Langsung ke konten utama

Kebangkitan Emirat Diriyah Saudi Arabia

Dir'iyah adalah sebuah kota yang menjadi cikal bakal Riyadh modern , ibukota Arab Saudi . Di kota ini telah terjadi serangkaian peristiwa yang campur aduk antara kejayaan dan tragedi , pada walnya seorang ulama dari Bani Tamim yang bernama syekh Muhammad bin Abdul Wahab datang ke dir'iyah setalah dakwahnya mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat Arab di masa itu 😥 , dakwahnya dianggap terlalu keras sehingga banyak orang mengusirnya ketika sampai di Dir'iyah dibuatlah perjanjian dengan Muhammad  Ibnu Saud Penguasa Diriyah, sebelumnya Muhammad bin Abdil Wahab diterima oleh Ustman Bin Muammar penguasa Uyaynah , dulu Abdil Wahab bin Sulaiman Ayahnya Muhammad bin Abdul Wahab adalah Qadhi Unaziah. Abdul Wahab bin Sulaiman adalah ulama terkemuka di Najd. Karena itulah orang Unaizah mendukung dakwahnya. Di Uyaynah Muhammad bin Abdul Wahab bersama pengikutnya meruntuhkan kubah Makam yang dikira Makam Zaid Bin Al Khattab Radhiyallahu Anhu kakak dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab, proses penghancuran kubah makam itu dijaga oleh pasukan Ustman bin Muammar agar warga yang tidak setuju tidak menganggu  , selain itu beliau juga merajam seorang perempuan yang mengaku telah berzina, wanita itu diperiksa gila atau normal, setelah dipastikan bahwa wanita itu normal ia dirajam , mendengar hal itu pemimpin Bani Khalid di Al Ahsa, Ibnu Urayer mengirimkan surat kepada Ustman bin Muammar agar Muhammad bin Abdul Wahab diusir. Jika tidak Ibnu Urayer akan mengambil tindakan,  Bani Khalid adalah konfederasi besar suku-suku Arab keturunan Bani Khalid dari Al Ahsa sampai ke Irak, Bani Khalid sangat kuat sampai mampu mengusir Turki Ustmani dari Al Ahsa atau Lahsa dalam Bahasa Turki.
 Karena takut pada Al Urayer Ustman bin Muammar mengantarkan Muhammad bin Abdil Wahab ke Diriyah, menurut salah satu sumber Ibnu Saud mengumumkan bahwa oasis Dir'iyah adalah milik Muhammad bin Abdul Wahab dan ia tidak perlu merasa takut kepada musuh-musuhnya dan bahkan Ibn Saud juga berumpah dengan menyebut nama Allah , jika seluruh Najd dipanggil untuk mengusir Syekh Ibnu Abdul Wahab kami tidak akan pernah setuju untuk menurutinya ,kemudian Syekh Ibnu Abdul Wahab membalas " Engkau adalah pemimpin pemukiman dan orang yang bijaksana . aku ingin kau bersumpah untuk berjuang mengakkan agama sebagai gantinya kau yang menjadi pemimpin umat Islam disini sedangkan aku yang menjadi pemimpin Agama . 
Perjanjian ini dikenal sebagai Bai'at Dir'iyah dan diperkuat dengan pernikahan antara Abdulaziz bin Muhammad bin Saud dengan salah seorang anak perempuan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Selain itu Abdul Aziz bin Saud juga menikahi salah satu anak perempuan Ustman bin Muammar penguasa Unaizah, hanya saja kelak Ustman bin Muammar dibunuh setelah selesai menunaikan shalat Jum'at di tempat shalatnya oleh  karena dituduh berkomplot dengan penguasa Tsamard  Ibnu Suwaid dan Ibrahim bin Mubarak   , 
perjanjian antara Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Saud  dan pernikahan ini kelak akan menghasilkan sebuah koalisi keluarga yang akan bertahan selama tigaratus tahun sampai sekarang , kelaurga Muhammad bin Saud dikenal sebagi keluarga Al Saud yang memerintah Kerajaan Arab Saudi hingga sekarang sedangakn Keluarga Muhammad bin Abdul Wahab dikenal sebagai keluarga Al-Syaikh atau Alu-Syaikh yang memegang jantan-jabatan keagamaan di Arab Saudi hinnga sekarang.dengan adanya perjanjian antara pemimpin dan agamawan Emiat Dir'iyah berkembang dengan sangat cepat , mula-mula emirat Diriyah menguasai seluruh Najd pada 1773, pada saat itu sudah tidak ada lawan yang  berarti di Najd termasuk Riyadh yang sudah menyerah setelah perang selama duapuluh lima tahun melawan Dir'iyyah , mula-mula mereka berusaha untuk menundukkan suku lain dengan menyerang suku yang bertetangga, biasanya serangan dilakukan ke suku-suku yang lebih lemah terdahulu dan mengadakan kesepakatan non agrasi dengan suku yang kuat, setiap suku yang tidak mau tunduk diperangi dengan disamakan dengan orang musyrik atau kafir, yang mau tunduk harus mengucapkan baiat atau sumpah setia ketundukan, dan membayarkan zakatnya pada Emirat Dir'iyyah sedangkan yang menentang akan diperangi dan dijarah, pemimpin Riyadh, Daham bin Dawas al Shalaan melawan , karena kurang sehat Muhammad bin Saud menyerahkan komando pertempuran pada putranya Abdul Aziz , selama mengepung Riyadh pasukan-pasukan lainnya juga dikirimkan untuk menaklukan daerah-daerah lain, Riyadh sangat kuat dan baru bisa ditaklukan setelah pengepungan dua tahun , Daham bin Dawas kalah dan kabur. 

Riyadh dimasuki kembali oleh Abdul Aziz bin  Muhammad bin Saud pada 1185 Hijriah atau 1772 Masehi, kekuasaan mutlak di Najd ini membuat Bani Saud bentrok dengan Bani Al Makrami di Yaman (Najran, sekarang masuk Arab Saudi ) , dan Bani Khalid di Al Ahsa 

Kebangkitan Emirat Diriyah memicu reaksi. Seorang Amir dari Yaman bernama Hasan bin Haibatillah al Makrami, Haibatillah memimpin para amir Bani Yam sebuah suku Qahtani di Najran untuk menyerang Dar'iyyah, Bani Yam menganut Syiah Ismailiyah dan tunduk pada klan Al Makrami , Najran dulu termasuk Yaman namun sekarang bagian dari Arab Saudi setelah dianeksasi pada negara. arab Saudi modern , Hasan melakukan serangan atss perintah  Ismail bin Haibatillah kakak dan  pemimpin Al Makrami.Al Makrami sempat menyerang Najd dan menginvasi Hadramaut ,serangan Bani Yam dan Al Makrami   sempat mencapai Dhurma pada 1775 serta menimbulkan kepanikan, mencapai Dhurma, dan mereka berhasil merebut Riyadh kembali, namun Diriyah masih mampu bertahan. Muhammad bin Saud dan Abdul Aziz bin Muhammad mampu memaksa Hasan bin Haibatullah al Makrami  untuk kembali ke Yaman dan mengusir Daham bin Dawas ke Al Ahsa( disarikan dari sejarah Umat Islam dari Pra-kenabian hingga Islam di Nusantra, Buya Hamka. Halaman 290-291)  dengan beberapa keterangan tambahan .   






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang

Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...

Andranik Ozanian dan kawan kawan: tokoh-kokoh pemberontak Armenia yang menjadi salah satu antagonis dalam Payithat Abdul Hamid II

saya memang cukup mengagumi Turki Utsmani sebagai kerajaan Islam yang besar, namun saya tidak menutup mata kalau ada cela atau aib pada Turki Utsmani, begitu juga dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, karena kerajaan dan raja Islam seperti Amir, Sultan, bahkan Khalifah itu tidak ma'sum atau dijaga oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dari dosa, bahkan khulafaur Rasyidin juga tidak ma'sum, yang ma'sum adalah rasulullah shalallahu alaihi wassalam.pengetahuan saya akan cela atau aib yang ada pada kerajaan-kerajaan Islam bukanlah sesuatu yang membuat saya ragu terhadap ajaran Islam karena kerajaan Islam sebagai mana yang saya sebutkan sebelumnya tidak ma'sum dan bisa memiliki kesalahan, yang salah adalah raja dan pemerintahannya bukan Islamnya. apabila saya menceritakan tentang aib tesebut juga bukan untuk melemahkan semangat beragama namun untuk mengingatkan kalau orang di zaman dahulu pernah berbuat salah dan jangan sampai kita mengulangi kesalahn itu, jika anda hanya ...

Pengepungan Acre Pada Perang Salib Ketiga: Sejarah Asli Kampanye Age of Empire II : The Lion and Demon

Para pengguna internet yang sudah punya komputer sejak tahun 1990an mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan strategi Age Of Empire II terutama seri pertamanya Age of Kings, yang mana di dalam permainan itu terdapat mode ( campaign )kampanye,skenario yang berdasarkan pada sejarah asli. Salah satu skenario kampanye yang ada adalah skenario Saladin atau Shalahudin Al Ayyubi. Skenario itu terdiri atas enam bagian dan yang terakhir adalah The Lion and Demon yang berarti "Sang Singa dan Sang Setan". Skenario itu didasarkan pada pengepungan Kota Acre, sebuah kota pelabuhan di Palestina oleh pasukan Salib gabungan dari pasukan Salib Inggris yang dipimpin oleh Richard the Lion Heart dan Pasukan Salib Perancis yang dipimpin oleh Louis Augustus. https://youtu.be/f2VDzjcIocY?si=TFMq-4u-pxN03yxu Pada skenario ini pemain diharuskan untuk membagun sebuah wonder (keajaiban dunia) dan mempertahankannya agar jangan sampai hancur sampai waktu timer wonder habis, pemenang akan menang a...