Mungkin banyak yang mengira jika mata uang dinar dan dirham hanya ekslusif digunakan oleh umat Islam saja , anggapan ini sebagian memang benar karena dinar dan dirham memang disebutkan di dalam beberapa hadis , dan umat Islam sudah menggunaka kedua mata uang logam mulia ini selama berabad-abad. Tetapi sebenarnya mata uang dinar dan dirham tidak ekslusif digunaka oleh umat Islam saja , mata uang brbentuk emas dan perak telah digunakan oleh berbgai peradaban yang ada di dunia mulai dri roamwi, persia, india, dan China karena memang penggunaan mata uang logam mulia merupakan sesuatu yang bersifat universal di zamannya , kata dinar sendiri di dalam bahasa romawi disebut sebagai dinari DAN koin perak atau dirham di yunani disebut sebagai drakhma . pengunaan kedua mata uang tersebut juga tidak dim mulai oleh AgAMA ISLAM tetapi sudah digunakan oleh romawi dan persia selama berabad-abad karen asifatnya yang sifatnya universal karena emas dan perak memiliki nilai intrinsik yang tidak ada pada uang kertas . seetelah kaum muslimin mengusai sebagian besar timur tengah dibuatlah dinar dan dirham dengan ukuran tertentu yang disebut sebagai dinar dan dirham Islam , seperti yang sudah dijelaskan diatas penggunaan dianr dan dirham sudah sangat meluas tetapisetiap bangsa memiliki dianr dan dirhamnya sendiri yang berbeda, yang membedakan dinar dan dirham dari satu negara denga negara yang lain adalah berat dan karat emas dan perak yang digunakan, serta gambar atau tulisan yang menandakan identitas dinar dan dirham sebagai mata uang suatu negara, contohnya mata uang romawi sering digambari gambar raja romawi begitu juga mata uang persia biasanya bergambar kisra, sdangangkan mata uang Islam memiliki tulisan arab
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar