Apakah Arab Saudi Jahat? Wallahualam hanya Allah saja yang tahu pastinya tapi kita pasti paling tidak pernah merasa ternganggu dengan adanya fakta-fakta yang dapat membuat kita berprasangka buruk kepada negeri petro dollar tersbut mulai dari penindasan terhadap tenaga kerja kita sampai dengan sikap pemerintahan arab saudi terhadap rakyat palestina, untuk tenaga kerja kita ssmua tahu bahwa sudah sering terjadi penzaliman terhadap tenaga kerja kota yang ada disana, penzaliman yang terjadi tidak perlu saya sebutkan karena hanya akan membuat blog saya terisi oleh hal-hal yang dapat menggangu pikiran, iau ini sering digunakan untuk menyerang arab saudi sendiri dan juga untuk menywrang Islam karena posisi arab saudi sendiri yang tidak bisa dilepaskan dari mekkah dan madinah sebagai kota suci umat Islam dan tempat ajaran Islam berasal zshingga menyerang arab saudi juga bisa dianggap sebagai serangan terhadap ajaran Islam yang benar. Mengkin kita bingung harus melakukan apa ketika mendengar ada saudara sebangsa kita yang dihakimi di sana apakah kita harus ikut mengecam dengan risiko ikut menghina Islam secara tidak langsung atau malah membela Arab Saudi dan secara tidak langsung terlihat mengesampingkan penderitaan saudara sebangsa kita yang dihakimi di sana , saya rasa selama ini kita ssmua sidah melakukan kesalahan karena kita hanya berdebat satu sama lain antara orang Indonesia yang menyalahkan Arab secara mutlak atas kemalangan yang menimpak saudara kita di sana dan saudara kita yang berusaha membela Islam dengan membela arab saudi dengan berasumsi jika menghina arab saudi sama dengan menghina Islam . Seharusnya kita tidak berdebat satu sama lain karena kita tidak bertemu dengan orang yang berbuat zalim kepada saudara kita disana, jika saya mampu saya akan mengatakan kepada orang-orang yang sidah berbuat zalim bahwa angapan bahwa para tenaga kkerja kita adalah budak sama sekali tidak relevan karena Raja Faisal sudah menghapuskan peebudakan dengan menebus seluruh budak yang masih tersisa di arab sausi dwngan harta pribadinya. Jadi jika sekarang ada orang arab yang masih menganggap pembantu adalah budak maka orang semacam inilah yang harus disadarkan dan dikritik , sayangnya saya tidak tahu orang Arab Saudi yang mana yang masih memiliki pemikiran semacam ini, jika saya tahu dan mampu untuk memberi nasehat akan saya nasehati. Harusnya ada upaya untuk memberi nasehat ke orang orang semacam ini bukan menyalahkan negaranya secara umum, jika memang kita harus mengkritik negaranya kritikan harus berhubungan dengan memberi masukan untuk merubah mindset salah yang saya sebutkan diatas. Kalo pun mindset seperti itu sudah tidak ada tapi masih ada penzaliman berarti penzaliman masih bisa disebabkan oleh faktor lain seperti adanya sistem sponsor yang membuat pekerja sangat tergantung pada majikannya serta kultur d sana yang agak individual dibandingkan disini, rumah rumah di arab saudi biasanya besar dan tidak seperti rumah di sini yang bisa diamati aktivitasnya, rymah yang besar dan tidak bisa diawasi itu jiak digunakan untuk menyekap orang tidak bisa ketahuan. Selain itu masih ada keanehan seperti arab saudi membolehkan pekerja wanita untuk belerja di negaranya tanpa mahram padahal fatwa resmi di sana melarang perwmpuan untuk berpergian tanpa mahram lebih dari tiga hari karena berbhaya dan peekrja yang melindungi diri dari kejahatan majikannya juga dihukum padahal di dalam Islam membela diri hukumnya bolwh bahkan ada yanf membolehkan melukai mata orang yang mengintip artinya ada masalah dalam penegakan hukum karena orang yang tidak bsrsalah meburut syariah dihukum , jika dikatakan kalo pekeeja salah karena pergi tanpa mahram berarri arab juga salah karena mengizinkan pekerja masuk ke sana tanpa mahram. Ubtuk maslaah palestina sayabtidaj bisa jawb. Karena sesungguhnya pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang melatarbelakangi mengapa arab saudi terlihat pasif dalam mendukung perjuangan kemerdekaan palestina, melawan amerika serikat bukanlah hal yang mudah dan perjuangan satu negara saja tidak cukup apalagi amerika sidah memliki banyak pangkalan ditimur tengah yang tentunya siap menerkam siapa saja yang twrang terangan mendukung Israel, unthk lebih lanjutnya ranya kan saja ke oranf sa a rwt
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar