Cerita ini saya temukan ketika saya masih SMA di dalam sebuah forum pecinta senjata , cerita ini cukup mengesankan karena mengerikan , sekitar seribu oerosmwl tentara Irak terkubur hidup-hidup di dalam parit yang mereka buat dan oeryahnaak oleh tank-tank buldozer pasukan zeni Amerika serikat ,jadi pada saat tank-tank buldozer ini melaju mereka ikut membawa pasir dan tanah di buldozernya sedangkan tentara Irak yang bertugas menjaga parit memilih untuk berlindung di dalam parit , tank tank buldozer Amerika tetap melaju sbil menimbun parit pertahanan Irak dengan tanah yang mereka bawa tanpa mengetahui adanya sekitar seribuan tentara Irak yang berlindung di dalamnya , setelah mwrmer melewati parit tersebut mereka kebingungan karena sebelumnya mereka sudah diperingatkan tentang adanya tentara Irak yang bertugas menjaga parit tersebut tertaoi mereka tidak melihat satu pun tentara Irak , setelah perang selwiAi Irak yang mengira bahwa seribuan tentara nya yebaunr sskajhs ditawan meminta Amerika untuk mengembalikan mereka anaun mereka tidak pernah menwanamrtlrs sljomtys trtimgksm bahwaeerkea.toelaj mrninur hidup hidup tentara.otsl
Abad kemunduran yang memprihatinkan Turki Ustmani, Mesir, dan Arab Saudi : pesan lintas zaman dari kejadian di masa lalu sebagai pelajaran untuk orang sekarang
Pada abad 18 Umat Islam mengalami kemunduran,Turki Ustmani sudah bukan lagi kekuatsn besar yang diperhitungkan, militernya sudah ketinggalan zaman karena adanya oknum-oknum yang menolak modernisasi, alasannya adalah menolak teknologi kafir. orang zaman itu tidsk bisa membedakan budaya dan teknologi ketika ada rencana modernisasi senjata mereka menolak dengan alasan teknologi kafir , bEgitu juga ketika muncul teknologi mesin cetak, mereka menolak dengsn alasan itu teknologi kafir dan berbahaya, padahal alasan itu dikrluarkan karena para tukang tulis buku(maaf Bahasa saya terlalu kasar) menolak mesin cetak karena jika ada mesin cetsk merekq akan kalah bersaing, merrkw itu prang terpelajar dan termasuk sedikit orsng yang biss menulis dengan baik , namun karena menolak teknologi akibat kepentingan pribadi yang bersifst singskt saya sebut mereka sebagai tukang tulis buku, tentuc saja ada yang tidak setuju seperti channrl al muqadimah. tspi biarlah saya ada dsn yang tidak setuju ada , saya t...
Komentar
Posting Komentar