Informasi tentang tokoh Irak yang satu ini sangat terbatas karena memang tidak begitu terkenal seperti Sadam Husein, bahkan sumber berbahasa Indonesia yang membahas tokoh kedua partai Baats ini sangat sedikit , begitu juga sumber berbahasa Inggris juga baru banyak memberikan sorotan padanya setelah munculnya ISIS , nama Izzat Ibrahim as douri seperti yang tertera pada judul adalah transliterasi bahasa Inggris mungkin jika ditransliterasikan ke bahasa indonIndo akan menjadi Ibrahim Izzah Addur , pertama kali mengetahui tentang beliau pada saat SMA pada saat itu saya menemukan sebuah forum rasis orang bule yang kebingungan kenapa ada pejabat tinggi Irak yang memiliki paras mirip bule dan berambut kemerahan , usut ,punya usut ternyata beliau ini memang orang Arab asli dari Irak bagian Utara , sebagaimana suriah suriah Utara , daerah ini memiliki cukup banyak warga Arab dengan tampang mirip bule mungkin karena dekat dengan Turki , sebenarnya hal ini bukanlah hal yang aneh di dunia Arab karena dunia Arab memang cukup luas namun yang kita kenal sebagai Arab hanya Arab Saudi dan sekitarnya , sebagaimana orang Arab di sebelah selatan berkulit gelap karena dekat dengan Afrika , orang Arab di sebelah Utara cenderung berkulit lebih cerah karena dekat dengan Eropa , beliau lahir di Al-daur Irak Utara dekat Tikrit , dan merupakan penasehat dekat dari Sadam Husein Sampai tahun 2003 , pada tahun itu Irak diinvasi oleh Amerika dan sekutunya , banyak pejabat tinggi Irak tertangkap dan dihukum mati termasuk Sadam Husein , Izzat adalah salah satu pejabat yang berhasil lolos dan menjadi pemimpin partai Baats , dan memimpin milisi tarekat naqsabandiyah (saya baru tahu ternyata juga ada milisi dari kalangan sufi) melawan rezim baru Baghdad di daerah mayoritas Islam Suni di Irak Utara , ketika isis bangkit , pada awalnya banyak muslim ahlusunah yang bergabung karena belum tahu kekejaman isis kepada umat Islam , termasuk pasukan milisi pimpinan Ibrahim Addur, setelah isis menunjukkan sifat aslinya Ibrahim Izzah pun memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan isis bertempur melawan isis , Syi'ah , dan suku Kurdi , ia sempat dikabarkan meninggal karena serangan udara rezim Baghdad namun tidak ada konfirmasi , baru-baru ada sebuah rekaman suara yang diklaim berasal dari Ibrahim Izzah mengomentari negara-negara teluk
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar