- Awalnya saya mendengar nama atropatene dari anime kemudian saya cari-cari di google ternyata atropatene adalah nama kuno dari Azerbaijan entah mengapa bangsa Arab yang memerintah di atropatene menyebut daerah tersebut sebagai azerbaijan dan nama inilah yang digunakan sampai sekarang , dulu Azerbaijan ada di bawah Kufah dan letak Azerbaijan pada saat era kekhalifahan lebih ke arah selatan sedangkan daerah utaranya adlah derbent dan shirvanshah namun seiring dengan perkembangan zaman nama ini digunakan juga untuk mentebut daerah derbent dan shirbanshah yang pada zaman modern masuk ke dalam negara Azerbaijan yang wilayahnya meluas ke arah Utara , pada era sasaniyahvl Azerbaijan adlaah salah satu daerah dari sasaniyahvl di dekat Kaukasus bersama dengan derbent yang dikenal sebagai benteng penahan serangan dari Utara (arah Rusia ) , di derbent ada sebuah koridor celah gunung di antara hubungan Kaukasus dan laut Kaspia , dari jalan ini orang bisa pergi dari Iran ke Rusia selatan "melipir " di pinggir gunung Kaukasus . Azerbaijan sebelah selatan yang merupakan bagian dari azerbaiAze yang asli kini masuk ke dalam negara Iran dengan pesuudl mayoritas adalah etnis azeri , atropatene atau Azerbaijan kuno berbicara bahasa yang termasuk dalam rumpun Persian mainm azerbaAzer modern adlah dialake Turki yang .dipengaruhi oleh bahasa Rusia karnwnapengaeruh ini soviSo
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar