Langsung ke konten utama

buwaih dari Bangsa Dailam

Kalo tidak salah pernah ada Dinasti Iran Syiah yang bernama Buwaih atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Buyid , nama Buwaih atau Buyid berasal dari Ahmad bin Buya seorang nelayan Bangsa Dailam yang pindah agama.ke Islam , tapi tidak begitu jelas apakah Ahmad bin Buya masuk ke Islam Ahlussunah waljamaah atau ke Syiah , anak keturunanya yang menjadi pemimpin buwaih dicatat dalam sejarah Sebagai pemeluk Syi'ah , sebenarnya hal ini tidak aneh karena di Khurasan cukup banyak ajaran-ajaran sesat buatan , slaah satunya buatan muqana dan ustad sis yang mencampurkan Agama majusi dengan Islam , hanya saja bacaan saya sangat sedikit , di postingan ini saya jnhin membahas apa itu Bangsa Dailam , secara umum Dinasti Dailam di kenal sebagai dinasti Persia , batas  antara suku dan bangsa sebenarnya tidak terlalu jelas , apakah bangsa dailam dihitung sebagai baguan dari bangsa Persia atau di luar vanfsa persia tapi masih masuk rumpun Iran .

Mengapa saya membuat tulisan tentang Bangsa Dailam dan Buwaih? Karena dalam aebuah hadis Nabi Shallahu alaihi wassalam beesabda bahwa setelah kisra tumbang tidak ada kisra lagi , setelah .....
Mohon maaf saya lupa hadisnya tapi kira-kira begilah bunyinya , menurut hadis itu Setelah Kistra jatuh tidak akan  ada kisra lagi , ada yang mrnyatakan bahwa makna hadis ini adalah Bangsa Persia tidak akan pernah bangkit lagi dan akan selalu kalah , tentu saja ini adalah penafsiran .

Lalu bagaimanakah dengan Buwaih dan dinasti Persia lainnya yang menjadikan para Khalifah Abbasiyiah sebagai boneka , bahkan Buwaih mengepung Kota Baghdad sampai orang-orang krlaparan , ada dua kemungkinan:  1. Dinasti-dinasti Persia yang brrkuasa memang sempat merdeka tetapi tidak pernah setara imperium Persia kisra , 2 dinasti buwaih bukanlah Bangsa Persia karena Bangsa Daikam serumpun dengan Persia tetapi bukan Bangsa Persia, inilah mengapa diatas saya menyingung batas antara persia dan dailam .




Bangsa Iran sebenarnya tidak hanya terditi dari Bangsa Persia saja , Kurdi, Tajik.  Dan Afghan juga merupakan Bangsa Iran dan Bangsa Persia , Bangsa Iran lebih cicik disebut sebagai rumpun seperti rumpun melayu.  Ya batas antata suku dan Bangsa kadang tidak jelas.  Indonesia memiliki banyak suku dan merupakan satu bangsa tetapi orang Eropa memiliki banyak negara bangsa tetapi satu negara kenamyakan berasal dari satu bangsa sehungga satu bangsa di Eropa hanya setara satu suku di Indonesia dan satu Eropa baru setara dengan seluruh Indonesia . Begitu juga Bangsa Iran memiliki bamyak sub bangsa atau suku dan slaah satunya adalah Persia , mengapa Iran dianggap sama dengan Persia jika Persia hanya salah satu suku di Iran? 0 Persia adalah suku mayoritas di Iran yang sangat dominan dari segi politik , budaya , militer , dan pemerintahan .suku-bangsa laib di Iran seperti Gilan, Talish. Tajik. Kurdi(dianggap bangsa lain) , Tajik(dianggap bangsa lain)   , Afghan(emmisahkan diri zmaan safawiyah) dan dailam selalu didominasi oleh Bangsa Persia yang berpusat di provinsi Pars. Bangsa Persia berasal dari Provinsi Pars maka kerena itulah mereka disebut sebagai Peersia .

Saya menganggap Bangsa Dailam sebagai bangsa atau etnis tersendiri yang berbeda dari Persia . Karena : ada sahabat atau Tabi'in yabg  disebut sebagai ad dailami , yaitu fairuz ad dailami , para sahabt yang hidup di sana pasti paham perbedaan antara dailam dan persia , jika dailam salam dengan persia seharusnya zfairus ad dailami disebut dengan fairus al farisi sebagaiman shahabat salman al farisi . Selain itu diberbagai tulisan ulama Bangsa Dailam dianggap sebagai Bangsa Tersendiri dan bukan bangsa persia. Saya meneukan hal itu ketika menseatching perang melawan Bangsa Turki , di sana ada pembahasan bahwa sebagian ulama mrnyamakan bangsa dailam dan khuz(entah mungkin khazar atau khuzestan) dengan bansa Turk tetapi ada juga yabg mengatakan....m , itulah yang saya temukan , anda bisa searching sendiri apa itu Bamgsa Dailam dan peperangan melawan Bangsa Turki. Jadi kemenangan Buyid melawan Khalifah Abbasiyah bukan kebangkitan Persia dan Hadis nabi tetap terbukti benar , lalu bagaimankah dengan Safawiyah Syiah dan Iran modern, saya kaan bahas nanti tapi untuk sementara waktu sayanjawab bahwa Safawiyah bukanlah Orabg Persia tetapi campuran azerbaiyan , bahkan juga campuran kurdi dan yunani trebizon. Khamaeni juga keturunan azerbaijan bukan peris asli . iran sekarang juga belum sekuat Imperium persian ,  safawiyah juga tidak pernah sekuat Turki Usmani , ketajaan-kerajaan setelah iran safawiyah juga tidak pernah kuat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...