T-72 Assad babil adalah sebuah produksi lokal Irak dari t-72 Rusia , awalnya tank ini direncanakan akan menjadi tank super yang lebih baik dari pada T-72 Irak yang dibeli dari uni Soviet , perlu diketahui T-72 Irak asal Soviet bukanlah T-72 yang asli karena sudah diperlemah , T-72 asli hanya digunakan oleh militer uni Soviet sedangkan seluruh versi ekspor yang ada adalah versi "KW" , awalanya program ini berjalan lancar namun karena kurang biaya dan sumberdaya yang tercipta justru "KW dari KW" , logam yang digunakan bukanlah logam standard untuk kendaraan lapis baja sehingga ketika lapisan logam tank ini terkena hantaman peluru lapisan logam yang seharusnya melindungi personelnya Malah bisa pecah tidak beraturan dan melukai para prajurit yang seharusnya terlindungi oleh lapisan logam tersebut , belum lagi penempatan amunisi tidak sebaik pada versi aslinya sehingga amunisi bisa saja meledak tanpa sengaja dan membunuh seluruh awak tank , selain itu masih terdapat beberapa kesalahan seperti beberapa tank diberi lampu sorot untuk beroperasi pada malam hari alih-alih dapat melihat musuh dengan jelas tank dengan lampu sorot hanya akan menjadi sasaran empuk karena terlibat pada malam hari seharusnya untuk dapat bertempur pada malam hari tank dibekali dengan teropong malam bukan lmapu sorot tank ini bersama kendaraan lapis baja Irak yang lain banyak yang hancur baik oleh serangan meriam Amerika , serangan pesawat bomber dan helikopter pada perang teluk 1991
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar