akan pikir-pikir untuk berperang bila yang dikirim Safawi adalah sesama Orang Afghan, atau dia yakin Orang Persia saat itu sudah lemah dan pasukan kuat milik Persia adalah pasukan Georgia. artikel wikipedia Inggris tidak menyebutkan jumlah pasukan Persia itu tapi dapat dipukul mundur oleh pasukan berkuda di atas, dalam delapan belas bulan kedepan Persia mengirimkan empat kali serangan ke Kandhahar yang semuanya berhasil dipukul mundur, pada serangan terakhir 5000 Orang Persia berhasil dipukul mundur oleh 500 Orang Afghanistan, pasukan itu dipimpin Muhammad Khan gubernur Tabriz, entah sama dengan Muhammad Khan yang tadi atau tidak, gubernur Tabriz dan ketiga orang anak laki-lakinya tertawan, entah caranya bagaimana 500 Orang Afghan bisa mengalahkan 5000 Orang Persia, gerilya di gunung atau bagaimana tidak diceritakan di artikel, sadar dengan berbagai kekalahan itu Persia tidak sudah tidak menganggap enteng pemberontakan Orang Afghan di Kandhahar, mereka mengirimkan Khusru Khan keponakan Ghurgis Khan bersama dengan 42.000 pasukan Persia untuk menyerbu Kandhahar, Khusru mengamati situasi terlebih dahulu baru kemudian maju sampai ke Kota Farah, sementara itu Mir Wais Hotak berada di posisi yang berat di Kota Ghirisk dekat bantaran Sungai Helmand, ia membiarkan pasukan Khusru melewati jalanan ke Kandhahar, di sana mereka bertemu dan Pasukan Afghan yang kalah jumlah kalah, Mir Wais Hotak lari ke selatan Kandhahar sedangkan Khusru Khan mengepung Kandhahar, meminta mereka untuk menyerah tapi Orang-orang Afghan di sana tidak mau, Mir Wais yang lari ke selatan Kandhahar mencari bantuan pada Orang Suku Baloch dan Tarin untuk bergerilya melawan pasukan Khusru Khan, dengan pasukan ini ia memotong jalur komunikasi dan logistik Khusru Khan serta membumihanguskan daerah di sekitar Kandhahar, Khusru ingin tetap mempertahankan pengepungan dan mencoba menyerang kota berkali-kali tapi tentaranya sudah berdarah-darah, dua pertiga pasukan Persia sudah tewas akibat taktik bumi hangus dan serangan balik, dengna kondisi seperti itu akhrinya  Khusru ingin kembali sesuatu yang seharusnya ia lakukan lebih awal, sekarang sudah terlambat, pasukannya dikepung 16.000 Pasukan Afghan  sampai  musnah. Orang Persia mencoba lagi pada 1713-1714 dibawah komando Muhammad Rustum khan, Persia selalu kalah saat berhadapan dengan Mir Wais Hotak, apda 1714 Muhammad Rustum Khan terpaksa mundur dari Afghanistan . itu merupakan usaha terkahir dari Sultan Husayn untuk menundukkan Afghanistan dan Mir Wais Hotak dipandang sebagai pahlawan terbesar Afghanistan .

Singkatnya pada 1722 Tsar Peter The Great dari Rusia menyerang Persia, hal itu memperparah kondisi Persia yang sudah semakin lemah, pada kesempatan itu Mahmud Hotak Raja Hotaki ketiga mengepung Isfahan dan mengalahkan Sultan Husain, sebelumnya pasukan Safawi yang kalah jumlah sudah berhasil dihancurkan oleh Mahmud Hotak di Gulnabad, selain kalah dari segi jumlah Pasukan Afghan juga memakai Zamburak meriam kecil sviwel gun yang lebih mobile, zamburak diletakkan di atas unta dan hanya seukuran cetbang, nantinya zamburak digunakan oleh Nader Shah Asfhar saat mengalahkan Kesultanan Mughal. Salah satu anak Sultan Husayn yaitu Tahmasp III berhasil melarikan diri ke Tabriz dan melawan Rusia di sana dengan dukungan suku Sunni Lezgin atau Kaukasia Albania dan beberapa suku Qizilbash seperti Ashfar suku asal Nader Shah, suku Sunni Lezgin atau Caucasian Albania mendukung Tahmasp yang syiah karena ditindas Rusia, Kabardia yang muslim malah ikut Rusia, politik memang sering berbeda dengan agama, Sultan Husayn dipaksa turun tahta, salah satu anaknya dinikahkan dengan Mahmud Hotak agar Mahmud Hotak dianggap sah sebagai Raja Persia, banyak Orang Persia menganggap Orang Afghan bukan Persia, Sultan Husayn diperlakukan secara baik tapi kondisi mentalnya terus memburuk, artikel wikipedia Inggris tentang Sultan Husayn menyebut Mahmud Hotak akhirnya mengeksekusi semua pangeran Safawi karena ada rumor salah satu anak Sultan Husayn bisa kabur, kondisinya terus memburuk, pada saat yang sama Turki Ustmani menyerang Persia dengan maksud menyatukan Persia dengan Turki Ustmani tetapi pasukan Ustmani yang lebih unggul dari segi jumlah dan senjata bisa kalah dengan kecerdikan Mahmud Hotak, ia mengirimkan mata-mata untuk menginfiltrasi pasukan Ustmani, mata-matanya itu meyakinkan para pasukan Ustmani untuk tidak memerangi pasukan Hotaki karena sama-sama Ahlusssunah wal jamaah, akhirnya pasukan Turki mendesak komandannya yang juga gubernur Irak untuk tidak memerangi orang Afghanistan dan mengakui Dinasti Hotak sebagai penguasa Persia yang sah, mungkin secara tidak langsung Ottoman ingin pemberian pengakuan ini sebagai tanda ketundukan tidak langsung Hotaki sebagai sesama ahlussunah wal jamaah. Di salah satu versi disebutkan bahwa Panglima Ottoman tetap menginginkan agar pasukannya bertempur melawan Hotaki. Pertempuran hanya berlangsung sebentar karena pasukan Hotaki mengamuk sedangkan Janisari dan pasukan Ottoman yang lain kocar-kacir. Mungkin memang sengaja membubarkan diri agar tidak melukai dan membunuh sesama Muslim Ahlussunah Wal Jamaah. Semua senjata ditinggalkan di sana, tetapi tidak diambil oleh Hotaki karena tidak ada rampasan perang dalam perang sesama Muslim.

Akhirnya Ottoman mengakui kekuasaan Hotaki atas Persia dalam Perjanjian Hamadan, merelakan lepasnya Persia yang sudah lama diinginkan oleh Ottoman sejak masa Selim I. Sayangnya Dinasti Sunni Hotaki ini tidak bertahan lama karena dikalakan oleh Dinasti Zand dari Suku Kurdi dan Nader Syah Afsyar dari Suku Turkmen Afsyar, pada akhirnya Nader Syah lah yang menguasai Persia. Nader Syah adalah seorang Syi'ah namun toleran. Namun toleransinya itu lebih karena pragamtisme. Ia juga memerangi Ottoman, Rusia, dan Mughal. Memperlemah Mughal dan Ottoman. Sehingga Persia atau Iran sampai seterusnya kembali di tangan Dinasti Syi'ah seperti Qajar dan Pahlavi.





sumber https://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Hamedan diakses pada 3 September 2021

https://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman%E2%80%93Hotaki_War_(1726%E2%80%931727) diakses pada tanggal yang sama

https://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Constantinople_(1724) diakses pada tanggal yang sama

 https://en.wikipedia.org/wiki/Safavid_conversion_of_Iran_to_Shia_Islam#Sultan_Husayn

https://en.wikipedia.org/wiki/Safavid_Iran#Decline_of_the_Safavid_state diakses pda hari yang sama

https://en.wikipedia.org/wiki/Mirwais_Hotak diakses pada hari yang sama 

https://en.wikipedia.org/wiki/Hotak_dynasty diakses pada hari yang sama 

https://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman%E2%80%93Persian_War_(1730%E2%80%931735) Pada hari yang sama
https://en.wikipedia.org/wiki/Sultan_Husayn pada hari yang sama

 https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Gulnabad di hari yang sama

https://en.wikipedia.org/wiki/Siege_of_Isfahan pada hari yang sama 

salah satu buku yang dirujuk oleh wikipedia Bahasa Inggris diakses pada hari yang sama 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...